//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Pendidikan, Renungan, Uncategorized

Apa yang terjadi?

Bukik Setiawan

Saya baru saja diwawancarai oleh E100 Suara Surabaya melalui telepon. Diminta berkomentar mengenai kasus pelecehan seksual yang marak dan terakhir terjadi juga di Surabaya (Setelah Bengkulu, Manado, Bogor, dan Lampung). Tulisan ini tidak menggambarkan percakapan senyatanya, ada banyak tambahan untuk memperjelas maksud saya.

Apa yang terjadi?

Anak-anak diperlakukan seperti sopir angkot oleh para juragan orang dewasa (orangtua dan guru). Komunikasinya sebatas kejar target nilai dan prestasi (baca: menang lomba). Mereka bertindak baik sedekar mengikuti perintah dan larangan orang dewasa, bukan karena buah pemikiran sendiri. Akibatnya ketika berjumpa dengan pengaruh negatif, anak pun cenderung mengikutinya.

Ada dua pilihan yang akan dialami anak-anak tersebut, (a) menjadi pasif sebagai korban; (b) menjadi agresif sebagai pelaku. Dalam konteks anak, keduanya sama-sama menjadi korban dari lingkaran kekerasan orang dewasa.

Apa karena pendidikan moral diabaikan?

Tidak. Saat ini justru moral dan karakter digunakan sebagai bahan untuk mencekoki anak. Orang-orang mendikte anak dengan pembenaran moral itu. Tapi anak sendiri tidak mempunyai kesempatan untuk berpikir secara mandiri, berpikir dengan mempertimbangkan aspek moral. Jadi bukan soal moral, tapi soal cara mengenalkan moral pada anak-anak.

Jadi harusnya bagaimana?
1. Orangtua (dan guru) mengajak anak untuk berpikir sendiri. Ajukan pertanyaan yang membantu anak berpikir. Apa yang kamu inginkan? Apa konsekuensi dari keinginan itu? Apakah nyaman? Apakah baik? Bila tidak, bagaimana pilihan lainnya?
2. Stimulasi anak untuk bersikap asertif, berani berkata TIDAK. Termasuk berkata TIDAK pada orang dewasa (guru dan orangtua). Jadi belajarlah untuk tidak baper ketika anak berkata tidak pada anda.
3. Stimulasi anak belajar memahami tubuh dan hak atas tubuhnya. Tubuh kita seperti rumah. Tidak boleh sembarang orang masuk ke rumah kita. Kalau pun masuk, ada batasan tertentu ruangan yang boleh dimasuki orang lain. Bila ada yang berani melanggar, katakan TIDAK.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: