//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Motivasi, Pendidikan, Perubahan, Renungan

Nasihat untuk Para Penggagas dan Aktifis Pendidikan

Harry Santosa – Millenial Learning Center

Mengapa ummat ini tidak pernah menyepakati model pendidikan sejati sesuai Fitrah dan Kitabullah?

Fitrah dan Kitabullah inilah dua fondasi dasar pendidikan, bukan salah satunya. Fitrah akan teraktualisasi dan terhidayahkan dengan hebat apabila dipandu Kitabullah, dan Kitabullah akan menggema memberi rahmat bagi semesta jika dipegang oleh mereka yang fitrahnya hanif dan lurus, tumbuh paripurna.

Semua mengaku telah mengambil dari sumber mata air yang jernih, tetapi mereka lupa bahwa mereka mengambilnya dengan embernya masing masing. Ember yang dibawa adalah ember yang dibawa manusia, makhluk yang punya ego dan nafsu, tak lekang dari error dan dosa.

Ingatlah bahwa sepanjang embernya milik masing masing bukan milik bersama, walaupun sumbernya dari mata air yang jernih, maka sudah pasti berpeluang tidak murni sejati dan berpotensi salah persepsi, mengandung penafsiran yang tidak tepat dan terkotori oleh karat hawa nafsu, ego diri dan kelompok. Ini penyakit lama, penyakit iblis “sombong dan merasa benar sendiri” yang kemudian menjadi hama yang membesar dan mematikan dirinya.

Kalau sudah begini maka setiap ember maupun wadahnya mewakili arogansi hawa nafsu ingin memiliki dan menguasai, ingin disebut sebagai yang pertama di muka bumi, yang pertama melahirkan kembali, yang pertama menciptakan lebih baik dstnya.

Masalahnya bukan disitu saja tetapi ingatlah wahai penggagas pendidikan, bahwa setiap pengakuan ego kelompok demikian akan melahirkan elitisme dan rasa jumawa, dan setiap sikap elitisme dan jumawa, selalu memiliki tabiat berhenti menerima nasehat, dan setiap apapun yang berhenti menerima nasehat kecuali dari kelompoknya saja, maka sesungguhnya tanpa sadar pendidikan mereka telah mati sejak saat fikiran demikian dimulai.

Model pendidikan apakah yang dilahirkan oleh mereka yang merasa tafsirnya paling benar sendiri, atau merasa paling tepat sudut pandangnya sendiri? Generasi apakah yang akan dilahirkan oleh sebuah model pendidikan yang digagas orang orang yang yang merasa penafsirannya paling benar dan pihak lain hanya boleh menerima.

Tinggalah hari hari disibukkan dengan persaingan semu, saling mengintip metode, saling mengklaim sebagai penemu, saling merasa paling hebat, bahkan saling menjelekkan sisi lemah masing masing padahal saling mencuri sisi lainnya.

Tidakkah kita belajar dari sejarah, pada setiap dekade berdiri pendidikan Islam, atau pendidikan yang katanya digali dari sumber Kitabullah, namun seiring berjalan waktu mereka menjelma menjadi pendidikan elitis, berhenti berinovasi, berhenti berkolaborasi, berhenti menerima nasehat, menjadi kayu mati tersandar, merasa paling benar, maka mereka menjadi versi satu sejak berdirinya kemudian tetap begitu selama dekade sesudahnya.

Wahai para penggagas dan aktifis pendidikan, mengapa kita tidak saling melengkapi dan menyempurnakan atas apa apa yang sudah dibangun oleh pendahulu dalam suasana kolaborasi ikhlash, memasang telinga dan empati lebih banyak untuk menerima dan melengkapi, menurunkan ego serendahnya agar menjadi tawadlu, menyerahkan kepemilikan pada ummat bukan perseorangan, bersedia melebur dalam kebaikan bersama dan menjadi pemersatu bagi yang lainnya (ummatan wasathon). Kita tak perlu mengulang kesalahan masa lalu dan tidak perlu menemukan sendiri kebenaran dan hikmah yang hilang apabila bisa bersama berkolaborasi berjamaah dengan kelompok penggagas yang lain.

Maka apabila ini dilakukan barulah kita layak menyandang “khoiru ummah”, model terbaik untuk diikuti warga dunia.
Mari kita musyawarahkan bersama, pendidikan terbaik yang selaras fitrah, dipandu Kitabullah yang mengantarkan anak anak kita pada peran terbaik dan akhlak termulia.

Salam Pendidikan Peradaban
‪#‎pendidikanberbasisfitrah‬ dan akhlak
‪#‎pendidkanberbasispotensi‬

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: