//
you're reading...
Creativity, Entrepreneurship, Kemandirian, Motivasi, Perubahan

Innovation = Roadmap to Zero Waste

Jusman Syafii Djamal

Pagi ini 23/4/16 sy dapat undangan dari Bung Pontas Romulo Tambunan, alumni ITB angkatan 90 an, di Depok. Bersama 300 alumni ITB yg bermukim di Depok mereka mengembangkan komunitas “meeting of mind and soul”.
Sy ingin share cerita bagaimana Komunitas alumni itb yg masih muda berusia 35-50 tahun, ini bergotong royong bangun komunitas yg egaliter. Terlihat hadir angkatan 2000- 2011, angkata80 dan angkatan 90an. Yg tua hanya satu yakni angkatan 72.

Alumni muda ini dari cerita mereka kelihatannya selalu bekerja dengan hati tapi penuh ke hati hatian dalam membangun ide.

Mereka yg hadir sy amati adalah generasi muda alumni itb yg sedang tumbuh. Pekerja lapangan pelbagai sektor. Tak ada yg jadi konglomerat. Semuanya umkm. Dan semuanya ingin jadi “field marshal”, marshal medan, orang lapangan.
Mereka Yg sering Tak mau tergoda untuk bermimpi muluk muluk. Yang selalu bekerja mulai dari yg kecil, dibidang keahliannya sendiri, mengolah potensi halaman profesionalisme nya sendiri untuk membangun harapan esok yg lebih baik.

Saya senang diundang dalam acara launching komunitas alumni itb depok. Baru pertama kali dan satu satunya komunitas yg tumbuh atas inisiatip bersama tanpa surat keputusan. Bottom up. Participation approach.

Ada semangat “glocal” disini saya temui. Berfikir Global bertindak lokal.
Apalagi disini saya bisa mendengar KH Moh Idris MA walikota Depok berkisah tentang visi Zero Waste dan Smart City Kota Depok yg ia ingin kembangkan.

Kebetulan beliau baru dua bulan jadi walikota. Jadi masih fresh.
Ide tentang Zero Waste City pak Walikota Depok amat menarik. Kota bebas sampah. Sy jadi ingat ketika dulu sy kembangkan program roadmap to zero accident dalam sistem transportasi nasional, tahun 2007.

Semua orang bilang ketika itu bilang : ah omong kosong itu barang, mana mungkin ada Zero Accident. Begitu juga ketika pak Walikota bilang “zero waste”, tak ada limbah pastilah semua berkerenyit jidatnya dan bertanya : “apa mungkin?”.

kota depok ini produsen sampah plastik dengan tonase yg besar, dalam satu hari. Volumenya dalam satu hari telah distudi sampah yg dihasilkan mampu ditransformasikan jadi pembangkit energi listrik , punya potensi yg cukup untuk menerangi 5 kecamatan. Di depok ada 11 kecamatan.

Itu latar belakang ide zero waste. Merubah limbah jadi pembangkit listrik. Supaya bebas bbm. Sebuah inovasi.
Zero Waste bagi pak walikota juga dijadikan strategi untuk membranding ide “smart city”, Depok sebagai penyangga Jakarta hendak jadi kota hunian yg bersih, teratur dan nyaman.

Selain itu Kebersihan dan keteraturan adalah ciri masyarakat akademis. Di depok ada Kompleks Universitas Indonesia yg bisa jadi contoh bagaimana kawasan itu bisa ditransform jadi bebas limbah, sampah. Diatas keteraturan, kebersihan baru ketelitian dan kecermatan dapat jadi habit.
Bagi pak Walikota pemahaman Zero Waste juga menyentuh mindset untuk bekerja effisien dan produktif. Tak ada waktu terbuang percuma, tak ada kemubaziran. Semua tepat sasaran, tepat waktu dan tepat biaya.

Sungguh menarik mendengar beliau bicara.
Apalagi dalam acara alumni itb itu sy ikut mendengar kisah Reza Pahlepi walikota Payakumbuh membangun kotanya. Ada juga Laraswati yg mewakili Hiramsyah Thaib bicara program 10 destinasi parawisata baru.
Sungguh suatu pertemuan “sharing ide” diantara komunitas alumni itb yang memenuhi syarat “zero waste”. Tidak mubazir. Saya banyak dapat sharing pengalaman disini.

Sy jadi ingat pinggiran kota Tokyo dimana sebuah distrik berhasil membangun pembangkit listrik dari sampah. Kawasan nya bersih. Berada di pabrik nya kita merasa seperti sedang di “hospital”. Segala segala sesuatu ada tempatnya, segala tempat ada peruntukan nya yg specifik.

Konsep roadmap to Zero Waste di Toyota pabrik mobil atau GE biasanya diukur dgn istilah six sigma. Mengurangi defect dalam jutaan operasi pada setiap mata rantai value chain. Untuk sebuah kota seperti depok konsep enam sigma bisa diterapkan ditiap RT/RW. Jika tahun 2016 misalnya ada 10 ton sampah plastik dalam satu hari yg tak bisa diolah dan merusak lingkungan, tahun 2017 mungkin bisa turun jadi 5 ton/day. Dan tahun 2019 tinggal satu ton/hari.

Kalau ada pembangkit listrik semua habis dibakar di tungku. Roadmap untuk melahirkan ekosistem yg sistimatis, terstruktur dan masif untuk ciptakan keteraturan dan kebersihan disuatu wilayah atau kota memang tidak mudah.

Dengan kata lain Roadmap to zero waste identik dengan proses transformasi dari kondisi kumuh, jorok dan kotor menjadi bersih bercahaya.
Disini komunitas alumni itb depok menawarkan kerjasama untuk ikut membersihkan ciliwung menjadi daerah wisata, misalnya. Penanaman satu juta pohon dst dsb.

Sebuah benih ekosistem inovasi yg sedang disemai oleh alumni itb cabang depok. Terimakasih atas undangannya.
Seperti katah pepatah a thousand miles journey begin with one small step.

Bravo. Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: