//
you're reading...
Creativity, Human being, Pendidikan, Perubahan

Cerdas Vs Cerdik

Dulu orang tua kita selalu berpesan, “sekolah yang tinggi ya nak, jadilah anak yang cerdas. Supaya kamu nanti jadi orang sukses.” Memang, dulu kecerdasan memberikan keunggulan kompetitif pada seseorang, karena sekolah yang tinggi masih merupakan barang mahal saat itu. Kecerdasan yang ditunjukkan oleh nilai IPK di ijazah menjadi jaminan sukses berkarir di perusahaan, diterima menjadi pegawai negeri, atau menjadi profesional yang segani.

Tapi itu dulu, ketika dunia berjalan linear. Sebelum adanya globalisasi, krisis finansial dan teknologi Internet. Sekarang ini kita hidup dalam dunia yang bergejolak, tidak pasti, dan kompleks. Maka cerdas (smart) saja tidak lagi cukup. Anda juga harus jadi orang yang cerdik (clever).

Cerdas artinya Anda memiliki tingkat intelegensia yang tinggi. Anda mengetahui banyak hal dan menguasasi banyak kemahiran serta mampu menggunakannya dengan baik. Sementara cerdik artinya Anda mampu menemukan cara-cara yang tidak biasa untuk menjawab setiap tantangan yang Anda hadapi.

Ketika saya kuliah di program Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia, saat itu saya tengah sibuk-sibuknya membangun Kubik Training. Saya tidak punya waktu yang cukup untuk belajar. Walaupun teman saya mengatakan bahwa saya termasuk mahasiswa yang cerdas, namun kelihatannya kecerdasan saya tidak bisa banyak membantu saat itu. Maka saya harus jadi mahasiswa yang cerdik.

Alih-alih membaca dan menguasasi semua textbook yang digunakan untuk ujian, saya lakukan profiling pada setiap dosen. Dari hasil profiling tersebut kemudian saya membuat prediksi terkait soal yang nantinya akan mereka berikan saat ujian. Saya kemudian hanya mempelajari materi yang sesuai dengan soal yang saya prediksi. Ternyata prediksi saya tepat dan saya bisa mendapatkan nilai A atau B pada mata kuliah yang diujiankan.

Demikian pula dalam mengejar karir atau membangun bisnis. Sekarang ini Anda tidak bisa menggantungkan masa depan Anda hanya dengan mengandalkan kecerdasan saja. Anda harus cerdik memainkan permainan Anda. Mencari cara-cara baru yang tidak terpikirkan orang lain. Menemukan beragam terobosan untuk menembus setiap rintangan yang ada. Ingat, banyak orang cerdas di Indonesia, tapi sedikit sekali yang bisa Rise above the crowd.

Sebagai orang tua, mungkin sudah saatnya kita meng-upgrade pesan kita pada anak-anak kita. Saatnya kita tidak hanya mengajarkan mereka untuk cerdas, melainkan juga melatih mereka untuk jadi anak yang cerdik. Dorong mereka memecahkan masalahnya sendiri. Beri ruang mereka bereksperimentasi. Berikan kesempatan mereka gagal tanpa kita hakimi.

Semoga ketika mereka dewasa nanti, mereka bisa gunakan kecerdikan mereka untuk memperbaiki dunia yang sudah kadung dirusak oleh generasi kita. Mereka bisa membangun perusahaan yang mengangkat derajat masyarakat di sekitarnya, serta melahirkan sebuah peradaban baru bernama SuksesMulia.

Indrawan Nugroho
Business Innovator
CEO CIPTA Consulting

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: