//
you're reading...
Creativity, Human being, Lingkungan, Motivasi, Pendidikan, Perubahan

Superman Yang Takut Ketinggian

Beberapa hari yang lalu, anak sulung saya Rafa mengajukan pertanyaan pada saya, “Ayah lebih milih jadi siapa, Superman yang takut ketinggian atau Batman yang takut gelap?”. Kami berdua langsung tertawa. Kemudian membiarkan imajinasi kami lepas membayangkan semua skenario yang mungkin terjadi.

Malam harinya saya merenung. Pertanyaan yang diajukan Rafa itu ternyata dalam sekali. Filosofis, juga psikologis. Dua skenario itu mewakili apa yang terjadi pada banyak orang. Bisa jadi termasuk diri kamu. Kita semua terlahir sebagai pahlawan super. Ingat kan waktu kita kecil. Cita-cita kita begitu agung. Tidak ada yang tidak mungkin. Kita tidak sabar ingin cepat dewasa supaya bisa menyelamatkan dunia.

Tapi kemudian hidup terjadi pada kita. Lingkungan mengerdilkan kita. Kegagalan demi kegagalan menyurutkan nyali kita. Kita hidup dalam kungkungan rasa takut. Takut salah. Takut jatuh. Takut ditertawakan orang. Kemudian kita memilih untuk cari aman. Kita simpan jubah pahlawan super kita. Kita sembunyi di tengah kerumunan.
Rasa takut adalah sesuatu yang kita pelajari. Takut bukan bagian dari diri kita yang sebenarnya. Rafa kecil adalah anak yang sangat pemberani. Dia seperti Superman yang berani terbang tinggi tampil diatas panggung. Dia seperti Batman yang berani mengambil minum di dapur walau ditengah kegelapan malam.

Lalu kemudian temannya mengejeknya ketika dia tampil kurang sempurna. Temannya pula yang menakuti-nakuti dia tentang setan yang katanya suka muncul di malam hari. Gara-gara temannya itu, Supermanku jadi takut ketinggian. Batmanku jadi takut gelap.
Sahabatku semua, kita semua adalah pahlawan super, yang seperti di komik, punya kekuatan super yang unik dan berbeda-beda satu sama lain. Tuhan sudah membenamkan kekuatan itu sejak kita dalam kandungan. Namun sayang, kenyataannya banyak orang yang tidak pernah menggunakan kekuatan supernya, bahkan sesekalipun dalam hidupnya. Rasa takut telah mematikan langkahnya sebelum dia bergerak.

Maka sahabat, mari kita taklukkan rasa takut dalam diri kita. Kalau bukan untuk kita, maka lakukan untuk anak-anak kita. Percayalah, ketika tabir rasa takut itu mulai sirna, niscaya kamu akan saksikan sendiri bagaimana kekuatan super dalam dirimu muncul dan mengubah dunia kamu, bisnis kamu, karir kamu, hubungan kamu, menjadi jauh lebih indah.

Mari tunjukkan pada anak-anak kita bahwa kita bisa menaklukkan rasa takut kita sendiri. Jadilah teladan untuk mereka. Semoga dengan keteladan kita itu, nantinya akan datang generasi pahlawan super baru di bumi pertiwi yang akan mengubah dunia ini menjadi lebih baik.

Indrawan Nugroho
Business Innovator
CEO CIPTA Consulting

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: