//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Review

Bencana Limbah di tengah Sawah

Wicak Amadeo

Di tengah perjalanan menyusuri kantong-kantong industri Citarum, langkah terhenti di Rancaekek, dan bertemu Abah Oni, 70 tahun, kakek bersuara merdu nan bijak bersahaja. Abah berusia sama dengan Republik ini, lahir di tahun 1945, dia adalah saksi sejarah bagaimana perubahan signifikan yang terjadi sebelum dan setelah industri masuk ke daerah Rancaekek.

Abah Oni

Dengan bahasa sunda halus yang hampir tidak dimengerti, abah Oni mulai bercerita bagaimana perbedaan hidup 40 tahun lalu dan sekarang. Suara Abah ini serius merdu, sekilas mirip suara Adam Levine ketika melengkingkan She Will be Loved, jika lahir tahun 90an mungkin Abah akan jadi anak band, tapi Abah lahir tahun ’45 dan memilih berbahagia menjadi petani mengolah tanah leluhurnya. “Baheula mah sae”, demikian Abah membuka cerita. Benarlah apa yang disampaikan Abah, Rancaekek dan Majalaya adalah sentra pertanian unggulan dengan hasil berkualitas atas, tapi itu dulu.

Pada awalnya semua tampak akan baik-baik saja, tanah yang subur dan air sungai yang mengalir “herang” (bersih) adalah berkah untuk Abah dan keluarga. Selain untuk keperluan sawah, air sungai Cikijing digunakan untuk mandi dan semua keperluan sehari-hari. Namun jika kamu lihat sekarang, maka situasinya sangat berbeda. Untuk minum Abah harus membeli air galonan, untuk mandi abah mengandalkan air sumur, “gatal sih awalnya, tapi lama-kelamaan sudah kebal” begitu kata Abah, menuturkan air sumur yang tercemar limbah.

Setelah berdirinya pabrik, menurut Abah semua mulai berubah. Air sungai Cikijing tidak lagi bisa digunakan, jangankan untuk mandi atau minum, untuk mengairi sawah saja tidak layak.

Hasil padi juga menurun drastis, jika dulu satu hektar bisa menghasilkan hingga 5 ton gabah, sekarang untuk mendapatkan 2 ton saja harus susah payah. Di sekitar tempat Abah tinggal terdapat lebih dari 1000 hektar sawah yang terbengkalai dan tak bisa lagi digunakan untuk produksi karena tercemar limbah. Sama seperti petani di sekitar Cikijing, Abah menderita kerugian material dan non-material yang sangat besar akibat bencana limbah ini.

Di balik segala tantangan bertani di tengah tekanan industri, Abah menghidupi keluarga dengan 8 anak, dan tetap teguh bertani hingga sekarang. Dan begitulah Abah, tak ada raut sedih saat bercerita kisah pilu ini. Abah tetap ramah, tersenyum dan tak henti berucap syukur masih bisa bertani dengan segala tantangan yang harus dihadapi.

Bersiap untuk bencana di kemudian hari. ..

Dr. Sunardi berkata, belum lama ini dia melakukan penelitian di wilayah Majalaya dan menemukan kandungan Merkuri (Hg) dan Cadmium (Cd) di badan air dan sumur warga jauh di atas baku mutu. Sumur warga? merkuri? cadmium? Sudah berapa lama? itulah yang paling kita takutkan. Bukan cuma tragedi Hinkley, tragedi Minamata bisa saja terulang di sini.
.
Kejahatan Lingkungan Hidup, Bencana Polusi Limbah Industri di Rancaekek.
Rakyat Rancaekek dan sekitarnya hidup dalam bencana polusi air dan tanah yang beracun. Berdasarkan hasil pemerikasaan Balai Penelitian Tanah Bogor yang saya periksa, total area persawahan yang tercemar aliran limbah pabrik tekstil di Rancekek langsung seluas ± 1.215 ha; terkena limbah saat banjir lebih dari satu minggu seluas 254 ha; terkena limbah saat banjir kurang dari satu minggu seluas 474 ha; dan lahan tergenang banjir bulanan (Desember – Mei) seluas 520 ha.Hasil gabah pada lahan sawah yang terkena limbah pabrik tekstil berkurang antara 1-1,5 t/ha/panen. Kerugian di daerah ini dapat mencapai Rp. 2,43-Rp. 3,65 milyar/tahun, artinya selama 20 Tahun kerugian masyarakat mencapai Rp 48,6- Rp 73 Milyar

Pemkab Sumedang terlibat dalam kejahatan lingkungan hidup, salahsatunya adalah dikeluarkannya SURAT IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR PT KAHATEX hingga tahun 2014. Saya pastikan upaya mediasi yang dilakukan BPLHD Jawa Barat tidak menghasilkan apa-apa. Upaya gugatan KLH RI jangan hanya menuntut kerugian negara yang bernilai sekitar Rp 392 Milyar, tetapi kerugian ekonomi yang dialami oleh masyarakat perlu dituntut beserta tuntutan pemulihan lingkungan hidup yang sudah rusak dan tercemar.
.
Bencana Limbah di tengah Sawah

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: