//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Motivasi, Pendidikan

Homeschooling vs Ijazah

Oleh : Wulansari Ekasari

“Kalau HS bagaimana dapat ijazahnya?”

Pertanyaan yang jamak ditujukan kepada para praktisi HS….

Homeschooling atau Sekolah Rumah merupakan salah satu dari jalur pendidikan yang termaktub dalam UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 yaitu jalur pendidikan informal. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2014 Tentang SekolahRumah pasal 8, memaparkan

(1) Penilaian hasil pembelajaran peserta didik sekolahrumah yang akan mengikuti UN/UNPK dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik.

(3) Penilaian hasil pembelajaran peserta didik Sekolahrumah dilakukan oleh:

pendidik;
satuan pendidikan nonformal atau satuan pendidikan formal;
dan/atau

penilaian oleh pemerintah.
(4) Penilaian oleh pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar.

(5) Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan nonformal atau satuan pendidikan formal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan yang mencakup pengetahuan, sikap dan keterampilan.

(6) Penilaian hasil belajar oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c dilakukan melalui UN/UNPK yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompentensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 90 menjelaskan :

(1) Peserta Didik pendidikan informal dapat memperoleh sertifikat Kompetensi yang setara dengan sertifikat Kompetensi dari pendidikan formal atau nonformal setelah lulus uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau oleh lembaga sertifikasi mandiri/profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.

(2) Peserta Didik pendidikan informal dapat memperoleh ijazah yang setara dengan ijazah dari pendidikan dasar dan menengah jalur formal atau nonformal setelah lulus uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi dan telah mengikuti Ujian nasional bagi Peserta Didik sederajat SMP/MTs atau SMA/MA/SMK/MAK.

Dari pemaparan yang termaktub dalam UU dan peraturan pemerintah, dengan gamblang kita pahami bahwa jalur pendidikan informal atau SekolahRumah diakui keberadaannya dan diatur legalitasnya. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan. Dalam hal ini pengakuan bisa dalam bentuk 2 hal :

Ijazah Pendidikan Formal dan Nonformal
dan/atau

Sertifikat Kompetensi

Pendidikan Formal, dalam UU Sisdiknas adalah pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Sementara dalam aturan pemerintah, cakupan pendidikan informal hanya sampai pada pendidikan menengah. Maka apabila anak pada jalur pendidikan informal atau SekolahRumah ingin melanjutkan belajar ke pendidikan tinggi, syarat pentingnya adalah memiliki ijazah yang disyaratkan dalam pendidikan formal. Untuk melebarkan kesempatan belajar di pendidikan tinggi, Pemerintah pun sudah membuka peluang dengan adanya ijazah kesetaraan yang diperoleh melalui pendidikan nonformal. Sehingga ada dua cara bagi anak SekolahRumah untuk bisa memperoleh ijazah, melalui ujian di jalur pendidikan formal atau nonformal.

Di sisi lain, pemerintah juga memberi kesempatan kepada anak SekolahRumah untuk mendapatkan Sertifikasi Kompetensi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Perlukah ijazah untuk anak Sekolah Rumah?

Bila anak SekolahRumah ingin melanjutkan belajar ke jenjang pendidikan tinggi, maka ijazah mutlak diperlukan. Dalam hal ini, di lingkup keluarga praktisi SekolahRumah yang sudah terbiasa dengan pola belajar bebas, muncul pertanyaan,”Apakah perlu belajar di perguruan tinggi? Bukankah sekarang belajar bisa di mana saja? Bahkan yang tidak kuliah pun bisa lebih sukses dibandingkan yang kuliah….”

Pilihan jenjang pendidikan lanjutan kembali kepada tujuan pendidikan tiap keluarga. Visi dan misi pendidikan serta bakat dan minat anak menjadi variable dalam menentukan langkah-langkah proses pendidikan. Melanjutkan jenjang di pendidikan tinggi tidak berarti suatu hari akan fokus pada karir akademisi atau pada kebutuhan ijazah yang digunakan untuk melamar pekerjaan atau menjadi pegawai negeri sipil. Peluang yang lain terbuka lebar.

Kadang saya mendengar komentar unik,”Bill Gates dan Mark Zuckerberg gak lulus kuliah bisa jadi pengusaha kaya.” Atau “Orang kuliahan malah kebanyakan mikir, lama suksesnya..” Sukses tidaknya seseorang tidak melulu dinilai dari jumlah materi atau karir atau jabatan atau apapun yang menempel pada dirinya. Bill Gates memilih mendaftar kuliah karena saat mengambil tindakan itu, ia menganggap hal itu perlu. Namun kemudian ia memutuskan untuk drop out dan melanjutkan ‘passion’nya, itu pun hasil dari proses pembelajaran yang dia jalani. Hal yang perlu digarisbawahi di sini adalah Bill Gates tahu apa yang dia mau dan dia tuju. Jadi bukan pada kuliah atau tidaknya.

Sertifikasi kompetensi bisa menjadi pilihan bila anak SekolahRumah tidak berminat belajar di pendidikan tinggi. Pemerintah Indonesia memfasilitasi pengakuan sertifikat kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BSNP). Pada bagan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sertifikasi profesi mendapat jalur khusus dalam penjenjangan di suatu profesi. Namun perlu diperhatikan juga, ada beberapa sertifikat profesi yang membutuhkan keberadaan ijazah formal atau nonformal.

Apa yang bisa dilakukan oleh praktisi Sekolah Rumah?

Sejauh ini pemerintah cukup mengakomodir kepentingan pendidikan informal. Walaupun masih banyak hal yang belum selaras dengan konsep pendidikan informal. Namun seiring waktu berjalan, praktisi SekolahRumah semakin banyak dan tersebar di penjuru negri. Kesadaran memilih SekolahRumah bukan semata karena anak tidak mampu menjalani jalur pendidikan formal. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Indonesia terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, suku budayanya sangat beragam dan jumlah penduduk sangat besar. Pemerintah tidak akan mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak Indonesia hanya melalui jalur formal. Jalur nonformal saat ini cukup membantu ketersediaan fasilitas pendidikan. Namun apabila pemerintah masih terlalu jauh mengatur pola pendidikan nonformal seperti layaknya jalur pendidikan formal, tujuan pembelajaran tidak akan berfungsi efektif. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, seharusnya pemerintah membuka pengakuan hasil pendidikan informal dengan tidak perlu dikaitkan dengan jalur pendidikan formal dan nonformal.

Praktisi pendidikan informal atau SekolahRumah perlu serius dalam membuat rekam jejak proses pendidikan. Sehingga pemerintah meyakini bahwa output dan outcome pendidikan informal setara dengan formal dan nonformal tanpa harus mengikuti ujian pada dua jalur tersebut. Sehingga kemudian pemerintah Indonesia mengeluarkan 3 model ijazah sebagai bentuk pengakuan hasil proses pendidikan yaitu formal, nonformal dan informal.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: