//
you're reading...
Opinian, Perubahan

Apa itu CopyRight dan CopyLeft ?

Wicak Amadeo

Hak cipta/Copyright (lambang internasional: ©) adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan”. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi,drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.

Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.

Hukum yang mengatur hak cipta biasanya hanya mencakup ciptaan yang berupa perwujudan suatu gagasan tertentu dan tidak mencakup gagasan umum, konsep, fakta, gaya, atau teknik yang mungkin terwujud atau terwakili di dalam ciptaan tersebut. Sebagai contoh, hak cipta yang berkaitan dengan tokoh kartun Miki Tikus melarang pihak yang tidak berhak menyebarkan salinan kartun tersebut atau menciptakan karya yang meniru tokoh tikus tertentu ciptaan Walt Disney tersebut, namun tidak melarang penciptaan atau karya seni lain mengenai tokoh tikus secara umum.

Copyleft adalah permainan kata dari copyright (hak cipta) dan seperti halnya makna berlawanan yang dikandung masing-masing (right vs left), begitu pula arti dari kedua istilah tersebut berlawanan.

Copyleft merupakan praktik penggunaan undang-undang hak cipta untuk meniadakan larangan dalam pendistribusian salinan dan versi yang telah dimodifikasi dari suatu karya kepada orang lain dan mengharuskan kebebasan yang sama diterapkan dalam versi-versi selanjutnya kemudian. Copyleft diterapkan pada hasil karya seperti perangkat lunak, dokumen, musik, dan seni. Jika hak cipta dianggap sebagai suatu cara untuk membatasi hak untuk membuat dan mendistribusikan kembali salinan suatu karya, maka lisensi copyleft digunakan untuk memastikan bahwa semua orang yang menerima salinan atau versi turunan dari suatu karya dapat menggunakan, memodifikasi, dan juga mendistribusikan ulang baik karya, maupun versi turunannya. Dalam pengertian awam, copyleft adalah lawan dari hak cipta.

Pengarang dan pengembang yang menggunakan copyleft untuk karya mereka dapat melibatkan orang lain untuk mengembangkan karyanya sebagai suatu bagian dari proses yang berkelanjutan. Salah satu contoh lisensi copyleft adalah GNU General Public License. GPL / GNU

Apa itu GPL atau GNU ?

GPL singkatan dari General Public License. artinya sama dengan GNU.
GNU ini pertama kali dikembangkan oleh Richard Stallman.
GNU / GPL artinya adalah semua program atau aplikasi yang berada di bawah bendera GPL adalah GRATIS alias BEBAS alias FREE SOFTWARE alias COPYLEFT. Aplikasi mdeol seperti ini adalah milik Public atau umum seperti angkutan umum.
.

COPYLEFT
Oleh : Eko Kuntadhi

Ada teman mengadu. “Tulisan lu diambil orang. Dia copy paste. Diambil begitu saja, lalu diganti nama penulisnya. Pakai nama dia.”
Teman itu kelihatannya protes. Saya berterimakasih atas informasinya. Tapi, saya sendiri gak terlalu peduli.

Bagi saya, ide itu punya kaki. Ketika sudah dilepaskan, dia akan berjalan sendiri. Hinggap dimana saja. Semaunya. Khususnya berkecambah di kepala yang terbuka.

Saya memang suka menulis. Apa saja yang melintas di kepala akan saya tuliskan. Sekadar penumpahkan menjadi rangkaian cerita, informasi atau opini. Syukur-syukur bermanfaat. Jika tidak ada manfaatnya, ya Alhamdulilah juga. Setidaknya tulisan itu bisa jadi bahan perbandingan, sesuatu yang bermanfaat dan yang tidak ada gunanya.
Itulah gunanya gelap. Dia menjadi koeksisten (pendamping) keberadaan terang. Apa gunanya terang bila gelap tidak ada?

Ini jaman pasar bebas. Juga untuk ide-ide. Saya mengistilahkan free market idea, pasar bebas ide. Segala jenis pikiran dilaga. Dijajakan. Kita saksikan orang-orang menuliskan isi kepalanya setiap hari.

Untuk tulisan saya, saya menganut filosofi copyleft, bukan copyright. Jadi jika ada yang mau mempergunakan, silahkan. Bahkan tanpa harus repot-repot menyebut sumbernya. Meskipun untuk ide orang lain saya selalu berusaha tidak mencaploknya begitu saja.

Mungkin saja, ketika ada orang menggunakan tulisan saya lalu diganti dengan namanya, apa yang dia fikirkan sama dengan fikiran saya. Hanya saja dia tidak punya waktu untuk menuliskannya.

Beberapa kali memang saya menemukan itu. Rangkaian kata yang pernah saya tulis, menjadi status di wall orang. Tanpa ada nama saya. Dan saya cuma tersenyum. Tidak ada masalah sama sekali. Jangan khawatir juga dianggap ‘mencuri’, karena tidak ada pencurian sebab saya tidak merasa kehilangan apa-apa.

Ide itu punya kaki. Dia sering ngelayap kemanapun dia suka. Ide adalah musafir yang bisa tidur di kepala siapa saja.
Dan saya meyakini itu.
.
Copyright and Copyleft in Education

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: