//
you're reading...
Creativity, Human being, Life style, Lingkungan, Motivasi, Perubahan, Review

Creative living

Yuswohady
Sindo, 20 Maret 2016

Creative living adalah sebuah istilah yang saya dapat dari Elizabeth Gilbert dari buku terbarunya, Big Magic (dengan subjudul: Creative Living beyond Fear ). Anda pasti tahu penulis hebat satu ini.

Ya , karena beberapa tahun lalu novel dan filmnya, Eat, Pray, and Love, menggemparkan dunia. Dalam film tersebut sosok Elizabeth Gilbert dimainkan dengan sangat apik oleh artis Julia Robert. Kita begitu dekat dengan novel dan film ini karena sebagian besar kisah di dalamnya terjadi di Pulau Bali. Dan, harus diakui film ini turut mendongkrak popularitas Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Kalau menonton film ini, Anda pasti masih ingat sosok Ketut Liyer yang begitu menyita perhatian penonton di seluruh dunia. Berbeda dengan sebelumnya, melalui Big Magic, Elizabeth bukannya mengumbar imajinasi dan menabur kata-kata puitik untuk menghasilkan kisah fiktif yang mengharu-biru.

Dalam buku ini ia justru berbagi kiat mengenai behind the scene bagaimana proses kreatifnya dalam menulis cerpen atau novel. Kalau kita jeli, sesungguhnya apa yang diceritakannya tak melulu berlaku hanya dalam menulis novel, tapi juga kreasi dalam inovasi produk atau bahkan bisnis.

You Are What You Create

Creative living adalah hidup yang pekat diisi dengan penciptaan ihwal baru. Hidup yang setiap menit, jam, dan harinya kita isi dengan upaya penciptaan kreasi-kreasi baru yang bermanfaat bagi kita maupun orangorang di luar kita. Creative living juga hidup yang pekat diwarnai keberanian kita mewujudkan ide ide menjadi kreasi- kreasi yang bermanfaat.

Kreasi itu bisa berupa tulisan atau novel seperti yang dijalani Elizabeth. Atau, kalau kita musisi, bisa berupa lagu yang menginspirasi. Kalau kita manajer, bisa berupa inovasi produk seperti yang dilakukan Steve Jobs. Kalau kita aktivis, bisa berupa sebuah social movement yang menjadi solusi bagi masyarakat. Kalau kita entrepreneur, bisa berupa startup seperti Gojek. Kalau kita birokrat, bisa berupa reformasi birokrasi yang memangkas habis praktik korupsi.

Atau, apa pun kreasi yang kita mau. Menjalani creative living mengandung makna bahwa berkreasi merupakan bagian penting hidup kita. Bahkan berkreasi sudah menjadi alasan keberadaan kita hidup di dunia. Its our reason for being . Kalau kita tak mampu berkreasi menghasilkan sebuah karya yang meaningful dan (kalau bisa) mengubah dunia, secara otomatis kita tak berarti apa-apa. Kita hanya menjadi manusia rata-rata, tanpa karya, tanpa capaian.

Ya, karena kita hidup untuk menjadi manusia bermanfaat melalui karyakarya yang kita buat. Kita hidup untuk menjadi rahmat bagi alam semesta melalui kreasi kita. You are what you create !

Happier Life

Karena setiap kreasi baru membutuhkan ide-ide baru dan segar, creative living juga menuntut kita untuk bisa menemukan ide-ide segar dari waktu ke waktu. Untuk itu, pikiran, jiwa, dan raga kita haruslah menjadi “antena” penangkap ide-ide yang berseliweran di sekitar kita. Semakin peka antena kita, semakin banyak ide tertangkap. Sebaliknya, semakin bebal, ide-ide tersebut hanya lalu-lalang tak berguna.

Ketika kita menjalani creative living, pikiran, jiwa, dan raga kita begitu bebas mengembara dan responsif menangkap setiap ide yang berseliweran dan disediakan oleh alam semesta. Ingat, jika kita peka, setiap kejadian yang ada di sekitar kita, sekecil apa pun itu, bisa menjadi sumber ide dan inspirasi yang luar biasa. Dan, seperti kata Elizabeth (hehe .. saya pun mengalaminya), perburuan untuk menangkap ide-ide baru nan segar itu sebuah perjalanan yang luar biasa indah dan nikmat.

Akan menjadi semakin indah dan nikmat jika ide-ide itu bisa diwujudkan menjadi sebuah karya bersejarah kita. Ujungnya, karya tersebut bisa memberi kemanfaatan luar biasa bagi kita dan orang-orang di sekitar kita. Kalau tiga hal itu kita wujudkan (menangkap ide, mencipta karya, dan menebar manfaat), itu berarti kita komplit menjalani creative life. Creative life menjadikan hidup kita lebih berwarna dan bermakna.

Saya setuju dengan Elizabeth bahwa creative life is an amplified life. Itcreative life is an amplified life. Its an expanded life, a bigger life, and finally.. a happier life .

Yuswohady
Managing Partner, Inventure http://www.yuswohady.com @yuswohady

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: