//
you're reading...
Creativity, Ekonomi, Entrepreneurship, Information Technology, Kajian, Perubahan, Review

Stealth Company vs Perusahaan Tradisional ? Food for thought

Jusman Syafii Djamal
16 Maret 2016

Kini Internet of Things sudah masuk ke Indonesia. Semua doyan internet. Seperti chips internet kini bisa diimplant ke bisnis apa saja. Toko online, taxi online, hotel online , smartphone, egovernment, driverless car dan lain sebagainya.

Internet of thing menembus batas wilayah Negara seperti siluman. Dgn icloud kita bisa nyimpan data di Amerika atau di Canada atau di Batam atau Balikpapan meski kita tinggal di Gunung Sitoli.

Dari Pulau Rote anak muda creative Indonesia bisa kembangkan bisnis online operasikan taxi di Amerika atau di Inggris atau di Malaysia. Sayang kita lebih kagum dengan Silicon Valley dan karenanya jadi pengguna apps nya saja sudah senang bukan main.

Internet of things kini seperti siluman bisa menyelusup kesemua relung pasar dan membongkar semua bisnis tradisional tatap muka.
Dalam dunia penerbangan dikenal istilah Stealth Airplane. Pesawat tempur generasi ke lima yang memiliki teknologi canggih dan tak terdeteksi oleh radar.

Dalam ilmu militer stealth technology juga dikenal dengan nama LO Technology, Low observable technology. Ini sebuah cabang ilmu dalam disiplin ilmu kemeliteran terutama ketika kita belajar taktik dan strategi untuk menghindarkan diri dari pantauan musuh ketika pasukan melakukan penyerbuan untuk menguasai teritori atau membombardir pangkalan militer atau pusat objek vital negara lain.

Low observable technology ini biasanya memanfaatkan kemajuan dalam passive electronic counter measures technology,yang dimanfaatkan baik oleh prajurit, pasukan, kapal, pesawat terbag dan alat peralatan utama kekuatan militer lainnya ketika masuk kewilayah musuh.

Teknologi ini memungkinkan musuh bisa masuk ketritori tanpa dideteksi oleh radar, sonar, infrared atau teknologi deteksi dini lainnya.

Sebetulnya teknologi siluman ini bukan barang baru. Ia mulai dikembangkan tahun 1958 ketika Amerika menggunakan pesawat mata mata U2 yang mampu mengecoh radar Rusia dalam perang dingin.

Kemudian kemampuan teknologi siluman ini dipermodern dengan penggunaan bentuk konfigurasi dan material pesawat terbang yang dikembangkan oleh Gruman ketika membangun pesawat pembom siluman B2 Spirit, stealth Bomber, serta B117

Kini prinsip yang sama diterapkan oleh Amerika dalam wilayah inovasi Perusahaan yang memanfaatkan kemajuan teknologi ICT .
Lahir Google, Facebook, Amazon, Bnbr, Uber Taxi dan segala jenis perusahaan Silicon Valley yang dengan kecanggihan model bisnisnya kini mampu merambah masuk kewilayah pasar dunia lainnya.

Model bisnis ini mirip pesawat berteknologi siluman, mampu meliwati semua rambu rambu peraturan mengadakan transaksi dan beroperasi dinegara lain tanpa proses ekspor impor atau proses bisnis biasa.

Menembus batas wilayah melakukan transaksi tanpa membayar retribusi ataupun pajak atau kewajiban badan hukum lainnya. Yang menarik semua happy, Ini dianggap sebuah terobosan dan kemajuan teknologi.

Buku the World is Flat karya Friedman mungkin bagus diberikan contoh referensi untuk memperlihatkan bagaimana model bisnis offshore, dan outsource telah melahirkan perusahaan raksasa dengan mata rantai produksi yang mengglobal dan mata rantai gerai penjualan yang juga mengglobal. Kemajuan teknologi ini dimanfaatkan oleh China dan menjadikan mereka pusat produksi industri manufaktur dunia.

Tahun 1986 seorang lulusan Princeton bernama Jeffrey Preston Jorgensen yang kemudian dikenal dengan nama Jeff Bezos bekerja di Wall Street dalam bidang computer science. Ia mendapat tugas untuk merancang jaringan “international trade” dari perusahaan bernama Fitel.

Tahun 1994 Bezos membangun sebuah perusahaan di garasi mobil dan kemudian perusahaan ini diberi nama Amazon.com. Perusahaan ini menari diatas gelombang kemajuan Internet. Melalui Amazon.com , Bezos membangun raksasa retail dunia. Ia kembangakn toko dunia maya terbesar. Supermall dalam jagat dunia maya.

Ibarat teknology stealth, perusahaan Amazon ini menyelusup seperti siluman langsung masuk ke sudut sudut belahan dunia. Semua orang sambil main smartphone dan laptop kini bisa membeli buku, atau barang lainnya ke supermall bernama amazon yang kantor pusatnya ada di Seattle.

Kini Bezos menurut wikipedia “As of 1 January 2016, Bezos’ personal wealth is estimated to be US$59. billion, due in part to a recent spike in Amazon’s stock price, ranking him 4th on the Forbes list of billionaires.”
Warung dan pasar tradisional diseluruh dunia terutama toko buku kini hancur berantakan disambar serbuan “metode online” yang dikembangkan oleh Bezos.

Bagi tiap negara amazon,com ini seperti pesawat stealth B117 bisa keluar masuk teritori tanpa terdeteksi. Dalam satu klik bisnis tradisonal bisa berantakan. Langkah bezos itu kini jadi trend. Dalam dunia transportasi muncul Grab Bike, Uber Taxi.

Kini Airbnb sebuah model bisnis online yang memanfaatkan apartment dan rumah pribadi yang kosong telah mampu menyediakan 17 juta tamu secara perlahan menjadi pesaing hotel ketika musim panas atau musim semi tiba. Uber Taxi yang berpusat di Amerika mampu menjadi taksi bagi jutaan orang diseluruh dunia tanpa perlu menjadi badan hukum.

Setiap hari jutaan Mobil pribadi yang nganggur kini bisa beroperasi sebagai taksi. Asal mau jadi partner Uber Taxi
WeWork, an American outfit that provides accommodation for startups, has 8,000 companies with 30,000 workers in 56 locations in 17 cities.

Seperti siluman perusahaan online yang berpusat di Amerika kini merambah pasar dunia dan kini masuk kewilayah pasar diseluruh Negara lain tanpa dapat dihambat, menggerus lapangan kerja dan juga pendapatan pajak.

Kini saatnya policy maker perlu mendefisikan kembali atau berupaya menemukan kembali apa yang disebut Perusahaan berbadan hukum Indonesia dan ruang lingkup operasi online ini, begitu tulis majalah the Economist 24 Oktober 2015.

Tanpa upaya untuk melakukan Reinventing the Company maka perusahaan berbasis online akan beroperasi seperti layaknya Stealth Company, yang terus menggerus bisnis perusahaan tradisional dengan kios fisik dan pasar disudut sudut jalan.

Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: