//
you're reading...
Lingkungan, Motivasi, Pendidikan, Perubahan, Review

“Membacalah Untuk Anak Indonesia”

Disampaikan dalam orasi 24 MAret 2012
dalam Gerakan Literasi Indonesia
Oleh: Dewi Utama Faizah (Staf Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)

Engkau mungkin punya banyak simpanan kekayaan
Peti-peti kayu penuh perhiasan emas dan berlian
Namun engkau tidak akan pernah bisa lebih kaya dari aku
Karena aku punya ayah ibu dan guru yang membacakanku buku

Tingkah laku ekstrem para orangtua dan guru yang mengatas-namakan kualitas dan perbaikan, setengahnya telah menjadi alat mengerikan yang membunuh harapan, motivasi, energi kebajikan, dan kecerdasan para belia di hampir seluruh bagian dunia saat ini. Pendidikan yang selayaknya penuh dengan sentuhan kasih sayang, kegembiraan, keingintahuan, dan kehangatan telah berubah menjadi mesin waktu, bisnis les, dan bisnis industri. Waktu istirahat dan tidur para belia yang penuh dengan canda tawa bersama saudara dan teman-temannya harus dijalani dengan mengikuti aneka bimbel dan tes. Banyak sekarang sekolah tidak lagi memiliki halaman bermain dan jam istirahat cukup untuk turun main-main. Kita telah melatih anak-anak kita menjadi generasi paling stres, gelisah, kurang tidur, dihakimi dan diuji, dan tidak mendapat gizi untuk rumah kejiwaannya.

Harvard University, sebuah perguruan tinggi top dunia, saat ini mengeluhkan tampang para mahasiswanya yang menatap dengan hampa- nanar, seperti para pejuang yang baru saja selamat dari kamp-kamp konsentrasi. Pola asuh di dalam rumah tangga dan kebijakan pendidikan yang kurang mampu dimaknai dalam implementasi kehidupan anak telah memperparah kondisi anak-anak di sana dan di seluruh jagat raya ini. Kondisi memprihatinkan ini melahirkan UU Federal di Amerika yang bertajuk “No Child Left Behind”. Indonesia pun juga meratifikasi bebagai kesepakatan dunia untuk kehidupan anak yang lebih nyaman, aman, dan bahagia dengan Pedagogy of Love, PAKEM, pendidikan inklusif, pendidikan ramah anak, pendidikan multikultural, pendidikan karakter, dan banyak lagi lainnya.

Para ibu ayah dan guru yang bijak bestari yang hadir dalam kebersamaan ini….
Anak kita bukanlah mesin yang efisien, bukanlah pesawat terbang yang bisa dirancang mendarat dan terbang tepat waktu. Mereka adalah anak manusia yang membutuhkan proses dan waktu untuk menumbuhkembangkan beragam potensi dan nilai-nilai dasar kemanusiaannya. Membaca dan menulis misalnya, selalu menjadi masalah pelik bangsa besar kita tercinta ini. Oleh karena televisi telah menjadi virus baru dan menjadi parasit yang mencuri banyak materi cetakan melalui reporter dan pembawa acaranya yang menarik, seksi, lucu, dan pintar merayu. Sementara games, komputer, DVD, CD, dan internet memiliki format, gambar, warna, dan suara yang lebih indah dari sosok ayah-ibu dan guru. Atau sedihnya lagi orang-orang yang seharusnya banyak membaca, para orang tua, guru, kepala sekolah, guru, dosen, profesor, anggota dewan yang terhormat, presiden yang mulia tidak memiliki waktu lagi untuk membaca.

Saudaraku kaum ibu, ayah, dan bapak ibu guru yang budiman….
Manusia adalah makhluk ‘spesies oral’. Seorang ibu dan ayah memasukkan kata-kata ke dalam otak anaknya melalui MATA dan TELINGA. Mengajaknya bercanda, berkata-kata, mendongengkannya dengan berbagai kisah dan cerita penuh cinta. Kenapa harus membacakan cerita? Oleh karena semua anak sebagai makhluk ia butuh membaca – Iqra’. Semua anak-anak kita yang baru masuk TK dan SD 100% antusias belajar membaca. Sayangnya minat membaca yang 100% itu terus saja berkurang hingga 78% saat menginjak SD. Sementara semua yang terkait dengan kurikulum sekolah bergantung 100% pada kegiatan membaca. Lulus UN karena membaca, dan jadi doktor profesor karena suka membaca. Membacalah terus untuk Anak Indonesia, ayah, ibu, dan guruku tercinta!

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: