//
you're reading...
Creativity, Human being, Lingkungan, Pendidikan, Perubahan, Renungan

Renungan Pendidikan #62

Harry Santosa

‪#‎fitrahbakat‬

Jangan kaget jika anda mendengar atau melihat ada bayi atau balita yang bisa diajarkan kalkulus yang biasanya diajarkan pada mahasiswa semester akhir.

Jangan heran jika ada anak balita yang mampu menghafal satu halaman hanya melihat sepintas beberapa detik, bahkan menghafal alQuran sebelum usia 3 tahun.

Juga jangan takjub jika ada balita mampu memainkan partitur musik Paganini dan Bach dengan sempurna dan indah, atau melukis seindah maestro lukis dsbnya.

Tetapi yang terpenting, jangan panik, jika bayi anda bukan seperti bayi atau balita di atas yang nampak jenius. Jangan lebay obsesif sehingga dengan segera menggegas bayi atau balita anda agar kelak bayi anda bisa seperti itu.

Secara alamiah fitrah perkembangan, selain belum perlu di usia balita belajar yang rumit kognitif, juga belum tentu sesuai fitrah bakat anak kita.

Juga sadarlah bahwa tidak semua bayi diciptakan sama, bahkan tiap bayi lahir fitrah atau diciptakan tanpa contoh alias unik.
Hati hatilah, jika obsesif maka anda dan anak anda bisa terancam frustasi, depresi dan malah kehilangan percaya diri dan jatidiri karena tak kenal diri dan tak tahu diri.

Mengapa demikian? Karena berharap dan berobsesi agar bayi anda seperti bayi lain adalah harapan orang yang tidak beriman dan tidak bersyukur. Karena dengan begitu kita sedang menuju kepada kufur nikmat fitrah dan memancing adzab.

Ketahulah bahwa setiap bayi adalah unik dan punya potensi istimewa masing masing karena keunikannya itu. Dan setiap makhluk pasti memilik keistimewaan dan keterbatasan, yang sesungguhnya tiap keterbatasan itu menyertai dan melengkapi keistimewaannya.

Jadi bisa saja bayi bayi yang hebat di atas tadi adalah bayi berbakat khusus dan jenius dalam satu sisi, namun di sisi lainnya bayi dan balita itu bisa jadi memiliki kelemahan atau keterbatasan sebagai pelengkap keistimewaannya itu.

Ketahuilah, anak balita jenius yang bisa menghafal satu halaman dengan hanya melihat sepintas, umumnya adalah anak autis cerdas, yang mampu mengkontekskan antar kata dalam tulisan dengan cepat. Itu karena mereka sangat sensitif terhadap pendengaran dan penglihatan, namun justru punya keterbatasan lain misalnya nampak tidak normal dalam sosialnya karena bereaksi berlebihan terhadap suara dan visual.

Ketahuilah anak anak yang memiliki bakat seni hebat, seringkali dijumpai memiliki kesulitan rekognisi huruf dan angka atau disleksia. Mereka melihat barisan huruf meloncat loncat seperti menari nari berputar putar. Inilah keterbatasan mereka.
Anak anak yang nampak tidak jenius seperti di atas bukan berarti tidak memiliki keistimewaan.

Jadi misalnya jangan sedih dan galau jika anak anda sulit menghafal, atau mudah melupakan apa yang dihafal, karena menjadi penghafal memerlukan tingkat kecerdasan dan bakat khusus.

Jangan bandingkan anak anda dengan Ulama yang sudah hafal 30 juz pada usia balita atau yang hafal dua juta hadits beserta riwayatnya, karena tidak setiap anak punya kehebatan yang sama seperti orang orang hebat itu.

Jangan pernah mendoakan anak anda agar menjadi seperti orang lain, namun doakanlah agar anak anda menjalani jalan fitrah bakatnya sehingga karya dan keshalihan atas potensi atau sifat uniknya setara dengan karya dan keshalihan orang orang shalih sebelumnya

Amati dan temukan saja sisi keistimewaan anak kita. Sisi keistimewaan itulah pintu keshalihan, peran peradabannya, misi spesifik penciptaanya dan jalan cahayanya yang akan menerangi alam semesta. Mulailah dari sana dengan konsisten. Itulah jalan suksesnya.

Maka kebersyukuran melahirkan ketenangan dan keoptimisan dalam mendidik. Menghantarkan kita dan anak kita menuju kesejatian fitrah penciptaan Allah SWT.
“Barang siapa menempuh jalannya, maka dia akan sampai kepada tujuannya”

Salam Pendidikan Peradaban

#‎pendidikanberbasispotensi‬
‪#‎pendidikanberbasisfitrah‬ dan akhlak

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: