//
you're reading...
Human being, Pendidikan

Mensyukuri Fitrah Bakat Anak

Kenapa saya lebih memilih redaksi MENSYUKURI FITRAH BAKAT? Karena ada semangat yang lebih spiritual. Bahwa ada karunia Allah berupa fitrah bakat, yang bisa jadi selama ini kita abaikan dan tidak kita syukuri. Justru yang ada kita mengkufuri karunia ini dalam bentuk pengabaikan, pemaksaan kehendak, serta penyeragaman dalam pendidikan. Jadinya berlakulah konsekuensi dari syukur dan kufur nikmat ini. Bila bersyukur Allah kan semakin tambah nikmat-Nya. Bila kufur maka siksa Allah itu teramat pedih. Nah, siksa pedih itu amat nampak dalam kualitas SDM generasi bangsa ini.

Baiklah, ijinkan sy bercerita ya🙏. Cerita tentang bagaimana saya belajar memahami Fitrah Bakat ini. Dimana saya justru banyak belajar dari anak saya yang pertama. Dia jadi murid sekaligus guru saya.
Ceritanya, waktu kelas VIII di Sekolah Alam Karawang, anak saya sempat dilakukan pemetaan bakat oleh sekolah yang hasilnya dituangkan dalam lembaran print out berjudul TALENTS MAPPING . Hasilnya, anak saya ternyata memiliki tujuh bakat terkuat dari 34 tema bakat yang ada, yaitu :

1. WOO (Winning other over), 2. IDEATION 3. FUTURISTIC 4. COMMUNICATION 5. INPUT 6. COMMAND 7. RESPONSIBILITY

Karena baru kenal tantang per-bakat-an, saya tidak begitu paham maksudnya. Waktu itu saya masih lebih tertarik dengan konsep Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intellegences. Setelah sedikit belajar, saya mulai faham bahwa pada dasarnya manusia memiliki semua bakat di atas. Hanya saja ada yang kuat dan ada yang lemah. Keunikan manusia itu terletak pada urutan bakatnya, dari yang terkuat sampai yang terlemah

Sebelum pemetaan bakat itu dilangsungkan, anak saya sudah mulai belajar menulis, yang kemudian menikmatinya. Kita sering menyebutnya passion. Waktu hasil TM diberikan dan ternyata cocok dengan aktivitas menulisnya itu, yakni terkait dgn bakat IDEATION dan COMMUNICATION. Saya berfikir itu hanya kebetulan saja. Sebuah kebetulan yang positif, ya sudah, diteruskan saja. Maka anak sayapun hampir setiap hari menulis. Menulis apa saja.

Ternyata, bakat yang sudah terinstall di dalam diri kita itu ketika diaktualkan dalam bentuk aktivitas akan menghasilkan kekuatan (STRENGTH). Bakat sendiri dalam hal diartikan sebagai SIFAT YANG PRODUKTIF. Dimana ciri-ciri seseorang melakukan aktivitas yang di situ terletak kekuatan dan bakatnya adalah ENJOY, EASY, EXCELENT, dan EARN.

Buah dari aktivitas menulis yang itulah yang kemudian menjadi tiket keberhasilan anak saya. Ketika tulisannya mencapai sekitar 200-an artikel, ternyata ada penerbit yang menawarkan untuk diterbitkan. Maka jadilah buku pertamanya BREAKING THE LIMIT. Terbit persis di penghujung SMP. Dengan buku ini ia berhak atas royalty dan punya sesuatu yang bisa dijual. Bakatnya sudah menghasilkan (EARN).
Karena buku dan tulisannya itu pula, kemudian ia ditawari masuk sekolah dengan fasilitas beasiswa full. EARN berikutnya.

Dari pengalaman mendampingi anak pertama itu, membuat saya kini lebih rileks mendampingi anak-anak yang lain. Ternyata tugas saya hanya mendampingi mereka. Mengamati kecenderungannya. Menumbuhkan semua fitrahnya. Diantaranya, memfasilitasi kegiatan yang sekiranya bisa menumbuhkan bakat dan kekuatannya.

Yg saya rasakan, mengeksplorasi bakat anak bukanlah seperti mengukur kayu dengan penggaris. Tapi sebuah seni tentang bgm mengamati perilaku dan kecenderungan anak. Sehinggadi situ membutuhkan kelekatan (attachment), dialog interaktif, serta aktivitas bersama.
Setelah pengamatan di atas, kita perlu mencatat sinyal-sinyal atau kejadian penting. Pegiat pendidikan menyebutnya sebagai portofolio.

Hal yang penting dicatat juga, bahwa efek positif lain dari penghargaan terhadap bakat anak ternyata juga berefek pada fitrah-fitrah yang lain. Misalnya, terhadap fitrah keimanan yang terkait dengan aspek ibadah dan akhlak. Anak-anak jadi lebih mudah diajak berbuat baik. Anak-anak yang cowok lebih mudah diajak sholat ke masjid. Anak yang perempuan bisa konsisten untuk tidak pacaran. Sesuatu yang sebelumnya sangat saya khawatirkan.

Semoga bermanfaat 🙏🏻
Share dari Bapak Solihudin di Bekasi

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: