//
you're reading...
Creativity, Entrepreneurship, Kemandirian, Lingkungan, Perubahan, Review

Taman Inovasi di Kawasan Bandung Raya : A Food for Thought

Jusman Syafii Djamal
23 February 2016

Waktu dua hari jalan jalan menelusuri kota Bandung, seperti tahun 1973 hingga 2003 yang saya sering lakukan, saya perlu acungkan jempol untuk pak Walikota. Bung Ridwan Kamil. Banyak improvement yang dilakukannya untuk membuat kota Bandung lebih tertata rapi. Gorong gorong, Taman , Trotoar dan lain sebagainya. Bandung Bersih Hijau Berbunga jadi kenyataan.

Akan tetapi kota Bandung dikenal sebagai Parijs Van Java. Kota Paris nya Jawa. Julukan itu bukan semata merujuk pada keindahan dan tata ruang yang rapi. Bandung seperti Paris bukan kota pensiunan.

Paris didirikan pada abad ke 3 oleh bangsa Celtic dengan nama Parisii. Sejak abad 12 Paris menjadi pusat kemajuan Eropa. Universitas Paris menjadi salah satu pusat penggerak peradaban.

Tak heran jika pada abad ke 18 kota Paris menjadi panggung utama atau “center stage” of French Revolution.

Seperti tertulis di Wikipedia : “Paris is the home of the most visited art museum in the world, the Louvre, as well as the Musée d’Orsay, noted for its collection of French Impressionist art, and the Musée National d’Art Moderne, a museum of modern and contemporary art. Paris contains the headquarters of 29 of the 31 French companies ranked in the 2015 Fortune Global 500”

Dengan penjelasan diatas saya ingin mengajak warga Kota Bandung untuk kembali meneliti sejarah tentang pemberian julukan Parijs van Java.

Bukan semata mata karena keindahan nya. Melainkan karena banyak harapan ditumpahkan agar Bandung mampu menjadi salah satu pusat pembangkit “science and technology”.

Sebab itu sejak tahun 1920 berdiri Pendidikan Tinggi Teknik bernama ITB.Ada harapan agar ia menjadi seperti Paris yang menjadi rumah Universitas Paris sebagai salah satu pusat peradaban Eropa.

“Paris is the home of the most visited art museum in the world, the Louvre, as well as the Musée d’Orsay, noted for its collection of French Impressionist art, and the Musée National d’Art Moderne, a museum of modern and contemporary art”. Begitu kata wikipedia.

Taman kota seperti taman jomblo, taman lansia dan segala jenis taman lainnya yang telah diprakarsai oleh walikota Bandung amat sangat membangkitkan harapan kita semua akan penataan kota yang rapi dan bersih.

Taman biasanya monokultur. Hanya satu jenis tanaman yang dipelihara dan dirawat. Tetapi bagi sebuah kota seperti Bandung dan Jakarta yang diperlukan bukan hanya taman, melainkan Hutan Kota. Disebut hutan karena tidak monokultur. Banyak variasi tanaman keras yang tumbuh dan dipelihara.

Hutan berarti lebat, rimbun dan banyak variasi pohon besar seperti Kebun Raya. Sayang itu yang sukar diciptakan. Sebab perlu biaya besar.

Dengan pemberian julukan Parijs van Java sebetulnya ada harapan tersembunyi agar di Bandung dapat berdiri banyak Taman taman Inovasi.

Seperti Cihampelas sebagai pusat produksi pelbagai jenis Jeans dan Baju kerja. Mungkin bisa disebut sebagai Taman Inovasi Pakaian dan Fashion.

Begitu juga Cibaduyut tempat pelbagai warga Bandung yang berketerampilan tinggi dan disainer sepatu bertemu. Bisa dikembangkan menjadi Taman Inovasi Sepatu, Tas dan Jacket Kulit.

Dan di Majalengka menjadi Taman Inovasi Tektil dan Produk Tekstil.Di jalan Pajajaran mungkin dalam kompleks IPTN dapat dikembangkan Taman Inovasi Produk Dirgantara, dimana semua anak muda bisa belajar membuat aeromodelling dan Drone.

Di Geger Kalong tempat kantor Telkom mungkin bisa dikembangkan sebuah Taman Digital, dimana segala jenis gadget dapat diproduksi.

Begitu juga di Cikapundung dapat dikembangkan Taman Inovasi Racikan Kopi Preanger yang terkenal itu.

Banyak inovasi yang mampu diciptakan oleh warga Bandung. Potensi itu yang belum digali dan dibangkitkan.

Kita masih terpusat pada soal soal kerapihan dan kebersihan. Belum memusatkan diri pada upaya membangun kembali pusat pusat produksi barang, hasil karya sendiri.

Karenanya pertanyaan penting yang terus perlu diajukan, Mungkinkah kita membangun banyak Taman Taman Inovasi di Kota Bandung, selain taman taman bermain.

Inovasi berarti “Learning to unlearned”, mempreteli jejak produk masa lalu (tear down), mengajukan pertanyaan tentang motip produsen dan disainer masa lalu berposes.

Misalnya dengan mempreteli baju hasil karya disainer ternama misalnya, kita dapat memahami mengapa bagian yang ini dijahit begini kenapa tidak begitu, Mengapa ada sulaman, dan mengapa lahir tenunan. Begitu juga dengan mempreteli handphone atau mobil dan motor, kita bisa belajar mengapa komponen dibuat sepeti ini dan tidak seperti itu.

Salah satu keunggulan Kota Bandung ada dikota ini banya “dukun teknologi” sebuah istilah yang diberikan kepada para ahli yang tangannya begitu trampil mengurai jejak kabel atau struktur mobil tua untuk dimodifikasi dan dikembalikan keasliannya. Begitu juga “dukun kompter dan smartphone serta software”, banyak tersembunyi di Kiosk Kiosk.

Mereka sering terlihat merangkai kembali pretelan jejak produk teknologi masa lalu untuk ditempatkan kedalam frame, bingkai fikiran dan persfektip baru yang sesuai selera pasar masa kini.

Inovasi bisa berarti cara baru, metode baru, produk baru, mata rantai proses nilai tambah baru, landskap fikiran baru. Inovasi bisa berarti Adopsi, Tiru dan Modifikasi untuk menemukan “branding” baru yang sama sekali berbeda dengan yang ada.

Kita memerlukan Taman Inovasi yang menyebabkan Bandung sebagai pusat pembangkit harapan masa depan Indonesia. Pembangkit Daya Saing Bangsa Indonesia yang kini memasuki Masyarakat Ekonomi Asean.

Bangsa Indonesia perlu kembali memiliki lokasi atau cluster tempat teknologi dan market saling bercengkrama.

Lokasi dimana disainer dan manufakturer bisa meningkatkan “learning curve” dan keterampilan QCD atau Quality , Cost and Delivery untuk menjadi Produsen Teknologi.

Di Bandung ada ITB, PT Dirgantara Indonesia, PT LEN, PT INTI, PT Telkom dan juga LIPI serta Puslitbang Geologi.

Banyak potensi terpendam yang mampu digerakkan menjadi Inovator.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: