//
you're reading...
Creativity, Ekonomi, Entrepreneurship, Information Technology, Leadership, Perubahan

Global Network dan Granular Market

Jusman Syafii Djamal
23 Feb 2016
Global Network dan Granular Market

C.K Prahald yang pernah dijuluki “the World’s Most Influential Management Thinker” oleh Times of London tahun 2007 dan “The most influential thinker on business strategy” oleh Business Week tahun 2008, menulis buku berjudul New Age of Innovation.

Buku yang ditulis tahun 2008 itu menarik. Dalam bab Transformasi Business ia telah menunjukkan pentingnya perusahaan merubah model business. Sebab arus digitalisasi, miniaturisasi dan modularisasi telah menyebabkan sebuah model bisnis masa lalu cepat kadaluarsa.

Kini tahun 2016 apa yang dikatakan oleh Prahald delapan tahun lalu menjadi kenyataan. Bisnis toko buku, penerbitan majalah dan surat kabar cetak mati ditelan kemajuan internet yang menciptakan Amazon dan ebook. Begitu juga bisnis kiosk taxi dan ojek mati ditelan uber taxi dan gojek. Sebentar lagi bisnis agen perjalanan dan hotel lumpuh ditelah online kiosk dan brnb.

E-commerce.

Ancaman dan tantangan bagi pengusaha online Indonesia, kini juga muncul. Ada langkah kebijakan dan program Deregulasi yang dijalankan oleh Menko Perekonmian saat ini, semua bisnis online tersebut terbuka seratus persen bagi modal asing. Ini bisa jadi opportunity, berkah atau musibah baru. Kita belum tau.

Dengan kata lain semua layanan pemesanan buku, perjalanan dan hotel bisa saja dimiliki bukan oleh orang Indonesia. Kata kata seorang Profesor, Maha Guru Bisnis dari MIT America yang menulis buku berjudul “clockspeed”, akan terwujud.

Ia bilang “beware with Intel Inside” and Beware of Wal Mart outside”. Berhati hatilah jika bekerja sama dengan orang lain.Sebab kompetitor kini bisa menempatkan “kuda troya” dalam sistem dan mekanisme bisnis yang ditekuni. Musang bulu ayam ada dalam kandang ternak kita.

Nasehat Prof Fine ini merujuk pada pengalaman raksasa bisnis Komputer IBM. Yang menempatkan processor INTEL kedalam sistem komputer produksinya. Akhirnya Perusahaan INTEL jauh lebih maju dari IBM.

INTEL mampu melahirkan banyak cabang bisnis dan processornya dapat digunakan oleh perusahaan selain IBM untuk melahirkan tiruan desktop dengan judul “IBM Compatible”.

Begitu juga pengalaman raksasa retailer Wal Mart yang menjadi “outlet” dari semua produk. Dan outlet itu tumbuh seperti raksasa, keuntungannya mengalahkan semua industri pencipta produknya.

Dengan kata lain berhati hatilah memilih mitra, baik dimata rantai produksi maupun dalam mata rantai channel distribusi.

Kini bisnis Google yang menumpang dalam jalur fiber opticnya Telkom diseluruh dunia pastilah jauh lebih tinggi revenuenya dibanding providernya. Begitu juga AliBaba di China. Hal sama pada Amazon.com.

Atau di Indonesia kiosk online yang menjual ticket pesawat ataupun hotel tak mungkin mengalami kerugian meski Hotel dan Maskapai Penerbangan nya kembang kempis dilanda stagnasi ekonomi.

Karenanya “fundamental transformation of business” sedang berjalan dengan kereta api ekspress.

Ibarat gempa tektonik, lempengan didalam bumi sedang bergerak menggoncang semua sendi dan fondasi bangunan arsitek diatasnya. Begitu kata Lester Thurow.

Transformasi yang sedang terjadi menurut C.K Prahald berdiri diatas dua dua lempeng pilar. Yakni :

Pertama, Value is based on unique, personalized experience of consumers. Firm have to learn focus on one consumer and her experience at a time, even if they serve 100 million consumers. We have to focus on the centrality of the individual. Granular Market.

Kedua, No Firm is big enough in scope and size to satisfy the experience of one customer at a time. All firms will acces resources from a wide variety of other big and small firms – a global ecosystems. We have to focus on access to resources, not ownership of resources.

Dengan kata lain pendekatan ourtsourcing dalam mata rantai nilai tambah dan mata rantai pasokan telah menjadi fenomena yang dapat meruntuhkan bangunan lama dari model bisnis masa lalu kita.

Dalam hal ini muncul kelemahan Indonesia sebagai wilayah pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada kekuatan industri.

Sebab mendirikan industri komponen tidak mudah. Di tiap mata rantai produksi ada pungutan pajak berantai dalam setiap transaksi yang terjadi. Jika kita memiliki sepuluh pemasok komponen berarti tiap kontrak dan transaksi yang terjadi dalam menghasilkan produk jadi memiliki pungutan pajak. Dan jika semua mata rantai ini dikelola secara terintegrasi untuk menghasilkan satu jenis produk. Pastilah biaya produksinya akan lebih mahal dibanding impor barang jadi.

Mendirikan industri integrator juga tak gampang sebab kembali lagi mata rantai insentif bebas bea masuk dan kawasan industri tidak diikuti oleh mekanisme pajak yang kondusif. Mendirikan industri otlet secara online seperti bukalapak.com atau travelooka juga kini ada ancaman baru. Yakni paket dergulasi ekonomi yang membolehkan semua investor asing masuk keranah atau domain mereka secara seratus persen.

Namun demikian paket dergulasi satu hingga sepuluh yang membuka semua pasar domestik untuk berkometisi bebas telah mengalir seperti airbah.

Investment Driven Economy sedang didorong. Rumus if you cannot beat them, joint them terpaksa ditempuh pengusaha Indonesia.

Motto “Transformation or Die” harus diterapkan. Tanpa Transformasi Bisnis, hanya jalan buntu yang dihadapi.

Dan Transformasi sayangnya punya equation standard yakni “continuity and change”.Tak mungkin transformasi dilaksanakan dalam satu malam. Hidup kini tak mudah lagi. Sebentar lagi semua perusahaan akan lebih tertarik gunakan manajer dan supervisi dari Filipina atau India. Sebab bahasa Inggris dan produktivitas nya sebanding dgn Cost nya.

Zona Nyaman kita sudah berakhir. Bagi Yang masih Berselimut, mari Bangkit dari tidurnya.

Salam. Mohon Maaf jika keliru.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: