//
you're reading...
Creativity, Entrepreneurship, Human being, Leadership, Perubahan

Membangun Trust Society : Role of Leadership

Jusman Syafii Djamal
Feb 7, 2016

Tahun 1847 seorang imigran Jerman mengadu nasib ke Amerika. Namanya Levi Strauss. Ia tiba di New York,ketika ada demam emas melanda. Ia pindah ke California. tempat orang berburu emas. Akan tetapi ia tak punya keahlian penambang emas. Passsion atau gairah kerjanya menyala ketika bergulat dengan produk tekstil. Bisnis ditempat ia jagoan, jadi pedagang kain memasok ke toko serta penjahit. Ia cermat ambil keputusan.

Awal fokusnya menjadi pemasok jenis kain tahan cuaca. Ketika itu penggali emas California punya masalah soal celana sering koyak dibagian bokongnya. Salah satu pelanggan tetapnya adalah Jacob Davis. Sebagai ‘taylor-man”, menjahit berdasarkan pesanan, Jacob punya ide menjahit celana dengan cara unik. Pada bagian belakang dibuat deretan paku keling tembaga. Muncul model celana jean pertama khusus penambang emas.

Kebetulan pemasok kainnya tak lain adalah Levi Straus dari San Fransisco. Mereka jalin perkongsian. Yang satu memasok kain, yang lain menjahit dan membuat celana yang pas untuk para penambang. Celana jadi, penambang gembira. Karena laku, banyak pelanggan menganjurkan mereka mendaftarkan karya cipta mereka ke lembaga patent. Pada 20 Mei 1873 lahir patent “copper riveted jeans” atas nama Strauss and Davis. Tanggal itu kemudian dijadikan hari kelahiran perusahaan Levi Strauss & Company.

Levi Straus dan Jacob Davis kemudian terkenal. Produk celana jeansnya dapat diandalkan. Mereke mendeliver apa yang diminta pelanggan sesuai harapan. Jarang pelanggan kecewa dengan “copper riveted Jeans” yang diproduksi. Dengan dedikasi dan kerja keras mereka berhasil melahirkan dan memperbesar lingkaran kepercayaan para pelanggannya. Celana Jeans dan Jacket Levis diproduksi melalui standard ukuran dan kualitas tinggi yang tepat dan benar.

Celana enak dipakai dan nyaman digunakan berkali kali. Jacket dan Celananya terbuat dari matrial kain yang kuat dan tahan robek. Dapat berumur lama, enak dipandang. Terutama untuk para cowboy dan pekerja kasar di tambang tambang.

Pada 18 April 1906, gempa yang dahsyat di San Fransisco menghancurkan pabrik mereka. Pusat produksi hancur berantakan. Pasokan menyusut. Pelanggan merasa kehilangan celana kesayangannya. Apa yang dilakukan oleh Levi Strauss dan Jacob Davis ketika krisis melanda mencengangkan banyak pihak.

Mereka tidak me”layoff’ para penjahit yang bekerja untuk mereka. Gaji tetap lancar meski pekerjaan tidak ada karena kantor dan pabrik sedang dibangun kembali. Mereka mencoba bertahan dengan membuat shelter dan pabrik cadangan ditempat lain, hanya untuk membuat pekerja tak menganggur dan pelanggan tak kehilangan celana jeans kesayangannya.

Tindakan dikala krisis yang dilakukan tanpa mereka sadari telah membangun rasa percaya para pekerja dan pelanggan pada kesungguhan dan dedikasi kedua orang tersebut. Kepercayaan telah dijadikan oleh Levis & Devis sebagai mantra hidupnya.

Trust has to be an integral part of everyday working life.

Hingga kini celana Jeans jadi terkenal seantero dunia. Di Cihampelas semua turis baik domestik maupun mancanegara berburu Jeans , jahitan orang Bandung. Kampanye mulut kemulut membuat Bandung kini dikenal sebagai pusat celana Jeans dan Factory outlet. Kepercayaan lahir tanpa diundang, karena di Siliwangi ada motto Silih asih, silih asaha dan silih asuh.

Ketika masih mahasiswa dulu tahuun 73 an banyak teman yang berlangganan makan di Warung Mesin dekat ITB atau warung nasi di Cihapit dan pasar simpang. Ketiga warung ini dikelola oleh ibu penjaga yang ramah dan menyenangkan. Setidaknya karena mereka selalu percaya pada mahasiswa yang datang dan pergi.

Mereka membuka warung dengan dua cara pembayaran “Cash and Carry” begitu kata teman. Makannya “cash” tapi duitnya keri. Makan dulu bayar belakangan. Jika tak punya uang cukup menulis disebuah buku. Tiap mahasiswa yang tak punya uang boleh menulis nama dan jumlah nasi serta lauk pauk yang dimakan pada jam dan tanggal yang ada. Setiap mahasiswa memiliki balance sheet. Neraca dibuat sendiri. Ibu pemilik warung tidak peduli, apa dan berapa jumlah tahu tempe atau sayur an ikan yang disantap. Tiap mahasiswa dipercaya jujur dan amanah. Menulis apa yang dimakan dan memakan apa ditulis.

Tanpa sadar mereka sudah meniru langkah Levis Strauss dan Jacob Devis, membangun lingkaran Trust diantara pelanggan dan produsen. Trust has to be an integral part of their life.Saya fikir saat ini kedua contoh diatas perlu dimiliki oeh kita semua saat ini, terutama disaat ekonomi melambat sedang bergelayut diudara.

Kata Levi Strauss : “Trust takes time to grow”. Tidak perlu kita saling menunggu kapan kita harus percaya pada orang lain. Sebab jika ibu pemilik warung mesin di sekitar jalan Ganesha Bandung , tak punya rasa percaya pastilah ia menempatkan seorang penjaga dipintu warung, setiap mahasiswa diperiksa ktp atau kartu mahasiswa ibarat Aviation Security di Bandara yang selalu mengechek apa nama tertulis di ticket sama dengan nama di ktp atau sim.

Kita tak perlu ke notaris untuk buat perjanjian kenal mengenal. It cannot afford to wait for trust to build up slowly so that it can reap the benefits of such goodwill. We must conciously embrace trust. Kita harus secara sadar merengkuh kepercayaan sebagai milik paling berharga yang tak lapuk direndam air dan tak lekang dipanas terik.

Tulisan ini dibuat ketika habis membaca chapter 44 bukunya Frank Arnold yang berjudul What makes great leaders GREAT dengan judul tulisan : Create Trust Learning from Levi Strauss.

Lebih kurangnya mohon dimaafkan, salam.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: