//
you're reading...
Creativity, Human being, Lingkungan, Motivasi, Pendidikan, Perubahan

Bisa karena Biasa, Unggul karena Learning Curve

Jusman Syafii Djamal
February 6, 2016 

Minggu lalu seorang teman alami operasi pasang ring di pembuluh darah yg tersumbat. Gejala penyakit jantung.

Dulu dengar orang operasi jantung, tak urung wirid dan bacaan yasin digelar dirumah. Untuk berdoa seisi rumah menghantar pasien.

Sebab kemungkinan berhasil 40:60. Ada posibilitas untuk gagal.

Kini sy takjub lihat keahlian dokter yang berusia muda. Dengan cermat dan teliti, sambil berbincang alat pemasang cincin berkamera disusupkan dalam pembuluh darah. Mirip seperti drone yang dikaitkan dengan kabel ujung nya merayap ketitik sasaran. Plug and play. Cincing terpasang operasi selesai. Tempo singkat.

Sy bertanya pada teman saya yg kebetulan seorang dokter. Pada dr Hariman Siregar sy tanya apa yang menyebabkan dokter dokter jantung di RS Harapan kita punya keahlian tinggi.

Jawabannya menarik : jam terbang. Akumulasi Manhour melakukan operasi.

Kini BPJS telah memungkinkan pasien memiliki akses untu operasi seperti itu.

Dan para dokter di RS melalui mekanisme jaminan kesehatan itu kini punya kesempatan untuk lakukan puluhan operasi pemasangan cincin dalam satu hari.

Begitu juga operasi bedah lainnya. Mungkin Rumah sakit seperti RSCM ada ratusan operasi bedah ini dan itu dalam satu hari. Ada ekosistem yan kondusif untuk penguasaan iptek kedokteran. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo , RS Harapan Kita kini memiliki kesempatan menjadi pusat peningkatan keahlian para dokter di Indonesia.

Hal yg sama terjadi di Eye Center.Ada kesempatan terbuka untuk kuasai teknologi dan tingkatkan pengetahuan para dokter. Dengan prasyarat Fakultas Kedokteran kini harus jaga kualitas lulusannya. Agar malpraktek karena kurang fondasi ilmu tak terjadi.

Kini, Sy fikir kalau sakit jantung , operasi mata, tulang kini kita boleh lega tak perlu lagi ke Negara Tetangga. Bahkan ahli jantung tingkat dunia pun dimiliki Indoesia.

Peralatan modern, RS yang bersih dan terkelola baik serta yg utama tingkat keahlian para dokter tinggi sudah hadir di Indonesia.

Jika standard kualitas Rumah sakit dapat terus ditungkatkan dan sama dengan benchmark Rumah Sakit di Singapore, tertama dalam menjaga tingkat sterilisasi agar virus dan bakteri lain tidak masuk, pastilah Jakarta bisa dideklarasi sebagai Pusat Rehabilitasi Kesehatan di Indonesia.

Tingkat Keberhasilan operasi meningkat drastis. Doa tetap dipanjatkan kehadiran Allah. Sebab segala sesuatu terjadi hanya karenan ijinNya jua.

Bayangkan kalau semua instansi juga mau meniru BPJS dengan membeli produk yang dihasilkan industri dalam negeri Indonesia. Ada kesempatan untuk menperbaiki learning curve. Produk pertama mungkin kurang pas. Yg kedua ketiga mulai membaik. Yg keseribu pastilah kualitasnya tinggi.

Dengan begitu, jika industri di Indonesia tumbuh maka Insinyur , Lulusan Politechnik dan SMK pasti punya kesempatan untuk kuasai iptek manufaktur. Keahlian tak jadi problem. Kita bisa karena biasa. Unggul karena jam terbang dalam learning curve. Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: