//
you're reading...
Human being, Life style, Lingkungan, Pendidikan, Review

Resume Kuliah Whatsapp Bareng Group Ibu Profesional Tangerang dengan Group HEbAT Banten.

📅 Jum’at, 5 Februari 2016⏰ 20.00-21.00
🙎 Host : Noni Supriyanti Budiani

👳 Narasumber : Septi Peni Wulandani ( Founder Institut Ibu Profesional )
Prolog Materi
LITERASI MEDIA DAN ETIKA BERKOMUNITAS
Oleh Ibu Septi Peni Wulandani ( Faounder Institut Ibu Profesional )

📚LITERASI MEDIA
Apa sebenarnya literasi media itu? Istilah literasi media mungkin belum begitu akrab di telinga kita. Masyarakat mungkin masih terheran dan kurang paham jika ditanya apa sebenarnya literasi media tersebut. Para ahli pun memiliki konsep yang beragam tentang pengertian literasi media, McCannon mengartikan literasi media sebagai kemampuan secara efektif dan secara efesien memahami dan menggunakan komunikasi massa (Strasburger & Wilson, 2002).

Ahli lain James W Potter (2005) mendefinisikan literasi media sebagai satu perangkat perspektif dimana kita secara aktif memberdayakan diri kita sendiri dalam menafsirkan pesan-pesan yang kita terima dan bagaimana cara mengantisipasinya.

Salah satu definisi yang popular menyatakan bahwa literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan isi pesan media. Dari definisi itu dipahami bahwa fokus utamanya berkaitan dengan isi pesan media.

Untuk memahami definisi literasi media lebih mendalam sebaiknya dipahami pula bahwa terdapat tujuh elemen utama di dalamnya. Elemen utama di dalam literasi media adalah sebagai berikut:
1) Sebuah kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat
2) Sebuah pemahaman akan proses komunikasi massa
3) Pengembangan strategi-strategi yang digunakan untuk menganalisis dan membahas pesan-pesan media
4) Sebuah kesadaran akan isi media sebagai ‘teks’ yang memberikan wawasan dan pengetahuan ke dalam budaya kontemporer manusia dan diri manusia sendiri
5) Peningkatan kesenangan, pemahaman dan apresiasi terhadap isi media.
(Silverblatt, 1995)

Dulu jaman saya kuliah, susaaaaah banget unt dpt informasi, harus datang ke perpustakaan kota dan propinsi. Tapi sekarang di era digital anak2 dan kita kebanjiran informasiEra broadcast semarak muncul dimana2 didasari satu hal baik yaitu ingin berbagi

Nah bagaimana seharusnya kita menyikapi hal tsb?
1. Tidak semua berita baik itu benar, prinsip ini yg harus dipegang pertama kali
2. Telurusi unsur kebenarannya sebelum kita menyebarkan hal baik tersebut
3. Pastikan dari sumber yang terpercaya (mulai dari buku, orang yg lsg mengalami, media kredibel)
4. Hindari kalimat copas dari grup sebelah, krn ini scr implisit “bukan saya yg bertanggung jawab atas kebenaran berita ini, saya hanya menyebar saja”
5. Kuasai materi skeptikal thinking dengan baik di era banjirnya informasi ini
6. Apabila kita ingin share hasil resume sebuah grup, mohon tuntas, jangan ada bagian yang dipotong, krn resume merupakan gambaran hasil dari sebuah diskusi. Dan jangan lupa ijin dengan penulis resume tersebut.
7. Apabila ingin mereview sebuah diskusi di group sebaiknya kita kemas dg pola pemikiran dan gaya bahasa kita, tdk hanya sekedar copas hasil diskusi. Jangan lupa cantumkan sumber dengan jelas : nama group dan nama pemateri/narasumber

👪 ETIKA BERKOMUNITAS
Dalam berkomunitas ada beberapa hal yg perlu kita kuatkan diantaranya adalah
1⃣ tetapkan “Core Value” yang akan dibangun bersama di komunitas.
2⃣ Bangunlah moral character yang sama, karena sejatinya hanya orang-orang dg moral character yg samalah yg bisa bersinergi dalam satu wadah. Kalau tidak maka konfliklah yg akan datang.
3⃣ Tetapkan aturan dari sebuah kesepakatan apa yg boleh dan tidak boleh dalam berinteraksi di komunitas kita.Ingatkan secara periodik terus menerus setiap pekan. tidak bisa cukup sekali.

Contoh rules di komunitas ibu profesional :
a. Di grup ini kita hanya akan berbicara : 
✅ Pendidikan anak dan keluarga
✅ Peningkatan kualitas diri kita sbg ibu, istri dan perempuan
✅ Topik bahasan ttg bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif, bunda shalehah dan turunannya.

b. Disini kita TIDAK akan berbicara :
❎ politik dan kritik pemerintah (jadilah bagian dr solusi untuk 2 hal tsb, kalau tidak lebih baik diam)❎ mempertajam perbedaan SARAT (suku, agama, ras dan anggota tubuh)
❎ fitnah dan khilafiyah (perbedaan paham yg tak berujung)
❎ ghibah (membicarakan kejelekan orang lain)

4⃣ Ketika sdh tidak cocok dg kondisi grup, maka etika leave grup adalah dg cara sbb:
a. Hubungi koordinator grup
b. Sampaikan perasaan anda
c. Minta ijin untuk leave group
d. Tunggu respon koordinatore. Pamit ke grup scr resmi
f. Tunggu respon minimal 1 respon
g. left grup
perbuatan yg tidak etis :
a. langsung keluar grup tanpa prolog apapun ➡ maknai sbg attitude buruk
b. Basa basi dg kalimat ” hp hang” ( hanyalah alasan, fakta hanya ingin keluar)dan langsung keluar grup ➡ maknai sbg attitude berbohong.Anda bergabung dg baik, maka keluar harus dg baik-baik.

Salam,
/Septi Peni Wulandani/
Twitter : @septipw
FB : Septi Peni Wulandani
Email : Septipeni@gmail.com

TANYA – JAWAB

1. Bapak Neka Donesa Group HEbAT BantenBagaimana cara mengembangkan keterampilan atau kemampuan dalam “membaca” media yang saat ini tidak tahu lagi benar atau salahnya?

1⃣ Bapak Neka, kita perlu melatih “skeptikal thinking” pada diri kita. Tidak mudah percaya. Selalu aktifkan 5 W +1 H, mulai dari siapa yg menulis? darimana sumbernya? Apa motivasi dari berita ini disebarkan? dll. Apabila semua sudah masuk akal, maka tanyakan lagi “mengapa…..? “mengapa….? sampai 5 x. Sebenarnya di khasanah agama Islam kita sdh diberi contoh oleh para ahli hadist ttg sanad. Islamlah yg menegakkan ilmu literasi media ini sejak dulu. Pertanyaannya sekarang “mengapa ilmu ini semakin luntur? PR buat kita semua

✅2. Ibu Andi Group Ibu Profesional Tangerang
bu Septi.. Di materi dsmpkan kalau menghilang dg alasan hp error dsb dianggap berbohong,bagaimana kita bs memastikan?apa yg hrs dlakukan jk mmg hp atau wa error agar tdk dianggap berbohong?

2⃣ Ibu Andi, katakanlah apa adanya. misal kl ibu melihat gejala HP sdh ada gejala lemot, maka segera kirim kabar ” mohon maaf saya off beberapa saat dari grup, krn hp lemot, setelah saya perbaiki mohon berkenan invite saya kembali”➡ ini ada i’tikad baik.
Apabila hp sdh benar2 rusak, maka hubungi salah satu teman yg kita kenal agar mengabarkan ke grup.
Apabila kita benar-benar sdh tdk ingin masuk grup tersebut. katakan apa adanya. “Mohon maaf, saya harus mulai mengurangi aktivitas gadget saya, mau fokus di offline, saya undur diri dst…”
Jujur itu lebih baik, tidak perlu basa basi

✅3. Ibu Dede Group Ibu Profesional Tangerang
1.apa yg hrs kita lakukan ketika menerima berbagai informasi yg kita anggap baik u disebarkan tp hawatir dg kevalidannya.agar tdk mjadi fitnah,hoax dll.krn kdg kehawatiran td yg myebabkn kita jd silent reader sj, kurang memberikn kontribusi yg positif .
2.mhn tips agar bisa membangun komunitas grup yg produktif, ttp eksis, sel uruh anggota aktif dan bs mberi byk kebaikn u orang byk…..terimakasih😊😊

3⃣ Ibu Dede, prinsipnya apabila ragu, diam itu lebih baik. Karena yg namanya informasi, baik itu belum tentu benar. Berkontribusilah dg pengalaman kita, kl prinsip di keluarga kami. Tulislah apa yg kamu kerjakan dan kerjakan apa yg sudah kamu tulis. Hati-hati postingan itu mewakili diri kita dan scr tidak langsung kitalah yg akan menanggung beban tanggung jawabnya.
2.Mengelola grup agar aktif, produktif dan manfaat, mulailah dari diri kita sendiri. Apa manfaat masuk grup ini bagi kita? apakah core value di grup ini sama? apakah saya menjadi semakin baik dg masuk grup ini? kl jawabannya “ya”. Maka mulailah proaktif, memancing diskusi tiap pagi. Mengajak belajar bareng, yg sebenarnya kitalah yg perlu bamget dg ilmu tsb dll. Jangan lupa kuatkan dg kopdar, tatap muka. hal ini akan mengikat batin dan emosi antar member

✅4. Mba ima Group Ibu Profesional TangerangDalam sebuah grup, seringkali kita menemukan silent reader (saya sendiri sering demikian), kurang ada ikatan dan antusiasme, bagaimana cara yg tepat agar semua anggota dpt merasakan kedekatan dan kebermanfaatan bersama?
Dalam literasi media, seringkali kita mendapat informasi yg cukup penting (misal berita bencana alam) namun tdk jelas sumbernya & sudah tersebar di beberapa grup, untuk info semacam ini apakah kita perlu menanyakan kembali validitas informasi atau bagaimana ya bun?

4⃣ mb ima, untuk silent reader, scr periodik bisa dipancing agar mereka muncul. mungkin dg market day dll. jgn buru-buru ditendang dr grup. mungkin memang mereka tdk tahu apa dan harus bagaimana cara aktif. maka tugas koordinatorlah mengedukasi para member dg berbagai kreativitas mengelola grup. bisa jadi satu buku sendiri kl pengalaman ini dibukukan.
😀Berita sebaik apapun bencana atau permohonan donor darah dll harus selalu di cross check kebenarannya. tidak asal posting. Pantangan kita adalah asal forward berita yg kita sendiri tdk tahu benar salahnya

✅5. Noni Group Ibu Profesional Tangerang
Tentang Etika Berkomunitas, point 2 Bangunlah Moral Yang Sama… 
Apakah ini artinya ada penyeleksian…
Bagaimana rule penyeleksiannya, melalui kesepakatan atau koordinator boleh menyeleksi…
Atau seleksi alam…
Pada point 3 tetapkan aturan… Apakah setelah kita menetapkan aturan boleh membuat konsekuensi dari pelanggaran… mengingat kita adalah ibu2 yang rasanya ga perlu pake “hukuman” atau masih diperlukan… sebatas mana membuat hukuman yang bijak supaya kedua belah pihak sama2 menyadari… Terima kasih bu Septi

5⃣ ibu Noni, core value komunitas itu bisa terbangun dg dipraktekkan bersama. lama-lama hukum alam akan terjadi, yg tdk cocok akan memisah dg sendirinya.
Aturan apabila sdh dibuat kesepakatannya maka jalankan konsekuensinya dg sungguh-sungguh. kl di beberapa grup yg saya kelola ada instilah banned setiap pelanggaran. Misal yg sdh mendaftar atau komit thd sesuatu tidak menjalankan maka tidak boleh ikut aktivitas selama 2 x berturut-turut. dll.atur saja scr fleksibel. Intinya buat member merasa rugiii banget kl melanggar kesepakatan. ingat kita bukan sdg menerapkan reward and punishment, melainkan sedang menguatkan komitmen diri atas sebuah kesepakatan bersama

✅6. Berikut pertanyaannya dari ibu Lia Group HEbAT Banten
Sy mau bertanya.
sy ibu dari 3 orang anak.anak kami berumur 8 thn,7 thn dan 3 thn.anak2 kami sangat sering berselisih paham dan juga sangat sering berebut mainan.kami sebagai orang tua.
sering sekali mengingatkan jika ingin meminjam mainan salah satu saudaranya harus mendapatkan izin dari sang pemilik mainan.tapi anak2 tidak mengindahkan.
jadi perselisihan tetap terjadi.bunda mohon solusi buat kami sebagai orangtua mengatasi permasalahan ini.
karena ini sering terjadi. terima kasih

6⃣ Ibu lia, jangan pernah ikut campur perselisihan anak-anak, beri mereka waktu unt menyelesaikan permasalahannya. kl sdh selesai, baru kita bicara bgm tehnik problem solving berikutnya. Sehingga orangtualah seharusnya yg banyak bersabar, dan mencari ilmu ttg “manajemen konflik”

✅DISKUSI BEBAS GROUP IIP TANGERANG

1. Yuni Setyawati 
Bu septiiii…mungkin sama dg perselisihan anak di atas..sy n swami jg brusaha mereka selesaikan sendiri..kadang berhasil..kadang yg bikin deg degan..terjadi kekerasan…ya langsung qta pisah…gmana mnurut ibuuu
➡mb yuni, tugas fasilitator adalah menjaga agar tidak sampai terjadi kekerasan diantara anak-anak kita. kl sdh terjadi kekerasan, maka tugas kita, memisahkan posisi, TANPA HARUS BERTERIAK. Setelah itu dudukkan mereka berdua diantara kita. dengarkan pendapatnya. setelah reda minta mereka ambil air wudhu, baru ambil learning pointnya. Prinsip :Jadikan semua peeistiwa jadi moment pembelajaran

☑2. Khairiyah Desiana
Assalamualaikum bu septi
Sy kagum ama anak2 bu septi masih sekecil itu bs dgn fasih berbahasa inggris
Bisa disharing bagaimana kiat2nya?
➡ wa’alaykumsalam, kuncinya jangan buru-buru les. Jadikan bahasa sbg media bermain anak sehari-hari, mendengarkan cerita berbahasa inggris, menonton film berbahasa inggris dan subtittle inggris, itu yg dikerjakan anak-anak. mereka tdk pernah ikut les.

☑3. Irma Nugraha
Asssalamualaikum Mba Septi. Saya Irma, Mba. Mau tanya, tanda2 ortu gagal itu gimana yah mba? Kapan bisa dinilai? *ngerimodeon
➡ wa’alaykumsalam Irma, keberhasilan kita saat ini sebenarnya adalah keberhasilan ayah ibu kita. Bagaimana kl ingin melihat keberhasilan kita, maka lihat anak-anak kita. Demikian juga dg gagal, lihatlah perkembangan anak kita, disitulah indikator anak kita. Cuma prinsip saya :”There is NO failure, only WRONG result, so we have to CHANGE our strategy”

☑4. Gita Listy
Assalamualaikum bu septi.bagaimana pendapat ibu tentang peran suami dalam pekerjaan rumah? Bagaimana saya harus mendidik anak saya yg lelaki dlm berperan di rumah( menyelesaikan pekerjaan rumah) ?
➡ bagus banget dan penting dilatihkan. Saya mendidik Elan ( anak lelaki) saya mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari, ketika dia tanya, untuk apa? agar kelak kamu menghargai istrimu sbg partner hidupmu, bukan perempuan yg hanya menyiapkan sarapan dan segala keperluan hidupmu.

☑5. Rinrin Haerani
assalamualaikum bu septi, sy rinrin, sy suka pgn share2 ilmu parenting ke grup2 yg sy kenal baik membernya, tapi kadang merasa sy kok sprt memaksakan prinsip sy ke mereka, bagaimana sebaiknya ya bu? btw salam buat Lita ya bu😉
➡ Wa’alaykumsalam Rinrin, hmmm jangan pernah sungkan unt berbuat baik. Maka biar apa yg kita share ini punya ruh, jangan sekedar share. tambahkanlah dengan “pengalaman kita” setelah mendapatkan artikel tsb dll. ini lebih humanis, dibandingkan sekedar share. Salamnya insya Allah disampaikan.

☑6. Gita Listy
Bu septi…bolehkah konsultasi secara pribadi…selain di grup
➡ boleh tapi jgn berharap lsg jawab ya mbak, kadaaaang lamaaa banget, saya lebih mengutamakan komunitas drpd pribadi. impactnya lebih besar.

☑7. Irma Nugraha
Mba Septi, kalo anak saya gedenya jadi orang biasa2 aja, gimana mba?
➡ memang masih jadi urusan ibunya? mereka sdh aqil baligh, sdh bertanggung jawab atas dirinya, mau gede mau tidak itu urusan anak, bukan lagi urusan ortunya

☑8. Rinrin Haeraninah
..saya kadang tdk terlalu yakin dg pengalaman sy pribadi bu, tapi sy tau artikel itu bagus untuk mereka ketahui. apa sy orangnya perasa bgt kali ya bu😁
➡ kurang PD aja.

☑9. Andi Fitriah ArifinBu septi bgmn agar bijak menyikapi share2 info,krn kadang sy suka bingung apa sy share juga atau tdk,klo tidak khwtr bmanfaat buat yg lain,klo d share khwtr HOAX malah merugikan orang.
➡ apabila ragu , DIAM itu lebih baik

☑10. Amlika Deri
Bu Septi, terkadang sy masih bingung untuk menerapkan ilmu yang sy dapat dr iip, mohon untuk diberi saran ya bu, agar dapat menerapkan dengan baik. Karena terkadang sy orangnya terburu buru. Ingin segera selesai tapi terkadang langkahnya jd kurang tepat. Terima kasih
➡sama-sama, terus semangat belajar. Salah satu value kita “always on time” dan “Sharing is caring” selalu tepat memulai, dan segera selesaikan. kemudian berbagilah manfaat sebanyak-banyaknya

☑DISKUSI BEBAS GROUP HEbAT BANTEN
1. Bapak Neka Donesa
Apakah maksud Buk Septi td adalah Tabayyun? Jika iya Saya setuju, tapi dalam islam jelas rujukannya al-quran dan hadist. Tapi klo berita media saat ini, apa yang bs menjadi rujukan Buk?
➡Pak Neka, yg saya sampaikan tadi adalah bgm mengembangkan ketrampilan dalam membaca media. Tidak asal telan, langsung sebar. Rujukan yg bisa kita pakai adalah : berita itu masuk kategori baik, benar dan mendatangkan kemanfaatan umat.

2. Inten Ratna Sari
Bu Septi mohon masukan agar kami komunitas Banten bisa jadi Tim yang kompak Dan saling memberi manfaat 🙏🏼
➡ Bu Inten, mulailah proses bottom up, tanyakan kepada seluruh member, ilmu apa saja sebenarnya yg kita perlukan di grup ini? kemudian list masing-masing kemahiran/passion member. Buatlah waktu secara periodik untuk saling sharing santai.

3. Rinrin Haeran
ibu septi, bs cerita sedikit bagaimana dulu memutuskan untuk HE?
➡ saya dari dulu berprinsip dg suami ttg “Home based education” ( bukan HS/HE). sampai suami saat meminang saya, mengatakan “aku ingin anakku dididik oleh ibunya, bukan orang lain meski itu kakek neneknya sendiri”. Hal inilah yg membuat saya keluar dari pegawai negeri dan belajar home based education. Home based education itu hukumnya wajib bukan pilihan.Nah salah satu caranya mau lewat sekolah (schooling) atau homeschooling (HE) baru itu pilihan. Kita kadang meributkan sekolah atau tidak sekolah, tapi melupakan “Home Based Education” yg utama.

Bagi saya anak mau belajar lewat jalur sekolah atau tidak, sebenarnya tdk masalah. selama ortu sbg fasilitator memahami home based education. tlg bedakan hal ini.PRkita

💡Penutup:
Alhamdulillah.. Semoga Allah Swt melimpahkan Rahmat dan HidayahNya dari ilmu yang baru saja kita dapatkan hasil diskusi kuliah whatssup bareng kepada kita semua dan bersiap menebar manfaat dengan semangat sebagai langkah kecil kita menjadi jalan kebaikan dunia akhirat.. aamiin.
Terima kasih banyak untuk ibu Septi Peni Wulandani, atas kesediaan menjadi Narasumber, selamat bertugas sukses dan sehat selalu salam buat keluarga.. barrakallah..Dengan ini saya tutup diskusi kulwapbar malam iniWassalamu’alaykum wr.wbCaayyoooo semangaaaatttt 🙋

🏻Group Ibu Profesional Tangerang dan Group HEbAT Banten

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: