//
you're reading...
Creativity, Ekonomi, Kemandirian, Leadership, Lingkungan, Perubahan

Strategi Penguasaan Teknologi : Jangan mundur dgn KA Express

Jusman Syafii Djamal
28 Jan 2016

Setiap Negara punya strategi pembangunan. Didalamnya pasti ada langkah sampul untuk menguasai teknologi tinggi. Advanced Technology Acquisition.

Tahun 1960 , Sukarno sebagai insinyur Sipil lulusan ITB menggunakan strategi pembangunan ekonomi berencana untuk menguasai teknologi struktur bangunan beton bertulang.

Lahirnya industri baja, industri semen sebagai proses hilirisasi industri konstruksi jalan, jembatan dan hotel merupakan jejak impian itu. Jembatan layang Semanggi, Hotel indonesia yg bertingkat, tugu monas, patung perebutan irian barat, waduk jatiluhur, istora senayan, dan mesjid istqlal yg memiliki dome.

Semua merupakan tahapan sistimatis untuk menguasai teknologi konstruksi bangunan beton bertulang.

Begitu juga tahun 1970 sd 1995, Presiden Suharto lakukan Repelita. Pembangunan berencana tiap lima tahun. Tiap Repelita memiliki langkah sampul penguasaan teknologi. Orientasi Cukup sandang pangan, papan sebagai Basic Need aproach diikuti dengan langkah kuda untuk penguasaan teknologi.

Pembangunan industri pupuk dan petrochemical, industri serat rayon bahan tekstil dan pemintalan produk tekstil, perakitan traktor otomotip dan elektronika, industri wahana transportasi seperti kereta api, kapal pesawat terbang. Industri pembuat boiler dan generator listrik. Semua adalah jejak dan tapak kesungguhan Bangsa Indonesia untuk menguasai Teknologi.

Penguasaan Teknologi memerlukan wahana dan program nyata. Klaster industri, pembuatan Bis skala mass production, lokomotip dan rel kereta api serta produk lainnya.

Dan karenanya kita tak perlu kecil hati dan bilang Bangsa Indonesia kekurangan SDM iptek. Tak perlu melakukan riset untuk menemukan roda. Dont go back to square one.

Jika ada demand produk berteknologi tinggi coba palingkan mata ke generasi muda Indonesia masa kini. Jika ingin bangun pembangkit tenaga listrik , kontruksi beton bertulang pastilah datang dari indonesia, begitu juga komponen seperti valve, ataupun komponen lain yg mampu dibuat didalam neberi.

Dengan begitu pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan u job creation padat karya, tetapi opportunity mendidik Manusia bersumber Daya iptek menguasai teknologi.

Begitu juga jika ada demand ribuan bis, gerbong kereta api, lokomotip ataupun rel ka bukan tidak mungkin itu dapat diproduksi di Indonesia.

Sudah saatnya kata Made in Indonesia terdengar kembali. Bangsa Indonesia adalah Saudagar dan industriawan. Dagang dan Industri dua sisi dari mata uang yg sama. Penjual sekaligus Produsen. Bukan sekedar konsumen. Makers and Sales.

Apa yg gagal dicapai generasi terdahulu pastilah mampu dikuasai generasi lebih muda masa kini.
Generasi Y.

Mereka kini jauh lebih pintar dari generasi ayahnya dalam menguasai teknologi.
Mereka tak kalah hebat dari bangsa lain.
Yang belum dimiliki Kesempatan untuk tunjukkan kejagoannya.
Seperti kata Bung Hatta kita jangan mundur kemasa lalu dengan Kereta Api Ekspress.

Mohon maaf jika keliru, salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: