//
you're reading...
Human being, Motivasi, Pendidikan

Apa Saja Manfaat Membaca untuk Menulis?

Hernowo Hasim
January 6, 2016

Membaca tentu saja diperlukan oleh menulis. Rasa-rasanya hampir semua orang tahu bahwa membaca akan sangat bermanfaat bagi menulis. Tetapi seungguhnya apa saja manfaat membaca untuk menulis, tak semua orang dapat menjelaskan atau menunjukkan rinciannya. Saya baru saja mengalami kegiatan free writing (menulis bebas) ala Peter Elbow tahap kedua. Pada tahap kedua ini, sebelum menulis bebas, saya harus membaca terlebih dahulu sederetan teks—teks apa saja. Jadi, ketika saya menulis bebas, yang saya tulis bebas adalah hasil-hasil yang saya peroleh dari membaca atau yang ada kaitanya dengan kegiatan membaca. Lewat menulis bebas itu, saya harus berupaya keras menunjukkan apa saja hal-hal penting dan berharga yang saya peroleh dari membaca atau apa dampak membaca yang saya rasakan terhadap diri—khususnya, pikiran—saya.

Berikut ini adalah rincian pengalaman saya—khususnya bagaimana saya merasakan berbagai manfaat membaca—ketika menulis bebas setelah didahului dengan membaca. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang saya jadikan judul tulisan ini, “Apa Saja Manfaat Membaca untuk Menulis?” Pertama, saya harus merujuk ke sebuah teori yang dicetuskan oleh ahli linguistik Dr. Stephen D. Krashen dalam bukunya, The Power of Reading: Insights from the Reasearch. Menurut Dr. Krashen, membaca adalah memasukkan kata-kata ke dalam diri (pikiran). Semakin banyak membaca, berarti kata-kata yang dimasukkan tentu akan semakin banyak. Sementara itu, menulis adalah mengeluarkan isi pikiran (dan kadang juga isi perasaan) dengan bantuan kata-kata. Kata-kata yang membantu dalam mengeluarkan isi pikiran (dan juga isi perasaan) adalah kata-kata yang sudah tersedia di dalam diri. Apabila kata-kata yang tersedia itu sedikit, menulis akan mengalami kesulitan. Jadi betapa bermanfaatnya membaca untuk menulis—khususnya membaca dalam arti untuk memperkaya kata-kata. Ini sungguh saya rasakan ketika berlatih free writing dengan mendahuluinya dengan kegiatan membaca.

Kedua, ketika saya membaca, saya juga sesungguhnya sedang belajar. Ini sungguh saya alami dan ini merupakan manfaat terbesar ketika saya membaca. Sudah jamak diketahui bahwa dampak membaca yang paling umum dirasakan oleh seorang pembaca adalah diperolehnya pengetahuan. Membaca memungkinkan seorang pembaca untuk menyerap pengetahuan yang disampaikan oleh seorang penulis. Namun, bagi saya, yang lebih penting dari sekadar diperolehnya pengetahuan adalah dimungkinkannya saya untuk belajar. Belajar apa? Belajar tentang struktur (tepatnya: penyusunan) kalimat misalnya. Lalu juga tentang penulisan kata yang tepat. Hal lain adalah belajar tentang penulisan tentang ejaan—merujuk ke “Pedoman Ejaan Yang Disempurnakan”—yang tepat serta pemakaian tanda-tanda baca dalam sebuah kalimat atau alinea. Semakin sering saya membaca, “pengetahuan” dan pedoman dalam menggunakan kata-kata dan kawan-kawannya itu akan secara otomatis masuk ke dan menancap-kuat di dalam pikiran saya. Saya tak perlu belajar khusus tata bahasa—meskipun ini juga penting.

Perlu saya tambahkan di sini tentang hal penting ini: Membaca untuk belajar itu membuat saya sangat memperhatikan (untuk tak mengatakan memedulikan) teks yang saya baca. Kemudian, saya pun harus memiliki kemampuan dalam memilih bacaan yang baik dan tertata yang ditulis oleh seorang penulis yang memang sudah memiliki kemampuan tinggi dalam menata tulisannya secara baik dan benar. Sebab kalau buku yang saya baca ditulis oleh seorang penulis yang ceroboh alias tidak menulis dengan bahasa-tulis yang tertata dan jernih, saya pun tidak akan dapat beajar darinya tentang cara-cara penulisan yang baik. Oleh karena itu, betapa pentingnya saya memiliki daftar penulis yang memiliki kemampuan menulis yang baik dan “bergizi” (mencerahkan dan memberikan cara menulis yang baik). Para penulis yang senantiasa tulisannya saya tunggu dan baca adalah: Rhenald Kasali, Jalaluddin Rakhmat, Haidar Bagir, Ratna Megawangi, Dewi “Dee” Lestari, Leila S. Chudori, Andrea Hirata, Goenawan Mohamad, Sindhunata—untuk menyebut beberapa nama.

Ketiga, membaca—khususnya yang dilanjutkan dengan menuliskan hal-hal penting dan berharga yang diperoleh dari membaca (merujuk ke konsep “mengikat makna”)—mendorong saya untuk melakukan tindakan membaca dalam konteks memahami. Saya tidak boleh asal membaca. Saya juga tidak boleh tergesa-gesa dalam membaca. Saya harus berusaha memperhatikan secara cermat dan teliti setiap hal yang disampaikan oleh seorang penulis. Kadang-kadang, saya harus mengulangi membaca (beberapa kali) dan bahkan—ini yang sangat penting—saya harus memilih bacaan yang benar-benar saya perlukan atau sudah saya kenali terlebih dahulu siapa penulisnya. Dalam bahasa yang lain, dapat dikatakan bahwa saya lantas tidak boleh sembarangan membaca meskipun keharusan untuk membiasakan membaca setiap hari tetap saya tekankan.

Di dalam poin ketiga inilah saya merasaka bahwa ada teks yang sulit dipahami dan ada teks yang mudah dipahami. Lantas, membaca itu sebuah kemampuan. Untuk memperoleh kemampuan membaca yang tinggi, membaca harus terus dibiasakan—untuk tak mengatakan perlu dilatih secara khusus. Cara saya melatih kemampuan membaca adalah dengan “mengikat makna”. Saya harus merasakan (menikmati) yang saya baca serta proses dan hasil pemahaman saya atas yang saya baca harus pula saya tuliskan (rumuskan) agar saya tahu bahwa kegiatan membaca saya ada hasilnya. Kemampuan membaca tak hanya berhenti pada kemampuan memahami tetapi juga—ternyata—menyangkut kemampuan memilih bahan bacaan yang baik yang dapat memberikan “pelajaran” tentang merangkai kata secara baik dan menarik.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: