//
you're reading...
Human being, Kemandirian, Lingkungan, Motivasi, Pendidikan, Perubahan

Renungan Pendidikan #58

Harry Santosa – Millenial Learning Center

Pernahkah membaca atau mendengar kisah anak anak yang ketika kecil dianggap bodoh, nakal bahkan dituding tidak punya masa depan? Mereka dianggap produk gagal, bahkan seorang mantan menteri pendidikan menyebutnya dengan istilah KW2, KW3 dstnya.

Diantara anak anak yang dianggap “tidak punya masa depan” itu, ada yang memang tidak cerdas akademis, bahkan ada pula yang sejak lahir autis, disleksia, down syndrome, ADD, ADHD dll. Namun, ternyata mereka bisa sukses dan bahagia ketika remaja bahkan memberi banyak manfaat bagi manusia dan alam semesta.

Sesungguhnya dalam kisah kisah sukses dan bahagia anak anak itu kita selalu temukan bahwa kunci suksesnya adalah ada pada keduaorangtuanya. Jelas hanya orangtua yang yakin bahwa tiap anak dikaruniai Allah keistimewaan atau keunikanlah yang mampu mendidik dan mengantarkan anak anaknya pada peran istimewa peradaban.

Para orangtua yang mengimani adanya fitrah Allah dalam diri anak anaknyalah yang memiliki energi berlimpah untuk syukur dan shabar, memanjaatkan doa doa yang relevan, bersikap tenang dan optimis dalam membangkitkan potensi fitrah anak anaknya menuju peran istimewa peradabannya.

Mereka, para orangtua itu mewujudkan doa doanya dengan mencari jalan untuk meletakkan anak anaknya pada “habitat” yang sesuai keunikan anak anaknya. Jika anak anak nya sudah berada pada jalan suksesnya, maka peran istimewanya sebagai khalifah hanya tinggal menunggu waktu saja.

Para orangtua shaleh ini sangat yakin pada fitrah Allah dalam diri anak anaknya. Mereka menjaga diri mereka untuk tidak melampaui batas, tidak melampaui Allah, tidak obsesif, tidak panik, tidak dominan, tidak tergesa, tidak meniru niru, tidak lebay dsbnya namun mereka fokus istiqomah untuk menumbuhkan dan merawat fitrah keunikan anak anaknya.

Mereka, orangtua yang shaleh itu, bukanlah orang orang yang mendengar ucapan orang orang yang mencela dan meremehkan, namun mereka orang yang hanya mendengar panggilan Allah atas diri anak anaknya. Mereka menyadari adanya fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah perkembangan dalam diri anak anaknya.

Maka janganlah risau jika Allah mengkaruniai kita anak anak yang dianggap “aneh” menurut pandangan umum, karena mereka bukan aneh tetapi unik. Sepanjang keunikan itu adalah bawaan lahir bukan salah asuh atau salah budaya dan gaya hidup, maka sesungguhnya itulah fitrah, itulah kekuatan dan keistimewaan anak kita.

Keanehan jelas bukan bawaan lahir karenanya harus disembuhkan karena tidak produktif. Umumnya, keanehan adalah akibat intervensi luar seperti salah asuh dan salah gaya hidup. Namun keunikan jelas bawaan lahir maka harus ditumbuhkan karena produktif. Keunikan adalah setting Sang Maha Pencipta.

Yakinlah bahwa tiada yang sia sia pada penciptaan langit dan bumi, apalagi tiap manusia yang ditugaskan sebagai khalifah di muka bumi. Maka mulailah untuk fokus mendidik pada sisi fitrah keunikan anak anak kita, karena itulah cahaya keindahannya yang akan menerangi semua sisi dirinya dan sekitarnya kelak.

Salam Pendidikan Peradaban
‪#‎pendidikanberbasispotensi‬‪
#‎pendidikanberbasisfitrah‬ dan akhlak

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: