//
you're reading...
Creativity, E - Learning, Information Technology, Kajian, Perubahan, Review

Cloud, Big Data and Cyber Security (Bagian ke 1 dari 4 tulisan)

JUSMAN SYAFII DJAMAL
OCTOBER 2, 2015

Minggu lalu saya janji sama teman FB Dani Hamdani untuk nulis oleh2 catatan perjalanan hadiri seminar n exhibition ttg cloud n cyber security di Sanghai. Buat catatan itu lumayan sulit, bukan karena tdk mudeng atau faham akan materi. Melainkan sulit memilah mana yg perlu ditulis diawal cerita. Tapi biarlah fikiran sy mengalir begitu saja menembus awan.

Kata Cloud dalam kemajuan ICT sebetulnya dimulai dari kartunis yg jika bercerita melalui torehan gambar orang yg sedang berfikir selalu ada sketsa awan bergulung di atas kepala. Jadi katau cloud mirip seperti kata think, berfikir mencerna informasi dan mengolahnya jadi gagasan baru.

Cloud adalah bagian proses kreatif dan innovasi dari generasi Y. Generasi masa kini yg tak bisa lepas dari gadget. Generasi yg mobilitasnya diisi dengan tagline at every place at any time connected. Generasi yg selalu berfikir dunia ada dalam genggamannya. Satu kali sentuh dan satu click semua pusat informasi yg diperlukan bisa muncul seketika.

Seperti kata Mitchell Kapor pionee of the personal computing :”Getting information off the internet is like taking a drink from a fire hydrant”. Informasi bisa menyembur seperti airbah keluar dari internet. Jika dimasa lalu dikenal istilah “so many books , so little time”. Kini moto itu berubah jadi “so many technologies , so little time”.

Kumpulan kemajuan teknologi dalam bidang ICT dan Transportation kini menyebabkan jarak dan waktu seolah begitu pendek. Teknologi merubah tatacara kita mengatur hidup sehari hari. Ia mendobrak benteng zona kenyamanan tiap orang. Technology disruptions tumbuh membuat banyak model bisnis cepat kadaluarsa.

Salah satunya adalah Cloud Computing. Suatu tatacara “outsourcing” yang memisahkan proses bisnis dari pusat syarafnya. Tiap orang kini bisa menjadi CEO atau President Direktur dengan smartphone dalam genggamannya. Pusat data, pusat pengolah informasi, pusat perangkat lunak, think tank, libraries terpisah dibelahan dunia lain dan dapat terkoneksi setiap saat dan di sudut ruang manapun.

Mengapa hal ini bisa terwujud ? Tahun 80 an ketika sy masih bekerja menggunakan mainframe ibm 4341 dan Vax dalam menghitung pressure distribution pada setiap titik disepanjang permukaan pesawat terbang CN235, komputer itu ibarat suatu pulau yg terpisah. Mengunduh dan mengunggah data dari pita magnetik ke storage bukan perkara mudah. Lambat dan cape nunggu.

Kala itu teknologi komputer mainframe belum memungkinkan kita berjauhan dari komputer. Kita perlu menginstall magnetic tape dan mengoperasikan melalui program berbahasa fortran iv u membaca dan mengolah data jadi informasi berharga. Detachment atau pemisahan lokasi kita sebagai pusat syaraf dgn machine sebagai extended memory dan calculating machine belum memungkinkan. Komputer jenis PC dan desktop belum lahir.

Selain itu teknologi penyimpan data juga belum advanced. Ukurannya masihh segede gaban atau amat besar. Tidak mudah dibawa kemana mana. Miniaturisasi sedang dimulai. Teknologi microchip yg dikembangkan oleh intel untuk mengolah data dalam volume megabyte dan gigabyte dalam rangkaian yg memerlukan ruang kecil masih dalam taraf embryonics.

Saya masih ingat “storage disk” yg pernah sy miliki pertama berukuran kurang lebih 20 cm menyimpan data 80 kilobytes. Kurang lebih 40 lembar tulisan wordstar. Kemudian mengecil menjadi 15 cm volume data yg disimpan meningkat jadi 110 kilobytes dan naik jadi. 1,2 Mb. Kini dalam usb sejempol jari data tersimpan sudah dalam ukuran gigabytes.

Munculnya konsep “computer network” dalam khasanah ict melalui jaringan ethernet dan lan menyebabkan tiap organisasi bisa membangun jaringan sharing data internally. Perkembangan teknologi microchip yg bergerak kearah jenis processor intel pentium dan dual core pada akhir tahun 90 an dan 2000 an menyebabkan Steve Jobs dan Bill Gate melahirkan proses transformasi model bisnis. Dari “Fordism” dan “Taylorism” memecah pekerjaan raksasa menjadi paket kerja yang kecil kecil dan “division of laboru”, menjadi apa yg disebut dgn paradigma “wintelism”. Perangkat lunak Windows menjadi protocol untuk mengeksplorasi batas alamiah ruang gerak operasi tiap processor intel yg diinstall dalam komputer. Kemampuan memisahkan protocols dengan processor menyebabkan Steve Job kemudian memunculkan ide tentang detachment atau pemisahan antara devices dengan protocols software nya dan ruang penyimpan data.

Muncul kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan besar secara terintegrasi tahap demi tahap melalui jaringan multi disiplin yang saling terkoneksi dan terintegrasi. Dengan memanfaatkan standard protocol operasi yang sama dari jenis platform berbeda (Windows) dan kecepatan processor yang berbeda (plebagai microprocessor Intel yang berbeda terinstall dalam variasi jenis komputer). Data Center bisa dipisah dari devices. Koneksi dilakukan secara online baik melalui teknologi wifi dan fiber optics maupun through satellite. Devices kini menjadi platform. Ruang kerja pengembang imajinasi dan kreativitas. Sementara Data Centers menjadi “islands of storage” pulau2 penyimpan data dan pengolah informasi dalam apa yg disebut dengan “cloud computing” in cyber space.

Dalam memanfaatkan ruang “cyber” ini jalan Steve Jobs dan Bill Gate terpisah. Jika Bill Gate menginginkan agar tercipta suatu masyarakat dimana setiap orang memiliki satu Personal Computer or at every person one pc or at every home one pc.

Steve Jobs menyatakan hal berbeda, dalam setiap genggaman orang yang bergerak ada satu platform. Yang diawali dari ipod,iphone kemudian ipad. Steve Jobs introducing and improving upon other digital appliances. With the introduction of the iPod portable music player, iTunes digital music software, and the iTunes Store, the company made forays into consumer electronics and music distribution. On June 29, 2007, Apple entered the cellular phone business with the introduction of the iPhone, a multi-touch display cell phone, which also included the features of an iPod and, with its own mobile browser, revolutionized the mobile browsing scene.

Rintisan Steve Jobs tentang iTunes , kiosk music yang ditempatkan di “cloud”, ini berbarengan dengan langkah Bezos dalam mengembangkan “supermarket” di cloud dengan brand “amazon.com”, dan melahirkan “e-commerce”. Dalam hal wahana pencari informs yang tepat dan benar dalam samudera data secure online muncul searching machine” bernama “Google”.

Google dimulai pada January 1996 sebagai “research project” dari Larry Page and Sergey Brin PhD ketika keduanya mengambil thesis PhD Stanford University , California.

While conventional search engines ranked results by counting how many times the search terms appeared on the page, the two theorized about a better system that analyzed the relationships between websites.

Originally, The domain name for Google was registered on September 15, 1997,and the company was incorporated on September 4, 1998. It was based in the garage of a friend (Susan Wojcicki) in Menlo Park, California. Craig Silverstein, a fellow PhD student at Stanford, was hired as the first employee.

Google Inc. is an American multinational technology company specializing in Internet-related services and products. These include online advertising technologies, search, cloud computing, and software.

Suatu inovasi untuk memisahkan mata rantai proses nilai tambah dalam bisnis ICT tercipta. Model bisnis E commerce ala Amazon dengan variasi wujutnya melahirkan “uber taxi”, Grab taxi dan Go Jek. E commerce. Mesin pencari model Google melahirkan Yahoo, Bing dan lain sebagainya. Serta Devices seperti smartphone baik berbasis android, windows maupun iOS dan kemudian tablet samsung dan iPad. Yang kesemuanya memerlukan “cloud computing” serta data centre yang berpencar diseluruh perjure dunia. Semua terkoneksi dalam jaringa provider telekomunikasi dan fiber optics serta wifi.

Dari catatan ringkas berbentuk cerita diatas dan bahan yang saya peroleh dalam seminar dua hari tersebut kurang lebih saya memperoleh Lima Catatan Penting tentang Cloud Computing, yakni :

Pertama : Di abad 21 dunia berbeda dari masa lalu. Kini smartphone, tablet dan cloud computing menyebabkan semua berputar dan berubah lebih cepat. Perangkat lunak telah menghubungkan segala sesuatu dengan kemudahan mengolah data dan informasi serta memanfaatkan kekuatan pusat data yg tak kasat mata melalui cloud computing. Smartphone dalam gengaman dan jam dipergelangan tangan memiliki kekuatan untuk terkoneksi dengan ribuan pusat data diseluruh dunia, dan membuat kita jauh lebih cerdas serta inovatip. Kini yg kecil bisa jadi ancaman yang besar.

In this new world, with smartphones and tablets and cloud computing, things are moving around fast.– Hector Ruiz ; Everything is going to be connected to cloud and data… All of this will be mediated by software. – – Satya Nadella

Kedua : Dunia kini telah dibentuk kembali , dalam wujut pelbagai kemungkinan baru dalam cara menguasai teknologi, membangun industri, tatacara menciptakan nilai tambah dalam prose produksi, membangun bisnis model, tatacara menguasai iptek dalam proses belajar mengajar, dan lain sebagainya. Muncul kekuatan konvergensi baru dalam pergaulan sosial politik dan ekonomi serta budaya akibat kemajuan teknologi “internet of everything”, social media, mobile devices, perangkat lunak, cloud, big data yang menjebol tatanan komunitas yang usang dan kadaluarsa.

Kombinasi teknologi maju ini telah membangkitkan harapan dan pelbagai opportunitas baru yang luar biasa, yang membuka semua belenggu potensi kreatip tiap individu untuk berhubungan dengan segala seuatu secara optimal dalam suatu tatanan, tatacara baru dan pada akhirnya mampu mentransformasikan nya dalam cara kita bekerja dan hidup menghidupi.

The world is being re-shaped by the convergence of social, mobile, cloud, big data, community and other powerful forces. The combination of these technologies unlocks an incredible opportunity to connect everything together in a new way and is dramatically transforming the way we live and work.– Marc Benioff

Ketiga : Cloud Computing merupakan wahana bagi kita untuk terkoneksi dengan sumberdaya yang dimiliki orang lain dengan biaya terjangkau. Kita seolah mampu berbagi storage dengan hardisk komputer yg dimiliki sahabat ditempat lain, meminjam perangkat lunak yang dimilikinya untuk menyelesaikan persoalan yg kita hadapi, bertanya dan berdialog dengan kecerdasan orang lain untuk membuka cakrawala fikiran kita yang mandeg dan buntu serta menciptakan jaringan kerjasama dalam suatu network of artificial inteligence.

I started in time-sharing and networking with packet switching, which was the precursor to what became the Internet. Time-shared use on packet-switch networks, when you think about it, is the cloud.– Audrey MacLean ; Cloud computing means you are doing your computing on somebody else’s computer. Looking ahead a little, I firmly believe cloud – previously called grid computing – will become very widespread. It’s much cheaper than buying your own computing infrastructure, or maybe you don’t have the power to do what you want on your own computer.– Whitfield Diffie

Keempat : Cloud Computing merevolusi cara kita bekerja, berinovasi dan membangkitkan daya keratin. Melalui “technology disruptions” ini Cloud Computing membuka ruang manoeuvre dan cakrawala berfikir yang lebih luas. Tiap individu setiap saat disetiap tempt dapat terkoneksi dengan “back officenya” yang tidak kasat mata.

Cloud computing offers individuals access to data and applications from nearly any point of access to the Internet, offers businesses a whole new way to cut costs for technical infrastructure, and offers big computer companies a potentially giant market for hardware and services. — Jamais Cascio

But what Web services suggest is that the connection is always there between an application that is resident somewhere in the cloud, and a user who is somewhere on the other end of a connection.– John W. Thompson

The cloud has become the next-generation supercomputer, and the smartphone has provided the revolution to spur its use. — Jerry Yang

Kelima : If someone asks me what cloud computing is, I try not to get bogged down with definitions. I tell them that, simply put, cloud computing is a better way to run your business.– Marc Benioff

The thing to do, it seems to me, is to prepare yourself so you can be a rainbow in somebody else’s cloud. Somebody who may not look like you. I may not dance your dances or speak your language. But be a blessing to somebody. That’s what I think.– Maya Angelou

Lintasan cerita diatas saya buat untuk membawa Bung Dani Hamdani membayangkan kaitan antara “cloud” dan “big data”. Ini awal cerita. Cukup panjang. Tapi mungkin berguna. Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: