//
you're reading...
Creativity, Entrepreneurship, Kemandirian, Motivasi, Perubahan

2016, Tahun Inovasi

Eileen Rachman & Billy Latuputty
EXPERDCHARACTER BUILDING ASSESSMENT & TRAINING

Kompas, 2 Januari 2016

Kaleidoskop di media tontotan maupun bacaan berseliweran dalam benak kita menjelang akhir tahun 2015 ini. Sementara beberapa media bisnispun sudah membuat evaluasi tentang bagaimana para pelaku bisnis mencetak laba dan merugi di tahun 2015. Misalnya Bloomberg mencatat bahwa Pak Warren Buffet merugi 10 milyar dollar US, sementara pengusaha pengusaha bisnis on line, seperti Amazon dan Facebook, semakin kaya di 2015. Kita juga bisa melihat evaluasi kinerja para menteri, maupun perusahaan pemerintah dan swasta di tanah air. Pada saat yang sama kita sadar bahwa siapapun akan menghadapi tahun 2016 dengan rasa waspada dan bersiap mengambil ancang ancang. Bahkan ada pendapat : “the only time you should ever look back is to see how far you’ve come”. Jadi tahun 2015, baik atau buruk, adalah sebuah ‘mile stone’ yang akan kita lewati, sementara kitapun perlu menghadapi tantangan perubahan cuaca, tenaga kerja, bisnis ekonomi dan tentunya belajar dari berbagai macam bencana maupun kekalahan.

Banyak hal yang mengagetkan terjadi di tahun 2015, yang bukan hanya terjadi, namun membawa hawa segar perubahan. Keluhan mengenai tidak tegasnya pemerintah dalam memerangi narkoba sudah dijawab dengan hukuman mati yang tegas. Tindakan berantas korupsi meski cukup menegangkan, tetapi membawa harapan baru akan penegakan hukum dan keadilan yang lebih baik. Prestasi pemerintah dalam membangun infrastrukturpun sudah mulai terlihat. Bahkan penekanan presiden tentang pentingnya perubahan sikap dan perilaku, yang tidak sekedar bersifat seremonial semata telah ditegaskan dalam pidato beliau baru baru ini. Nampak jelas bahwa perubahan tahun 2015 ke 2016 ini tidak selazim perpindahan tahun tahun sebelumnya, yang seolah berjalan mulus, mengalir dari tahun ke tahun. Terlalu banyak tantangan dan perubahan yang kita alami. MEA atau globaliasi sudah semakin menghangat dan berlangsung di depan mata. Tak pelak lagi, kita sungguh-sungguh dituntut untuk bersaing. Perusahaan perusahaan semakin menyadari bahwa mereka tidak mampu berbuat apa apa kalau mereka tidak bernilai tambah atau memegang ‘kunci’ keberhasilan. Bloomberg juga mencatat bahwa mega merger antara raksasa-raksasa industri dunia menyentuh tingkat tertingginya di tahun 2015, jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya. Hal ini diharapkan mampu membuat mereka semakin efisien dan taktis dalam meraih peluang maupun menghadapi tantangan pasar. Dengan perkataan lain, kunci bisnis sedemikian terbuka, sehingga untuk menciptakan keunggulannya baik invididu maupun organisasi harus berfikir dan berupaya sangat keras.

Perpindahan tahun yang disruptif

Di tahun ini kita melihat semarak Go Jek yang tidak terbendung. Bahkan regulasi pemerintahpun harus menyesuaikan diri terhadap kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Dampaknya gelombang pemakai, pengendara, dan sibuknya alir aplikasi serta bisnis makanan pun menjadi kian marak dan dimudahkan. Pelangganpun tidak terbatas pada ‘orang kecil’ saja. Siapapun menggunakan aplikasi Go jek karena kemudahan dan kepraktisannya. Tidak hanya terjadi di Indonesia, duniapun dilanda kekagetan Uber Taxi yang bermodalkan aplikasi serta komunitas berponsel pintar. Diprakarsai oleh Travis Kalanick dan Garrett Camp pada tahun 2009, Uber semakin mendunia di tahun 2012. Tidak perlu ada pool kendaraan. Pengemudipun yang kebanyakan pemilik mobil sendiri, tidak sulit dididik tentang prinsip prinsip service.

Masih banyak lagi kejutan kejutan dalam dunia bisnis yang terjadi. Program diskon hotel sudah berkembang menjadi bukan sekedar hotel tetapi pinjam meminjam apartemen, atau villa yang bisa sangat fleksibel dan murah. Dari sini kita melihat bahwa perusahaan yang tadinya kita anggap sudah inovatif bisa tiba tiba ditindas oleh mereka yang lebih inovatif bahkan disruptif. Pelaku bisnis baru ini sanggup menyasar pasar yang lebih luas, dan menembus segmen pasar yang tidak berkotak kotak. Perusahaan yang sudah established terkena ‘shock’ karenanya.

Inovasi bisa disembarang situasi

Kita memang tidak bisa menganggap inovasi sebagai domain orang yang kreatif saja, lalu berpangku tangan, bahkan diam dan tidak berbuat apapun. Semisal menangani perkara mengatasi kemacetan lalu lintas, apakah cukup hanya dengan mencopot pejabat yang bertanggung jawab? Akankah kita lupa bahwa mengulang kesalahan yang sama , merupakan penyakit psikologis yang harus dibuang jauh jauh? Kita terlalu sering memelihara kekakuan kekakuan fungsional, desain maupun sasaran. Kita mudah lupa bahwa kita bisa mendapat kenikmatan yang sama, dengan cara yang lebih praktis bahkan lebih ekonomis. Sudahkah kita menentukan konsep patungan dalam memiliki mobil, dan berkendara. Bukankah ini juga inovatif? Sudahkah kita memanfaatkan tenaga kerja pasca pensiun sesuai dengan keahlian masing masing sebagai tenaga ‘coach’? Sudahkah kita memanfaatkan besarnya hasrat mulia orang-orang yang ingin menolong lalu mengerahkan mereka dalam kegiatan kegiatan SAR? Sudahkan kita mengelola sampah dengan cara yang lebih kreatif lagi seperti yang sudah dilakukan bank sampah di Malang. Sudahkan kita mengendarai facebook, twitter atau media sosial lainnya untuk menunjang proses dan mencapai tujuan pendidikan? Sudahkah kita terbiasa dengan anomali dan menyesuaikan diri dengan keberadaannya?

Inovasi tidak usah baru gres

Inovasi membutuhkan kesediaan kita untuk keluar dari sekat-sekat lama, bersikap terbuka terhadap berbagai bidang di luar zona nyaman kita, lalu mencari titik titik temu yang mencerahkan. Ketika biaya makanan rapat, menginap dan perjalanan dinilai berlebih oleh Bapak Presiden dan kemudian beliau mencontohkan sendiri untuk duduk di kelas ekonomi, awalnya hal ini terasa ‘janggal’ bahkan diragukan, karena di begerak di luar kelaziman. Kita tidak sadar bahwa di sini Presiden melakukan inovasi lawan arus, melawan konsumerisme dan hedonisme masyarakat luas. Masih banyak perubahan sikap, kebiasaan , dan penggunaan perangkat yang perlu kita upayakan kembali. Hal-hal ini bukan cuma mungkin dilakukan oleh para pemimpin, orang-orang besar atau mereka yang berlabel inovator. Kita semua berpotesi dan berpeluang besar untuk melakukannya. Karenanya, mari kita menggagas dan mewujudkan ide-ide inovatif di 2016 dengan keyakinan penuh bahwa kita pasti bisa!

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: