//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Motivasi, Renungan

Ayah Sang Pahlawan

AYAH SANG PAHLAWAN

by: Bendri Jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآَنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui” (QS. Yusuf : 3)

Yusuf. Ini adalah kisah yang terbaik dalam alquran. Memberikan banyak inspirasi bagi kita tentang sebuah ujian. Bukan hanya ujian berupa beratnya penderitaan. Namun juga tentang perjuangan menjaga kesucian dari jeratan syahwat yang menggoda. Tentang hal ini telah Allah sebutkan di dalam firmanNya

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat pertanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” (QS. Yusuf : 24)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam tafsir Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan menyebutkan betapa beratnya ujian Yusuf dalam menolak gejolak syahwatnya karena beberapa hal :
1. Ia berada di negeri asing yang jauh dari keluarganya dan tak ada yang mengenal dirinya
2. Ia digoda oleh istri raja yang sangat cantik
3. Ia berada dalam tekanan dan paksaan
4. Ia berada dalam ruangan yang sepi dan terkunci dimana amat mudah untuk melakukan maksiat
5. Ia pun memiliki gejolak syahwat yang normal sebagai seorang lelaki

Kelima hal tersebut tentu tidak mudah untuk dilalui bagi seorang anak manusia. Betapa banyak kita dengar dan saksikan terjerumusnya anak muda dalam perilaku seksual yang diharamkan. Pacaran dijadikan legalitas untuk menyalurkan syahwat kepada lawan jenisnya. Bukan hanya di ruangan sepi, terkadang mereka pun tanpa malu melakukannya di tengah keramaian. Namun lihatlah Yusuf, manusia pilihan. Parasnya yang tampan dan mempesona banyak wanita bukan dijadikan sarana memperdaya wanita demi kepuasan syahwatnya. Ia begitu sungguh-sungguh menjaga kehormatan dirinya.

Dan hal ini ternyata tak lepas dari peran ayahnya Ya’qub. Sosok ayah yang begitu dekat dengan anaknya. Kedekatan inilah yang menjadi ‘penyelamat’di saat anak dalam keadaan krisis. Hal ini disampaikan oleh Syaikh Muhammad Al-Amin bin Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syinqithi dalam kitab tafsirnya yang berjudul Adhwaul Bayan Fi Idhohi Al-Qur’an bil Qur’an. Ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 24, beliau mengumpulkan keterangan para ulama mengenai apa yang dimaksud ‘pertanda dari Tuhan’dalam ayat tersebut :

ﻣﺠﺎﻫﺪ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻗﺎﻝ : ﺭﺃﻯ ﺻﻮﺭﺓ ﻳﻌﻘﻮﺏ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺪﺍﺭ
Mujahid berkata : Yusuf melihat gambar ayahnya –Ya’qub alaihis salam- di dinding

ﻭﺃﺧﺮﺝ ﺍﺑﻦ ﺟﺮﻳﺮ، ﻭﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺣﺎﺗﻢ، ﻭﺃﺑﻮ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﻦ ﻗﺘﺎﺩﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻓﻲ ﺍﻵﻳﺔ ﻗﺎﻝ : ﺭﺃﻯ ﺁﻳﺔ ﻣﻦ ﺁﻳﺎﺕ ﺭﺑﻪ ﺣﺠﺰﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻬﺎ ﻋﻦ ﻣﻌﺼﻴﺘﻪ؛ ﺫﻛﺮ ﻟﻨﺎ ﺃﻧﻪ ﻣﺜﻞ ﻟﻪ ﻳﻌﻘﻮﺏ ﻋﺎﺿﺎً ﻋﻠﻰ ﺃﺻﺒﻌﻴﻪ، ﻭﻫﻮ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻪ : ﻳﺎ ﻳﻮﺳﻒ ! ﺃﺗﻬﻢ ﺑﻌﻤﻞ ﺍﻟﺴﻔﻬﺎﺀ، ﻭﺃﻧﺖ ﻣﻜﺘﻮﺏ ﻓﻲ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ ! ﻓﺬﻟﻚ ﺍﻟﺒﺮﻫﺎﻥ، ﻓﺎﻧﺘﺰﻉ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﻞ ﺷﻬﻮﺓ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻲ ﻣﻔﺎﺻﻠﻪ
Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Abusy Syekh meriwayatkan dari Qotadah dalam ayat yang berbunyi {لَوْلا أَنْ رَأى بُرْهَانَ رَبِّهِ } ia berkata : Yusuf melihat tanda kekuasaan Robb nya, yang dengan izinNya, Allah jauhkan ia dari maksiat; telah disampaikan kepada kami bahwa muncul wajah Ya’qub yang sedang menggigit kedua jarinya seraya berkata: Yusuf! Apakah kau hendak mengerjakan amalnya orang-orang yang bodoh, padahal dirimu telah tercatat sebagai salah satu Nabi! Maka itulah petunjuk yang dimaksud dan Allah mencabut setiap syahwat yang ada di setiap persendiannya

ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺳﻴﺮﻳﻦ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ : ( ﻟَﻮْﻻ ﺃَﻥْ ﺭَﺃﻯ ﺑُﺮْﻫَﺎﻥَ ﺭَﺑِّﻪِ ) ، ﻗﺎﻝ : ﻣﺜﻞ ﻟﻪ ﻳﻌﻘﻮﺏ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﺎﺿﺎً ﻋﻠﻰ ﺃﺻﺒﻌﻴﻪ ﻳﻘﻮﻝ : ” ﻳﻮﺳﻒ ﺑﻦ ﻳﻌﻘﻮﺏ ﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ ﺑﻦ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺧﻠﻴﻞ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ، ﺍﺳﻤﻚ ﻣﻜﺘﻮﺏ ﻓﻲ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ، ﻭﺗﻌﻤﻞ ﻋﻤﻞ ﺍﻟﺴﻔﻬﺎﺀ
Muhammad bin Sirin berkata: Ya’qub alaihis salam terlihat sedang menggigit kedua jarinya sambil berkata: Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilur Rahman (Kekasih Allah yang Maha Rahman), namamu tercatat di antara para Nabi, sementara kamu sekarang melakukan perbuatan orang-orang bodoh

Keterangan yang disampaikan oleh Syaikh Asy Syinqithi memberikan gambaran kepada kita betapa sosok Ya’qub sebagai seorang AYAH begitu dekat dengan anaknya. Di saat situasi ‘krisis’ ia menjadi pengingat bagi anak untuk menjaga kesucian dan kehormatannya. Ya’qub telah menjadi pahlawan yang menyelamatkan kesucian anaknya. Nasehat yang muncul begitu berbekas hingga terpancar di depan Yusuf dengan jelas wajah ayahnya. Padahal sang AYAH terpisah jauh darinya. Yusuf ada di Mesir. Sementara AYAHnya di negeri syam.

Hal ini berbeda dengan kondisi anak-anak saat ini. Dimana nasehat AYAH dianggap angin lalu. Masuk kuping kiri, keluar kuping kanan. Bahkan yang lebih ekstrim tak dibiarkannya nasehat itu masuk ke dalam kuping mereka, khawatir ada yang nyangkut katanya. Hal ini terjadi karena ikatan batin antara ayah dan anak rusak. AYAH tak mampu mengikat hati anak, sehingga segala nasehatnya diabaikan. Bahkan cenderung sengaja dilanggar.

Maka, kita belajar hal penting dari kisah Yusuf di atas. Betapa kedekatan antara AYAH dan anak di masa kecil mampu menyelamatkan sang anak di tengah situasi ‘krisis’. Bukan nafsunya yang diikuti. Ataupun bandar narkoba serta pergaulan rusak yang jadi rujukan. Namun nasehat indah dari AYAH yang jadi pegangan. Inilah kenapa AYAH menjadi pahlawan di saat anak membutuhkan. Meski fisiknya tak hadir, namun kata-kata yang berbekas dari lisannya mampu menyelamatkan sang buah hati saat diterpa keguncangan.

Setidaknya ada 5 fase kehidupan dimana seorang anak mengalami masa krisis. Dan di saat tersebut, lagi-lagi AYAHlah sebagai ‘’pertanda dari Allah”yang mampu menyelamatkan. Lima fase itu diantaranya :
1. Saat anak mulai masuk sekolah
2. Saat Anak Pra remaja
3. Saat Remaja
4. Saat menjelang pernikahan
5. Lima tahun pertama usia pernikahan

Di saat-saat tersebut, anak mengalami gejolak emosi yang kritis. Dan AYAH bisa menjadi pahlawan di tengah situasi tersebut jika mampu mengikat hati anak sedari dini. Anak mengenal AYAH sebagai sosok yang baik, peduli dan siap diandalkan. Meskipun AYAH jauh darinya, ia senantiasa meyakini bahwa AYAH memang tak hadir setiap saat baginya, namun AYAH siap hadir di saat ia membutuhkan.

AYAH, mari tengok kembali anak kita. Apakah kita telah menjadi pahlawan yang dibanggakan dalam diri anak kita? Melebihi kekagumannya terhadap superman, spiderman dan super hero lainnya. Sungguh beruntunglah bagi AYAH yang telah mempesona batin anak. Nasehatnya akan selalu dijadikan pegangan dalam menghadapi bahtera kehidupan yang penuh rintangan. Tak mudah digoda oleh berbagai macam rayuan. Ia berani mengatakan yang haq di tengah ramainya orang mengiyakan sesuatu yang salah.

Anak yang jauh batinnya dari sang AYAH cenderung menjadi pengekor, ikut-ikutan. Segala apa kata teman ataupun TV, dianggap kebenaran. Mereka tak punya prinsip hidup. Sebab, sejatinya yang menanamkan prinsip di dalam jiwanya, yakni AYAH, lupa akan tugasnya. Wajarlah kalau anak yang suka ikut-ikutan ini disebut ALAY. Sebab, ALAY itu adalah Anak kehiLAngan aYah. Bukan kehilangan fisik yang dirasa. Namun kehilangan sosok AYAH. Yang tak dekat darinya sedari kecil akibat disibukkan dengan berbagai urusan.

Untuk itu, jadilah AYAH PAHLAWAN. Dekati anak sedari sekarang. Taklukkan hatinya. Kemudian nasehati ia dengan kata-kata yang indah lagi berkesan. Dan insyaAllah atas izinNya, di saat saat krisis anak akan terselamatkan.
(Bendri Jaisyurrahman)

Tanya Jawab:

1⃣ Bunda Britania
Bagaimana bentuk pengasuhan ayah terhadap anak perempuan?

Ust. Bendri: Mendidik anak perempuan beda dengan anak lelaki. Dan pembahasan tentang ini amatlah panjang. Allah SWT mengatakan ‘laki-laki tidak sama dengan perempuan…(Ali Imran : 36). Karena fitrahnya berbeda maka stimulannya berbeda. Untuk anak perempuan targetnya adalah bagaimana mereka menjaga kesucian (ath thohiroh) bukan sekedar keperawanan (al bakiroh).

Dalam hal ini maka anak wanita butuh figur yg ia tak butuhkan lelaki asing lain utk dicintai. Figur itu adalah ayah. Sejatinya ayah adalah the first love alias cinta pertama bagi anak wanitanya. Jika hal ini berhasil dilakukan, maka saat anak tumbuh ABG maka mereka tak mudah dirayu oleh lelaki lain.

Dan ayah juga mengajarkan ketegasan bagi anak wanitanya utk tak sembarang disentuh. Sebagaimana ucapan maryam saat dinyataka hamil, ‘bagaimana mungkin aku bisa hamil sementara tak ada satupun lelaki pernah menyentuh aku’ (Ali Imran: 41). Ini adalah buah didikan dari Nabi Zakaria sebagai ayah pengganti bagi maryam karena Imran wafat saat maryam masih kecil.

Singkatnya, jika ayah dekat dengan anak wanitanya, maka ia menjadi magnet yg menjadikan anak wanita tidak caper ke lelaki lain. Dan nasehat ayah bisa menjadi pagar baginya utk hati hati menghadapi godaan di luar. Wallahu A’lam bish showab. ✅

2⃣ Bunda Tini
Apakah semua anak yg kehilangan sosok ayah akan broken heart baik itu sedari kecil atau mngkn saat usia nya mulai remaja?

Ust. Bendri: Gak juga. Ada dua jenis ayah: ayah biologis dan ayah psikologis.

Ayah biologis jelas yg darinya anak berasal. Sementara ayah psikologis yg berperan mendidik anak khususnya dalam menanamkan nilai ketegasan, keberanian dan rasionalitas.

Dalam hal inilah sosok Rasulullah SAW yg ayahnya wafat sejak usia dini mendapatkan sosok ayah pengganti yakni Abdul Muthollib (kakeknya). Begitu kakeknya wafat digantikan Abu Tholib yg tak lain adalah pamannya. Demikian juga dgn maryam dimana Imron wafat saat ia kecil. Maka yg mengasuh Maryam adalah nabi Zakaria AS.

Itu artinya bagi anak yatim tetap butuh sosok ayah pengasuh selain ibu. Ayah ini diutamakan kerabat dekatnya agar sang ibu tak canggung. Jika tak ada, bisa diasuh oleh guru yg dipercaya. Inilah yg dialami oleh ulama terdahulu dimana saat ayah kandungnya tak bisa mengasuhnya maka ada sosok ayah pengganti lewat guru di masa kecil semisal imam syafi’i yg diajar Imam Waki’. Umar bin Abdul Aziz yg diajar Syaikh Sholih bin Kaisan dsb. ✅

3⃣ Bunda Desi
Jika Ayah cenderung keras ke anak laki2. Maksudny agar anak lelaki tak manja. Benarkah ini? Atau bagaimana bentuk kasih sayang yg benar seorang ayah ke anak laki2nya?

ust. Bendri: Mungkin bukan keras. Tapi tegas. Sebab keras dan tegas itu beda.

Tegas itu erat kaitannya dengan aturan dan nilai. Sebagaimana Allah yg tegas kepada Adam yg melanggar aturan. Sebelumnya sudah dikasih tau aturannya dulu yakni jgn dekati pohon terlarang (Al Baqoroh: 35).

Saat Nabi Adam melanggar Allah tegas dgn mengingatkan aturannya (Al A’raf: 22).
Dan memberinya konsekuensi yakni dicabut kesenangannya dengan dikeluarkan dari surga.
Maka peran ayah juga demikian. Yakni menegakkan aturan. Bukan ibu. Tugas ibu justru membuat anak nyaman. Sesekali bolehlah ibu tegakkan aturan. Tapi jgn dominan. Ini wilayah ayah. Ayah disebut qowwam karena makna qowwam aalah taqwimun nizhom (menegakkan aturan).
Sementara fungsi ibu adalah al wadud (pemberi rasa nyaman).
Sesuai dgn hadits: nikahilah olehmu wanita yg subur (bisa melahirkan) dan punya jiwa penyayang.
Rasul menggandeng antara wadud dan walud.
Kembali kepada Ayah, tegas dalam aturan mutlak. Namun tak boleh paksakan kehendak khususnya dalam hal kemauan.

Belajarlah dari Ibrahim yg bahkan saat diperintahkan menyembelih Ismail ia tetap ajak anaknya berdialog. ‘Bagaimana pendapatmu nak?’ (ash Shoffat: 102. ✅

4⃣ Bunda Ririen: Bagaimana kalo sosok ayah tdk ada namun dirasa sosok laki2 terdekat seperti kakek atau omnya tidak mumpuni utk figur ayah?

Jika ayah pengganti dari kerabat terdekat dirasa tidak mumpuni, bisa dengan mencarikan guru yg jadi figur utama. Hal ini biasa dilakukan oleh para ibu di zaman sahabat dan tabi’in ✅

5⃣ Bunda Rosa
Kalau anak saya, jika ibunya yg memberikan arahan tidak terlalu didengarkan tapi kalau sama ayahnya sekali dua kali ngomong patuh. Hal ini sangat terlihat ketika masa menyapih, pisah kamar. Apakah memang begitu anak memandang sosok ayah? Padahal suami hanya mengajak ngomong dan memberikan pengertian.

Ust. Bendri: Mengenai ibu yg tak didengarkan banyak sekali kemungkinannya.

Yg ngetrend sekarang adalah gejala mother distrust. Gak percaya dgn ibu. Ibu dijauhi dan tidak didengar omongannya.

Lebih parah lagi adalah ketika anak tak kangen sama ibunya.

Ingat, petaka pertama pengasuhan adalah ketika ibu tak lafi dirindukan buah hatinya.

Penyebab pertama karena proses menyusui yg salah. Terlalu cepat disapih atau lebih sering memberi asi lewat botol akan merusak ikatan batin ibu dan anak (emotional bonding).

Makanya jika terpaksa memberi asi lewat botol tetap hak anak utk bermain melalui cara menyusui lngsg dng ibu harus diseringkan agar tercukupi belaian dan sentuhannya.

Penyebab kedua adalah peran yg tertukar (role split). Ibu jadi yg paling bawel terhaap aturan sementara ayah malah banyak membolehkan. Ini jadi hal penyebab anak tak kangen sama ibunya.

Dalam kasus ibu, sepertinya karena teknik menegurnya saja yg belum tepat. ✅

6⃣ Bunda Arizah
Anak saya 1,5 tahun. Dia memang dekat sekali dengan ayahnya. Dan akhir2 ini kami perhatikan dia selalu terkesan malu atau bahkan lari ketika dia melihat laki2 yg seumuran ayahnya mendekatinya. Meski itu om-nya sendiri. Apakah itu berkaitan dgn hal yg disampaikan Ust. Bendri di atas (artikel)? Tp anehnya ketika dia bertemu dgn laki2 terutama anak2 terkadang dia malah yg ngajakin main duluan. Kenapa ya? Jd bingung kami.
Apakah krn ibunya yg terlalu protektif dan krn kami tinggal jauh dr keluarga jd jarang ada orang asing terutama laki2 yg dtg kerumah. Shg anak saya merasa spt itu?

ust. Bendri: bunda arizah, anak punya fitrah utk men-screening orang luar yg ia merasa nyaman dgnnya.

Pusat screening nya itu ada di telapak tangan dan punggung. Ketika ia tak mau salaman atau dirangkul itu artinya ia tak nyaman dgn orang tersebut.

Faktornya banyak. Bisa jadi memang performa om yg dirasakan tak memberi kenyamanan. Bisa dari wajah atau intonasi suara.

Kalau masalah penyebab anak tak nyaman juga banyak

1. Kehamilan yg dilalui dgn stress atau banyak sedihnya bisa membuat anak sulit adaptasi dgn orang baru

2. Proses menyusui yg salah juga berkontribusi dalam hal ini

3. Memproteksi anak dari lingkungan sekitar juga berpengaruh

4. Konflik yg tak sengaja dilihat anak khususnya konflik orang terdekat juga membuat anak tak nyaman.

Terapinya, ayah banyak mengajak safar/melakukan perjalanan secara personal. Ibu gak usah ikut dulu

Ayah mengajak anak ke dunia luar. Atau menemani ayah saat bersama dgn orang dewasa lain. Wallahu a’lam. ✅

7⃣ Bunda Iva
Ada 5 fase yg disebut di atas, bagaimana penerapan dlm keseharian? apakah perlakuannya sama untuk anak laki2 dan perempuan dlm penerapan tsb?

Penerapannya dimulai dari usia dini. Ayah wajahnya harus banyak discan oleh anak. Paling kuat dalam memori anak. Caranya dgn sering beradu muka dgn muka atau hidung dgn hidung seraya membuat anak tertawa. Hal ini kerap dilakukan Rasulullah SAW kepada cucunya Umamah dan juga Hasan Husein.

Selanjutnya ayah harus hadir di 3 waktu utama sesibuk apapun. Yakni:
✅ saat anak sakit.
✅ Saat anak sedang sedih
✅ saat anak sedang unjuk prestasi semisal mentas di sekolah.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: