//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Motivasi, Renungan

Sebenarnya…

Sebenarnya…

Tere Liye
December 12, 2015

1. Kita adalah kita. Kita bukan yang dipikirkan orang lain, dinilai, apalagi hanya dari komentar orang lain. Diri kita adalah apa yang tercermin dari yang kita pikirkan. Pendapat orang lain, boleh jadi relevan, boleh jadi bermanfaat, lebih banyak yang tidak. Tapi pendapat kita tentang diri kita selalu relevan.

2. Dalam banyak hal, berpikir positif tidak selalu menjamin membuat kita berhasil melakukan sesuatu, apalagi saat kita berpikir negatif. Lebih kusut lagi situasinya. Maka, jangan biarkan pikiran negatif melintas. Jangan biarkan diri kita menjatuhkan diri sendiri. Sekali pikiran itu muncul, langsung usir jauh-jauh. Sana pergi!

3. Kita tidak bisa melarang orang lain berpendapat, berkomentar. Maka pastikan, kita memiliki benteng yang baik. Hei, jika kita dikelilingi teman2, keluarga, orang2 yang selalu memberi semangat, tentu bagus. Tapi bagaimana jika sebaliknya? Yang ada cuma merecoki, pesimis, dikit-dikit merendahkan, membuat kita jadi ragu2, cemas. Bangun benteng pertahanan terbaik. Jangan sering2 berkumpul untuk mendengarkan celoteh tidak bermanfaat.

4. Ketahuilah, ada nasehat lama, jika kita punya mimpi2, cita2, lantas kita memulai langkah pertama dengan sungguh2 untuk menggapai cita2, mimpi2 tersebut, mulai melakukan perjalanan panjang menggapainya, insya Allah, kita akan tiba di penghujung jalannya. Tapi barangsiapa, yang tidak pernah memulai langkahnya, jangan pernah beharap.

5. Tidak ada definisi hebat, keren, dahsyat, dsbgnya secara absolut dalam hidup ini. Semua hal punya kelebihan dan kekurangan. Maka, apapun yang kita pilih untuk dikerjakan, jalan hidup yang kita inginkan, sekolah, universitas, pekerjaan, karir, dll, jalanilah dengan tekun dan teguh. Tidak semua orang bisa jadi presiden, karena setiap negara hanya punya satu, toh? Tapi semua orang bisa bahagia dan bermanfaat. Menjadi ibu rumah tangga misalnya, hanya di rumah saja mengurus anak-anak dan suami, itu bisa spesial sekali dibandingkan menjadi presiden dalam hal2 tertentu.

6. Berhenti mengeluh. Apalagi di tempat publik. Itu tidak banyak manfaatnya. Kita memang tidak bisa mengatur lingkungan di sekitar kita, tidak bisa memilih di jaman apa dilahirkan, tantangannya, masalahnya, orang-orangnya, namanya juga hidup, pasti selalu saja ada hal yang dikeluhkan, tapi ingatlah: kita selalu bisa mengatur bagaimana sikap kita mengatasinya. Lebih baik pikirkan bagaimana solusinya.

7. Berhentilah membuat rumit hal yang sederhana. Memanjang2kan sesuatu yang pendek saja. Membesar2kan sesuatu yang sebenarnya kecil. Ada banyak urusan di dunia ini yang bukan urusan kita, dan tidak perlu kita melibatkan diri di sana. Juga ada banyak pertengkaran, perdebatan, hal2 mubazir, yang kita juga tidak perlu ada di sana. Selalu fokus pada jalan yang telah kita pilih.

8. Terakhir, sapalah dengan riang orang2 di sekitar kita. Orang2 yang kita temui dalam kehidupan kita. Ringankan tangan dan hati kita membantu orang lain. Apa susahnya melakukan itu toh? Sesama manusia. Lagipula sungguh, besok lusa kita tidak pernah tahu, boleh jadi merekalah yang akan meringankan perjalanan hidup kita. Orang2 yang memberikan tumpangan saat kita kelelahan, menyediakan bekal saat kita kehabisan, bahkan menjulurkan tangga saat kita terjerambab di lubang masalah.

Kompilasi nasehat orang tua ini semoga bermanfaat.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: