//
you're reading...
Creativity, Ekonomi, Entrepreneurship, Review

Daya Saing ditengah Perlambatan Ekonomi : Catatan Perjalanan

Jusman Syafii Djamal
September 24, 2015

Saya dua hari lalu diundang ikut konferensi tentang cyber n cloud security di Shanghai. Saya hadir karena dua hal. Ingin tahu makna phenomena Big Data, Cloud Data Center Cloud n Cyber Security serta Internet of Everything. Yg berikutnya ingin “melihat dgn mata kepala sendiri” perlambatan ekonomi China yg tumbuh hanya 7 % tahun ini.

Untuk kasus perlambatan ekonomi china kebetulan sy bertemu teman yg sudah hampir lima tahun tak bersua. Ia seorang entrepreneur dalam bidang logistik. Katanya sekarang ia pindah usaha ke telekomunikasi dan data center. Dia bercerita tentang lambatnya ekonomi China dgn istilah menarik :”low growth in big numbers”. Jangan keliru Yusman kata dia, ekonomi china itu size nya sangat besar. Sebelas Trillion Dollar. Jadi kalau tumbuh 7% itu sama dengan 77 Milyar Dollar. Sama seperti size ekonomi Indonesia. Itu laju pertumbuhan bukan size nya.

Saya jadi ingat pengalaman dihari minggu sebelumnya ketika dengan isteri bertemu dan melihat seorang pencinta Bonsai sedang berkebun dan menyiram tanamannya. Kebetulan letak kebun dipinggir jalan, jd kami minta ijin mampir untuk nanya ini dan itu. Maklum isteri saya penggemar majalah trubus dan tanaman. Petani bonsai bercerita tentang “size” tanaman. Dia bilang ukuran besar kecilnya tanaman ditentukan pada volume pot. Ruang gerak akar yg dibatasi. Jika mau pohon yg kecil dan menarik langkah pertama buat pot yg kecil. Batasi akar nya. Kemudian baru diberi pupuk dan dirawat.

Analogi bonsai ini dalam kasus terbatas dan dgn asumsi tertentu dot digunakan untuk menjelaskan “size” ekonomi China. Tahun 1978, atau 45 tahun lalu Deng Xiaoping membuka cakrawala baru ekonomi China. Ibarat petani Deng memindahkan pohon besar ekonomi China dari pot dan ruang terbatas (bonsai environtment) ke lapangan yg lebih luas. Global world. Open door policy yg mengganti closed door policy.

Tirai Bambu dibuka. Kawasan ekonomi disepanjang pantai dekat Hongkong dan Shanghai terbuka untuk modal asing. Motto One State Two Systems dikembangkan. Visi China sebagai World Factory ditanam benihnya. Pendekatan ATM , Ambil Tiru dan Modifikasi diambil sebagai jalan penguasaan Teknologi. Infrastruktur dibangun dengan metode “supply side”. Pembangkit listrik dgn skala 35 ribu Megawatt dibangun oleh satu perusahaan dalam tempo lima tahun, tanpa pusing listriknya nanti buat apa. Kota Shenzhen, Guzngzhou di bangun dengan merubah kampung dalam tempo tak lebih 10 tahun. Terstruktur Systematis dan Massive. TSM.

Supply Side Infrastructure Development untuk wahana transformasi daya saing. Memperkuat akar industry dari hulu ke hilir dgn memperbesar “level of playing fields”. Memindahkan tanaman dari pot yg kecil ke lapangan lebih luas. Mengembalikan harimau dari kebun binatang ke habitatnya di hutan nan lebat.

Ketika ekonomi lambat industri China mendapatkan stimulus. Pajak pertambahan nilai atau VAT tidak dipungut ditiap mata rantai proses produksi. Agar industri kecil bisa tumbuh jadi mata rantai pemasok industri besar. Daya beli masuarakt ditingkatkan. Tak ada pungutan pajak penerangan jalan, pajak bumi dan bangunan diturunkan bukan dinaikkan. Stimulus ekonomi dikembankan untuk menjaga dua hal yakni peningkatan daya beli masyarakat dan daya saing penetrasi pasar produk ukm dan industri.

Ekonomi dunia cenderung lambat. Ini phenomena cyclical yg tak bisa ditolak. Malang tak bisa ditolak untung tak bisa diraih. Ekonomi lambat. Akan tetapi seperti kata ahli ekonomi Austria Schumpeter yg bilang : Crisis adalah DNA dari sistem ekonomi yg bersifat kapitalistik. Ia sudah jadi bagian tak terpisahkan dari siklus hidup ekonomi dan bisnis.

Ada pasang surut. Boom and Bust. Growth, Expansion, Stagnate, downturn , recession. Ditengah siklus perlambatan ekonomi kita perlu cari jalan melawan arus. Hilangkan beban ibu rumah tangga, kurangi beban biaya bisnis perusahaan. Temukan insentip jauhi pungutan dan high cost economy.Tugas kita menemukan stimulus. Counter Cyclical.

Apa begitu Wallahu alam. Mohon maaf jika keliru. Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: