//
you're reading...
Creativity, Entrepreneurship, Motivasi, Perubahan

Membidik Target Yang Bergerak : Sebuah cerita dipagi hari.

Membidik Target Yang Bergerak : Sebuah cerita dipagi hari.
September 11, 2015 at 5:48am

Jusman Syafii Djamal

Kemarin siang saya ditemui teman lama ketika bekerja di iptn. Pak Adiwoso yang saya kagumi karena keberaniannya melakukan bisnis padat teknologi dan padat kapital yakni sewa menyewa satelit. Ia sering punya fikiran berbeda dari mainstream “thinking out of the box”, satelit yang salah orbit bisa diakuisisi dan disewakan keorang lain yang membutuhkan. Dulu ia pernah disebut sebagai “child genius”, “anak genius”, kini usia beliau merambat tua tak bisa lagi disebut “child” akan tetapi geniusnya mudah mudahan nya masih ada disana. Ngobrol dengan beliau menyenangkan. Selalu diawali dengan joke. Kemarin dia mulai dengan cerita begini.

Pak Yusman masih senang minum kopi. Oh tentu mas, kenapa ? Apa sekarang bisnis kopi ? Wah kok pindah dari satelit ke kopi, apa ekonomi cenderung sulit, sy pancing dengan cara sedikit vulgar. Dia ketawa. Ngga begitu, bisnis satelit masih punya masa depan, yang problem sekarang bukan bisnis melainkan “dunia sedang dilanda masalah”.

Coba saja baca koran dan lihat tv, tak ada wilayah di dunia yang tidak bermasalah. Siapa sangka sekarang Eropa bukannya sibuk urusin Krisis Ekonomi Yunani, melainkan krisis pengungsi dari Syria yang berjalan kaki bersama anak anaknya. Siapa juga mengira China bisa demam ekonominya, dan dollar terus menguat tanpa ada yang melawan. Financial situation tak menyenangkan bagi para pebisnis. Lebih baik “stay away’, istirahat dulu lihat situasi. Wah kalau mas Adiwoso bilang begini saya harus berfikir keras ini. Jangan jangan ada rencana lain. Ha ha beliau tergelak. Chit Chat yang menyenangkan ditengah kebuntuan olah fikir.

Saya baru nonton video di You tube tentang kisah mahasiswa dengan seorang profesor pak Yusman, lanjut pak Adiwoso. Dalam video itu ada mahasiswa bertanya ke Profesor : Prof tugas yang diberikan kok sukar ya. Fikiran aku buntu dan sedikit stress, pilihan solusi seolah menyempit. Takut nggak lulus Prof. Lantas profesor itu mengambil seceret kopi yang paling enak, baunya membangunkan selera, rasa kopi sudah merayu untuk diteguk, kopi terbaik dari daerah Sumatera, blending kopi gayo dan tapanuli. Kemudian ia mengambil cangkir berbagai ukuran dan berbagai kualitas. Ada yang kristal ada yang keramik dan ada cangkir dari gerabah.
Kopi dituang dimasing masing cangkir, dan mahasiswa diminta memilih kopi dalam cangkir mana yang ia pilih. Kebetulan ada mahasiswa yang hadir berjumlah sepuluh orang. Masing masing mahasiswa memilih cangkir dan kopi. Yang menarik semua tangan menuju satu titik. Membuat target yang sama memilih kopi yang ada dalam cangkir kristal. Tak ada yang memilih kopi dalam cangkir gerabah. Saling rebutan, kristal jatuh kopi berantakan.

Profesornya bilang begini : ini yang buat kalian stress dan tidak fokus dalam mengerjakan soal soal yang saya berikan. Fokus kalian tidak pada “coffee” atau substansi nya melainkan pada bungkusnya. Merebut cangkir bukan kopi.Itulah yang kita hadapi sekarang pak Yusman. Banyak tangan merebut sesuatu yang bukan substansi. Miss the target. Kehilangan arah tujuan. Mana substansi mana bungkus menjadi kabur. Seolah kita membidik target yang bergerak. Otak mengolah niat dalam fikiran mau minum kopi, kaki tangan melangkah menuju cangkir. Kepala Badan lepas dari kaki tangan. Kepala Badan mau minum kopi, Kaki tangan mengejar cangkir.

Inilah tanda tanda krisis dalam proses pengambilan keputusan dari tiap hirarki dalam organisasi yang harus dihindari, ujar beliau pula. Terutama disaat seperti hari ini dimana “dunia menghadapi masalah, bukan Indonesia “.

Ditiap organisasi diperlukan soliditas. Kata Napoleon in Time of crisis Unite. Jangan sampai pimpinan puncak pada level strategis menetapkan target tinggi untuk memotivasi, manajer satu layer dibawah menggoreng target kesana kemari, dan mencoba mereka reka apa motif pimpinan menetapkan target untuk dibahas masuk akal tidak. Semua staff diminta rapat tak kunjung putus, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Yang menderita akhirnya staff yang berada dilapangan bingung menunggu mana target yang dikejar. Apa target pimpinan puncak atau target ketua rapat. Akhirnya para pekerja sambil mengusir waktu semua bermain bola sendiri sendiri. Memilih target yang menyenangkan buat mereka sendiri, lebih baik produktip daripada nganggur.
Selain itu ada bahaya jika perusahaan atau wilayah pertumbuhan ekonomi berjalan tanpa target yang jelas dan pasti. Pihak ketiga yang ingin berpartisipasi dan berinvestasi untuk bangun kerjasama bisa ikut bingung ambil posisi dan inisiatip. Mereka akan jadi pemain orkes melayu sabar menanti. wait and see. Terpaksa menunggu kapan target yang ingin dicapai ditetapkan benar tidaknya. Karenanya dalam menetapkan target jangan ngalor ngidul. Hari ini sasaran diarahkan ke utara, besok hari keselatan. Jangan biarkan kaki tangan, lepas dari kepala badan.

Dalam hal ini ingatan berputar pada pelajaran dimasa lalu, banyak senior di TNI yang baru lulus Sesko selalu bilang begini :”ditengah situasi tak menentu, pegang rantai komando. Dalam menjalankan roda organisasi betapapun sukarnya situasi jangan lupa pedomani rumus sederhana KISS, Kordinasi Integrasi, Sinkronisasi dan Synergi”. Hanya Kordinasi melahirkan Integrasi, Hanya Sinkronisasi mememunculkan Synergi.

Setelah guyonan kita berdua bicara ngalor ngidul, maklum sudah lama tak bersua. Saya share guyonan beliau disini, meski tak minta ijin. Sebab saya tau beliau senang berbagi pengalaman dengan siapapun yang ditemuinya. Mohon maaf jika keliru.

Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: