//
you're reading...
Human being, Kajian, Kemandirian, Lingkungan, Motivasi, Pendidikan, Perubahan, Renungan

Mari Buat Arus Baru Pendidikan bersama AyahBunda Sejati dan Pendidik Sejati.

Harry Santosa – Millenial Learning Center

Sepanjang sejarah, hanya Kesejatian yang mampu melahirkan Keberanian Sejati. Keberanian Sejati akan membuat Perubahan Yang Allah Ridhai.

Perubahan yang Allah ridhai sudah pasti menebar rahmat dan manfaat di muka bumi.

“Create the Shape, and It Shapes People”
Ciptakan bentuk, maka bentuk itu akan membentuk manusia.

Selama ini masyarakat kita dibentuk oleh “bentuk” berupa ruang dan waktu yang diciptakan untuk memperbudak manusia, memperbodoh manusia sampai derajat kebodohan yang bisa dicapai oleh manusia. Asfala safilin.

90% orang bangun pagi setiap hari di seluruh dunia tanpa bisa memilih waktu dan ruang sendiri, kecuali bagian yang sangat sedikit, padahal mereka diciptakan untuk menjadi manusia yang bebas memilih – freewill. Mereka tidak bisa memilih pekerjaan dan pendidikan yang benar benar menjawab alasan keberadaan mereka di muka bumi, yang benar benar mewakili kesejatian mereka.

Mereka kehilangan kesejatian, mereka kehilangan gairah bakat, kehilangan gairah moralitas dan spiritualitas, mereka dikendalikan waktu yang diciptakan para penjajah peradaban, bangun gelap buta dan pulang malam buta mengais upah, tidak sempat membangun maknanya dan cahayanya sendiri, makna dan cahaya rumahnya, makna dan cahaya anak anaknya.

Lalu kepenatan tanpa makna dan cahaya itu diberi gula gula melalui kenikmatan semu entertainment lewat layar kaca jor joran atau hantaran wisata wisata yang dijajakan bagai candu, tanpa tahu dan sadar apakah yang mereka jalani setiap hari itu menuju kepada kehidupan yang Allah maksudkan atau tidak.

Kekosongan spiritual melanda banyak orang di dunia walau sebagian mereka nampak rajin ibadah ritual dan melahap berbagai siraman ruhani, mereka pada dasarnya tetap dikendalikan ruang dan waktu yang membuatnya tanpa makna. Dalam masyarakat tanpa makna, agama juga benar benar dijadikan candu.

Mereka tahu bahwa maksud hidup adalah untuk beribadah, untuk menjadi khalifah, untuk memakmurkan bumi atau imaroh, namun yang mereka tidak bisa memilih misi hidup mereka, padahal misi hidup atau peran sejati merekalah yang bisa berjabat tangan dengan tujuan dan maksud (purpose) hidup mereka sebagaimana dipaparkan di atas.

Mereka pada galibnya sungguh tidak yakin bahwa yang mereka kerjakan setiap hari itu apakah misi hidup yang semakin mendekatkan mereka kepada maksud kehidupan itu atau tidak. Just do it.

Tidak ada pilihan, tidak bisa memilih, tidak sempat memilih bahkan tiada waktu untuk merenung sekalipun karena waktu sudah bukan lagi milik mereka.

Ruang kehidupanpun bukan milik mereka. Bumi hanya tempat mengais makanan dan kehidupan hanya jam jam untuk menjalani rutinitas seperti hewan peliharaan. Kal an’am, bal hum adhol.

Mereka selalu dikejar kebutuhan hidup yang jenis dan harga harganya sudah distandarkan, dibayar dengan dengan upah dan pensiun mereka yang juga sudah distandarkan. Yang bisa dilakukan hanya bertahan hidup seperti rusa di padang tandus, berebut air dan makanan, menunggu kapan dimangsa atau mati karena cuaca.

Kita sungguh sungguh menjadi makhluk tanpa pilihan atas kearifan. Sebagian kita kecanduan dengan hidup yang sudah dipilihkan para perancang kehidupan yang jenius itu namun jahat luar biasa. Jangan salahkan mereka, kitalah yang menyediakan diri kita untuk dibentuk sesuka mereka.

Anak anak kita berseragam di sekolah sekolah dengan kurikulum seragam, untuk menyeragamkan fikiran dan masa depan mereka. Maka kenakalanpun menjadi seragam, kezhalimanpun juga seragam. Mahasiswa salah jurusanpun hal yang seragam. Guru guru dan karyawan salah karirpun adalah hal yang seragam.

Apa yang lebih buruk dari manusia yang Allah ciptakan berbangsa bangsa, berbeda warna dan tempat tinggal, berbeda sifat dan karakter dll kecuali keseragaman. Ketahuilah bahwa hanya beribadah kepada Allah yang boleh seragam.

Lihatlah kezhalimanpun kemudian menjadi seragam. Mencontek dan membocorkan soal serta korupsi adalah keseragaman nasional. Stress dan syirik menjelang ujian nasional maupun pilkada atau pileg menjadi upacara ritual periodik yang seragam. Lalu anak anak kita berduyun duyun mengambil S1, S2 kalau perlu S5 jika ada, agar mengalami antrian pekerjaan yang seragam.

Kompetisi akhirnya menjadi konsekuensi mutlak bagi masyarakat yang dibentuk dengan keseragaman dan tidak punya jatidiri. Padahal kompetisi menyebabkan disorientasi pendidikan dan kebudayaan, krisis alam dan krisis kemanusiaan, pemborosan, inefisiensi, demoralisasi, konsumtif dan rendahnya kemanfaatan.

Jika masih tersisa kesadaran untuk tidak menginginkan anak anak kita generasi masa depan diperbudak seperti kita. Mari buat arus baru pendidikan bersama.

Let’s create our own shape.

Mari kita dirikan ruang dan waktu milik kita sendiri, beserta kearifan dan keyakinan yang kita miliki.Shape itu bernama pendidikan berbasis Fitrah. Tentu fitrah yang Allah karuniakan. Pendidikan fitrahlah yang memastikan misi hidup anak anak kita tampil menjadi cahayanya menuju the purpose of life – maksud penciptaan Allah.

Semua misi dan potensi peran kehidupan sesungguhnya telah terinstal dalam fitrah kita dan anak anak kita. Fitrah inilah yang memberitahu dengan jujur apa alasan kehadiran kita di muka bumi, apa yang harus kita lakukan secara spesifik untuk menuju maksud penciptaan Allah SWT.

Jangan sia siakan kesempatan emas yang Allah berikan berupa keindahan fitrah pada diri kita dan anak anak kita, keindahan fitrah pada bumi dan alam semesta, fitrah pada waktu dan zaman serta kearifan masyarakat, fitrah pada agama yang fitri.

Jadilah orangtua sejati dan pendidik sejati yang berani membuat perubahan peradaban melalui pendidikan sejati nya sendiri. Let’s create our own shape. Mari buat arus baru pendidikan…. pendidikan berbasis fitrah untuk peradaban yang penuh rahmat dan manfaat.

Salam takzim bagi para Guru Peradaban, yaitu ayahbunda sejati dan pendidik sejati.

Salam Pendidikan Peradaban

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: