//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Pendidikan, Renungan

Renungan Pendidikan #52

Harry Santosa – Millenial Learning Center

#‎fitrahkeluarga‬

Mungkin banyak diantara kita tidak tahu bahwa perceraian di negeri ini sudah mencapai 36 perceraian per jam? Angka fantastis pengguncang Arsy ini mungkin akan terus bertambah sejalan dengan semakin banyaknya pasangan yang menikah, namun hampa dari nilai dan misi pernikahan.

Pemicu perceraian tentu beragam, namun penelitian menyebutkan bahwa akar penyebab perceraian karena dua hal. Yang pertama adalah tiadanya core value (nilai inti) dan core mission (misi inti) dari sebuah pernikahan yang sangat menentukan moralitas dan produktifitas sebuah pernikahan.

Yang kedua adalah tidak adanya peran pendidikan dan aktifitas mendidik di dalam rumah tangga. Semuanya dialihdayakan atau di”outsource” atau tepatnya diambil alih oleh sistem persekolahan. Yang kedua ini akan kita bahas kemudian karena sangat ditentukan oleh yang pertama.

Lalu apa yang dimaksud “core values” dan “core mission” sebuah pernikahan?

Core Values

Sesungguhnya pernikahan adalah peristiwa besar peradaban, alQuran menyebutnya dengan perjanjian yang kokoh atau Mitsaqon Gholidzo. Karenanya sebuah lembaga pernikahan harus memiliki dan mensepakati “core values” (nilai inti) dan “core mission” (misi inti) yang kokoh, bukan hanya sekedar janji ikatan untuk hidup bersama dalam satu atap.

Sebuah keluarga, sejatinya harus memiliki core values (nilai inti) yang menjadi acuan perjalanan bahteranya dan ini tidak bisa ditawar kecuali ada kesepakatan baru, core values ini adalah akhlak assasiyah atau akhlak yang pokok.

Akhlak assasiyah atau disebut dengan karakter moral itu sifatnya universal mengacu pada nilai nilai yang terbaik, dalam hal ini tentu saja nilai nilai agama terbaik yang diyakini oleh pasangan suami istri.

Dalam persepektif ini dapat dipahami bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sakral dalam agama. Karenanya, kesamaan keyakinan (Islam menyebutnya dengan aqidah), adalah syarat mutlak pernikahan. Inilah yang akan menjadi core value nya.

Core value atau nilai inti atau nilai kebenaran universal yang diambil dari nilai nilai terbaik, yaitu terkait dengan nilai moral atau keyakinan sepasang suami istri. Inilah yang akan menjadi moral character atau akhlak assasiyah sebuah keluarga.

Core Mission

Setiap keluarga adalah unik, berbeda dengan keluarga lainnya. Keunikan ini merupakan identitas sekaligus juga tersimpan purpose atau maksud tertentu dari Allah swt sebagai karuniaNya. Inilah sesungguhnya core mission dari setiap pernikahan.

Jadi Core Value saja tidak cukup, sebuah pernikahan juga memerlukan “core mission” atau misi inti yang kelak akan menjadi karakter kinerja atau produktifitas sebuah keluarga. Tanpa produktifitas yang berangkat dari core mission, maka sebuah keluarga juga akan rentan terhadap perceraian.

Kita sering menyaksikan banyak keluarga hanya sekumpulan manusia, berisi pria yang disebut ayah, wanita yang disebut ibu dan sejumlah anak2nya yang hidup dalam rutininitas menunggu pergantian waktu untuk alih tanggungjawab dari orangtua kepada anak anaknya, tanpa nilai dan tanpa misi. Keluarga demikian menyalahi peran kekhalifahannya di muka bumi.

Maka sejatinya sebuah keluarga memiliki “core mission” (misi inti) yaitu akhlak ‘amaliah (karakter kinerja) yang khas dan unik, yang akan menjadi misi spesifik sebuah keluarga. Inilah yang akan sangat menentukan produktifitas rumahtangga atau keluarga di muka bumi.

“Core mission” sebuah pernikahan adalah sangat unik, merupakan kombinasi personality productive atau kombinasi panggilan hidup dari sepasang suami istri. Jadi mestinya gabungan karakter kinerja (akhlak ‘amaliah) suami istri menjadi tanda tanda “core mission” (misi inti) keluarga. Sebagian orang menyebut “core mission” ini sebagai DNA atau Gen.

Dalam Islam dicontohkan dengan “misi inti” berketurunan dari seorang Nabi Ibrahim AS: “…jadikanlah keturunanku sebagai “mutaqina imama” , menjadi pemimpin bagi orang bertaqwa. Inilah yang akan menjadi “performance character” (karakter kinerja” yang menentukan produktifitas keluarga Nabi Ibrahim Alaihisalaam.

Maka sejarah mencatat, betapa tangguhnya keluarga ini. “Core mission” ini sejatinya sejalan dengan personality Nabi Ibrahim AS dan bunda Hajar, karena bunda Hajar bersedia ditempatkan di Makkah yang kering dan gersang, lalu Allah memampukannya. Sejarah mencatat kelak dari keluarga ini lahirlah Nabi akhir zaman.

Realita hari ini

Dalam masyarakat modern keluarga bukan dianggap sebagai lembaga investasi produktif, namun lembaga konsumtif yang harus dijejalkan beragam hal, dikendalikan dan diatur oleh pusat kekuasaan. Keluarga keluarga, rumah tangga rumah tangga sangat panik dan sangat tergantung oleh fluktuasi permainan pusat kekuasaan, sejak aspek ekonomi sampai aspek pendidikan anak anaknya.

Mereka berpangku tangan dan berpangku harapan serta berpangku pendapatan karena tidak memiliki “core mission” yang menjadi acuan peran produktif peradaban dan peran pendidikan peradaban.

Maka penting bagi setiap lembaga pernikahan, rumah tangga, keluarga untuk kembali merancang Core Values dan Core Mission, agar mudah mudahan dengan begitu setiap pasangan memiliki identitas unik dan sense of mission yg lebih kuat dalam pernikahannya.

Jika sepasang suami istri sudah melihat dan meyakini bahwa pernikahan mereka punya “core mission” yang unik, yang membawa makna dan misi yang spesifik, maka pernikahannya Insya Allah akan sangat produktif bagi peradaban. Jelas akan berdampak kepada pendidikan anak anak mereka, generasi peradaban masa depan. Menjadi budak peradaban atau menjadi pemimpin peradaban.

Jadi seberapa rentan rumah tangga kita dari perceraian dan seberapa produktif serta bermanfaat

bagi peradaban serta seberapa mampu melahirkan generasi peradaban yang manfaat, menebar rahmat dan berakhlak mulia, coba renungkan dan ingat-ingat, apa sesungguhnya Core Values (nilai inti) dan Core Mission (misi inti) pernikahan kita?

Salam Pendidikan Peradaban

‪#‎pendidikanberbasispotensi‬
‪#‎pendidikanberbasisfitrah‬ dan akhlak

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: