//
you're reading...
Uncategorized

Minsky Moment : Menemukan Momentum Bangkit dikala Macro Shock dan Turbulensi Ekonomi terjadi ???

Jusman Syafii Djamal
25 May 2015

Banyak halmemiliki jadwal tumbuh berkembang. Padi ditanam, tumbuh dan berbuah lahirkan masa panen. Bayi dalam kandungan jadwalnya sembilan bulan. Musim dingin, musim gugur, musim semi, musim panas datang silih berganti di Eropa, Amerika dan sebagian Asia muncul seperti sebuah siklus kehidupan. Mereka datang silih berganti seperti jarum jam yang berputar, detik berganti menit, menit berganti jam dan jam berganti hari, minggu, bulan dan tahun.

Many things are cyclical. That isto say, they occur again and again like clockwork, on the striking of an houror the passage of a certain day. Winter recurs annually. The life cycle ofevery living creature involves birth, growth, maturity, old age and death.Kita seolah tak bisamengelak dari siklus hidup. Jam yang kita pakai berjalan sesuai dengan rotasi bumi yang berputar mengelilingi matahari secara teratur. Tak heran jika kemudian Kondratiev seorang ekonom Soviet melakukan prediksi tentang apa yang ia sebut sebagai siklus gelombang naik turunnya kondisi ekonomi. Ia bilang dalam tiap ekonomi wilayah pasti ada sifat alamiah yang tumbuh dalam sebuah DNA “microcyle” ada“supercycle”. Ekonom Soviet Nikolai Kondratieff (sering ditulisKondratiev) adalah ahli yang pertama sekali mengemukakan tentang teori siklus melalui bukunya berjudul “The Major Economic Cycles pada tahun 1925.Pada tahun 1939,  JosephSchumpeter memperkenalkan istilah economic cycles “Kondratieff waves”  untuk menghormati karya ini.

Kondratiev membagi siklus ekonomi kedalam tiga phase yakni : expansion, stagnation ,recession. Yang kemudian berkembang siklus ini ditambah menjadi phase “turningpoint” atau titik balik disetiap perubahan satu phase ke phase lainnya.Sehingga teori siklus yang berkembang menjadi empat phase, Ada phase ekspansi,ada phase titik balik dari ekspansi menjadi jatuh kelembah stagnasi dan resesi. Pada tahun 1920 an Kondratiev proposed to apply the theory to the 19th century :

1790–1849 with a turning point in 1815.

1850–1896 with a turning point in 1873.

Kondratiev comedian member gambaran, in 1896, a new cycle had started.

Kondratiev memusatkan perhatian pada fenomena naik turunnya harga dan suku bunga ketika menjelaskan gelombang perubahan phase ekspansi, stagnasi dan resei tersebut.Phase ekonomi tumbuh ditandai pada peningkatan harga dan penurunan suku bunga,sementara pada phase stagnasi terjadi penurunan harga dan peningkatan sukubunga. Tiap phase melahirkan perubahan output dari masing masing wilayah ekonomiyang diamati. Versi yang lebih akurat dan menyeluruh tentang siklus Kondratiev ini dapat di telusuri dari tulisan  Robert Ayres tahun 1989. Dimana dalam tulisan itu dipaparkan perjalanan sejarah tiap phase yang dikaitkandengan perubahan kemajuan teknologi yang mengikutinya. Begitu juga Cesare Marchetti mempublikasikan teori Kondretiev waves ini yang dikaitkan dengan fenomena “diffusion of innovations”

Seorang fisikawan dan pakar teori Sistem Tessaleno Devezas mengeksplore lebih jauh phenomena Long Wave nya Kondratiev ini dengan membangun “ a generation-learning model dan “ a non linear dynamic behaviour of information systems”. Dalam model matematika ini tidak hanya kehadiran Kondratiev Wave ini yang dikemukakan , ia juga membuat penjelasan tentang kehadiran gelombang  dalam skala waktu 60 tahun yang identic denganperjalanan dua generasi.

Modifikasiteori siklus Kondratiev kemudian dikembangkan oleh Daniel Šmihula.Šmih ula identified six long-waves within modern society and the capitalisteconomy, each of which was initiated by a specific technological revolution:

1.(1600–1780) The wave of the Financial-agricultural revolution

2.(1780–1880) The wave of the Industrial revolution

3.(1880–1940) The wave of the Technical revolution

4.(1940–1985) The wave of the Scientific-technical revolution

5. (1985–2015) The wave of the Information andtelecommunications revolution

6. (2015–2035?) The hypothetical wave of thepost-informational technological revolution

Tidak seperti Kondratieff dan Schumpeter , teori Šmihula ini mengatakan bahwa tiap siklus yang baru memiliki waktu yang lebih pendek dibanding sebelumnya. Fokusnya adalah pada kemajuan teknologi dan tumbuhnya teknologi baru yang menjadi pendorong dan pembangkit kemajuan ekonomi berikutnya. Ia mengingisyaratkan Bangsa yang tak menguasai teknologi pasti akan jadi follower dan tak memiliki kekuatan pembangkit inovasi. Dan hanya bisa menunggu siklus berubah dengan sendirinya. Setiap gelombang memiliki phase inovasi yang disebutnya dengan istilah technological revolution dan pada phase application phase akan terjadi fenomena Darwin dimana inovasi yang lebih kuat akantinggal yang lemah akan sirna, dan inovasi teknologi yang muncul sebagaipemenang atau “survival of the fittest” akan dimanfaatkan sebesar besarnyauntuk melahirkan keuntungan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang padagilirannya akan melahirkan inovasi teknologi yang lebih baru.Ketika inovasi atau sekumpulan inovasi teknologi itu tersedia dan eksis maka efisiensi dan produktivitas kegiatan ekonomi dalam satu wilayah akan meningkat.

Setiap gelombang inovasi teknologi akan melahirkan pusat pusat pertumbuhan baru Eachwave of technological innovations can be characterized by the area in which themost revolutionary changes took place (“leading sectors”),begitu kata Smihula.For the end of an application phase of any wave there aretypical an economic crisis and stagnation. The economic crisis in 2007–2010 is a result of the coming end of the “wave of theInformation and telecommunications technological revolution”.

Pertumbuhan ekonomi disuatu wilayah selalu memiliki siklus. Menurut Investopedia definisi siklus ekonomi adalah sifat alamiah dari ekonomi yang memiliki DNA fluktuasiyang bergerak dari periode ekspansi atau ekonomi tumbuh (boom) dan periodekontraksi atau ekonomi mengkerut (bust) menuju resesi. Variabel GDP, suku bunga,angka pengangguran, “consumer spending” biasanya digunakan untuk menjelaskanapakah kita saat ini berada pada kondisi ekspansi atau menuju resesi.DEFINITION of ‘Economic Cycle’ adalah : The naturalfluctuation of the economy between periods of expansion (growth) andcontraction (recession). Factors such as gross domestic product (GDP), interest rates, levels of employment and consumer spending can help to determine the current stage of the economic cycle.

‘Economic Cycle’ : An economyis deemed to be in the expansion stage of the economic cycle when gross domestic product (GDP) is rapidly increasing. During times of expansion,investors seek to purchase companies in technology, capital goods and basicenergy. During times of contraction, investors will look to purchase companies such as utilities, financials and health care.

Siklus bisnis selalu dimulai dari titik terendah dan kemudian terjadi proses recoveryyang diikuti oleh fase ekspansi menuju titik tertinggi dan lahir fase kemakmuran. Biasanya phase ini diikuti oleh titik jenuh dan perlambatan , lahir proses penurunan kearah perlambatan dan penurunan ekonomi atau resesi danmenuju depresi. Siklus bisnis naik turun ini merupakan fenomena. Kehadirantitik balik ekonomi ini disebut “shock” atau kejutan. Disebut shock karena biasanya datangnya tiba tiba tanpa diduga.

Ada empat phase dalam satu siklus.

Phase Makmur atau Prosperity Phase ,dimana ekonomi tumbuh, ekspansi bisnis terjadi disebut Expansion or Boom orUpswing of economy. Phase Resesi atau Recession Phase : from prosperityto recession (upper turning point). Phase Depresi atau Depression Phase: Contraction or Downswing of economy.Phase Recovery atau Recovery Phase: from depression to prosperity (lower turning Point), yang dapat diamati daridiagram berikut ini :

Karenanya, penulis Jerman Oswald Spengler memprediksi bahwa peradaban manusia berjalan secara bertahap bertingkat dan berlanjut. Meski apa yang ditulisnya hingga kinibelum disebut pandangan ilmiah. Spengler claimed that each civilization passes through definite stages. Such theories are not viewed today as scientific.Social phenomena are considered too complex for such analogies to be useful.

But as there are small cycles, there must be larger cycles. How could there not be?

Ada sebuah buku menarik judulnya : Stabilizing an Unstable Economy, karya Hyman PMinsky. Beliau adalah seorang ahli ekonomi murid dari Joseph Schumpeter danWassily Leontieff di Universitas California Berkeley Brown University danHarvard University. Ia wafat tahun 1996. Di Wall Street orang mengenal apa yangdisebut dengan Minsky Moment deskripsi titik balik pertumbuhan ekonomi ,  bangkitnya suatu wilayah ekonomi dari keadaantertekan melambat menuju stagnasi dapat diputar kearah ekspansi. Phase ekonomi tumbuh – ekspansi – jenuh – lambat stagnasi,resesi dan depresi. , aliran Keyness merekomendasikan pendekatan untukmengedepankan kebijakan moneter yang kadangkala dibarengi dengan stimulusfiskal.Hal ini dimaksudkan ada suatu energi bagi sistem ekonomi suatu wilayah untuk memiliki kemampuan “counter cyclical”.

Energi untuk membalikkan keadaan tertekan menjadi kembali ke posisi semula. Karenanyasebagai tindakan berjaga jaga Keynes selalu menganjurkan agar sistem ekonomi yang diterapkan disuatu wilayah harus dapat lahirkan surplus budget ketika periode pertumbuhan. Surplus budget ini kemudian menjadi kekuatan cadanganketika turbulensi ekonomi berlangsung, sehingga ada ruang maneuver untuk membawa siklus bisnis ke wilayah “soft landing” dan koreksi kebijakan ditengah perjalanan atau “mid course coorection” jika terjadi ketidakstabilan atau gangguan turbulensi.

Sementara Minsky mengusulkan pendekatanyang berbeda. Ia lebih menekankan pada ancaman bahaya yang dihadapi wilayah yang mengalami tekanan turbulensi ekonomi paling kuat. Wilyah ini biasanya akanmenghadapi fenomena ketidak pastian aliran dana investasi. Merosotnya investasi merupakan tanda.Yang tadinya akan diprediksi mengalami pertumbuhan akibat mengalirnya investasi,kini akan mengalami sengatan masalah. Dana investasi datang tidak sesuaijadwal. Atau investasi dibatalkan. Dan multiplier effectnya adalah gangguan aliran dana segar atau “cash flow” pada perusahan yang bergerak didaerah tersebut. Gangguan melahirkan apa yang disebutnya dengan”volatility of investment”.Suatu ketidak seimbangan atau volatilitas investasi.

Gangguan pada aliran investasi ini akan dapat menyeret wilayah itu menjadi tertekan lebih dalam.Karena pada umumnya sebuah perusahaan yang sedang dalam fase investasi memerlukan kesinambungan aliran dana yang tak dapat dihentikan.Jika tersendat maka investasi yang telah ditanam dalam bentuk gedung atau alat pralatan utama sebagai modal kebangkitan ekonomi dimasa depan, akan mangkrak dan jadi besi tua. Timbul kerugian. Dan tiap kerugian akan melahirkan”bleeding cash flow” yang sukar ditanggulangi jika terjadi akumulasi. Karenanya Minsky menganjurkan agar ketika suatu wilayah berada dalam situasi turbulensi, arah kebijakannya adalah pada “pengamanan investasi”. Pro pada investor. Keran kredit investasi dibuka. Insentif fiscal dikembangkan. Dankebijakan moneternya sedikit diperlonggar agar likuiditas terjadi.Suku bunga kredit lebih murah.

Buku Stabilizing the unstable economy menarik. Disini Minsky mencoba menjelaskan mengapa ekonomi suatu bangsa bisa amat rentan jika berhadapan dengan fluktuasi dan turbulensi. Juga digambarkan tentang bagaimana kemungkinan pilihan agartiap wilayah ekonomu memiliki instrument untuk “mencontained” atau”memagari” perambatan fluktuasi yang terjadi. Minsky lebih memusatkan perhatian pada peranan “agent of change” ketimbang faktor faktor penyebab fluktuasi ekonomi yang terjadi. Minsky sepertinya tidak tertarik pada sebab akibat adanya kejutan atau “shock” baik karena faktor diluar pengetahuan atau akibat “irrational excuberance”atau “foolish policy”.

Bagi Minsky proses yang menyebabkan “financial fragility” bersifat alamiah yang inherent ada sebagai kekuatan tersembunyi yang bekerja dalam sistem ekonomi suatu wilayah. Tiap wilayah ekonomi pasti secara alamiah akan mengalami pasang surut. Ada boom ada bust. Menggelembung dan mengkerut. Ini yang disebutnya sebagai “business cycle” yang bersifat alamiah.Siklus bisnis ini perlu diprediksi. Ada yang muncul tiap lima tahunan ada yang sepuluh tahunan. Tapi karena wilayah ekonomi kini tidak dapat diisolasi mungkin saja ada banjir kiriman yang menyebabkan suatu wilayah terganggu sabilitas ekonominya karena wilayah yang berdekatan dengannya mengalami gangguan. Dengankata lain siklus naik turun itu juga kadangkala mengalami tekanan atau shock yang tiba tiba tanpa dapat diprediksi sebelumnya. Karena itu saat bilamanapasang atau pertumbuhan ada atau bilamana ia surut atau resesi muncul itu kadangkala sukar diramalkan secara tepat.

Dalamsegala situasi Minsky lebih mengedepankan peranan inovasi dan daya entrepreneurship untuk mengambil resiko sebagai faktor penggerak utama dari Business Cycles. Kedua faktor ini yakni entrepreneurship dan innovasi harus dijadikan wahana pembangkit energi yang dapat membuat tiap fluktuasi dapat terkelola dengan baik. Inovasi dan entreprenuership mampu melahirkan energiyang membuat suatu wilayah mengalami  pertumbuhan ekonomi, Inovasi danentrepreneurship jugalah yang menjadi engine atau faktor pendorong yang memicu proses kebangkitan dari Dengan kata lain agent of change jauh lebih utama untuk dijadikan fokus kebijakan dibandingkan dengan upaya untuk memerangi fenomena pasang surutnya.

Ketika masa pertumbuhan ekonomi,  entrepreneuship dan inovasi dapat menjadi faktor “destabilizing” yang mengungkit kearah positip . Keberanian entrepreneur mengambil resiko dengan melakukan investasi pada inovasi produk baru atau proses baru atau industry bari akan mengalirkan investasi pada masa depan.Kegigihan menemukan jalan baru dan tatacara baru yang penuh resiko melahirkan pelbagai jenis investasi yang dianggap perlu bagi upaya percepatan dan perluasan wilayahpertumbuhan ekonomi, Investasi yang bervariiasi  melahirkan momentpengerak perubahan situasi kondisi.

Muncul factor pengungkit dan engine pertumbuhan ekonomi. Keaadan yang tadinya terasa nyaman dan stabil berubahmenjadi seolah ada fluktuasi akibat terjadinya proses ekspansi. Situasi seolah menjadi tidak stabil atau sebaliknya jika ada perlambatan ekonomi, lahirnya entreneurship, mereka yang berani anmbil resiko dan kegigihan untuk lakukanininovasi akan membawa kondisi tidak stabil menjadi stabil.Karenanya Engine pendorong berupa entrepreneurship dan inovasi perlu terus menerus dipelihara melalui pelbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan. Baik dikalakondisi normal maupun ada dalam tekanan.

Kondisi normal sering menimbulkan ransangan bagi mereka yang kreatip untuk melakukaninvestasi dan pelbagai inovasi serta keberanian untuk mengambil resiko.Tindakan ini seperti mengusik kondisi tenang itu dan menjadi pemicu gangguankestabilan. Unusr fluktuasi naik turun dalam pertumbuhan muncul karena dua faktor utama yang digerakkan oleh “agent of change” dalam masyarakat baik sebagai insititusi maupun sebagai individu. Melalui pendekatan ini Minsky melengkapi teori Keyness tentang “investment theory of the cycle” atau teori investasi dalam siklus bisnis  dengan”financial theory of investment” atau theory finansial investasi.

Dalam publikasinya ditahun 1950 hingga pertengahan tahun 1960 Minsky mengembangkan analisanya tentang Business cycles.  Dalam tulisannya ia mengedepankan faktor utama penggerak business cycle adalah institusi. Yang disebut institusiadalah Pemerintah,  Struktur Regulasi, Sistem dan Pranata Hukum sertaPerusahaan. Ia berbeda dari Keyness yang lebih menekankan faktor moneter danfiskal yang dirumuskan dalam model Investasi, Tabungan dan Money Supply yangtergambar dalam kurva IS – LM.Misky lebih tertarik untuk mengembangkan”multiple accelerator model” yang memberikan alternatip kemungkinanlahirnya “ledakan pertumbuhan ekonomi” atau tenaga pendorongkebangkitan ekonomi jika terjadi krisis.

Ia menyatakan Institusi memiliki energy yang cukup besar untuk memproduksikemampuan untuk bangkit, tumbuh dan berkembang. Kedua Misnky juga menekankanpentingnya inovasi dari institusi  finansial  untuk ikut melahirkanmodel model pembiayaan investasi baik ketika suatu Bangsa berada dalam erapertumbuhan maupun dalam era menjelang krisis.

MembacaMinsky memang sukar. Apalagi jika seperti saya yang tak memiliki latar belakangekonomi. Aka tetapi argumen argumen yang disajikannya kadangkala amat menarikuntuk ditelusuri lebih lanjut. Sebab melalui penelusuran itu kita menjadi lebihoptimis untuk menemukan solusi dari persoalan defisit yang kin terjadi. MelaluiMinsky kita dapat mencari “loophole” atau celah bagaimana kita mampumemotog rantai kecenderungan “spiral down” atau pusaran siklus yangmenyedot semua energi kita saat ini. Pada saat ini seolah seperti sedangberada dalam pesawat terbang , kita semua terguncang guncang menghadapiturbulensi. Ada arus pusaran yang ditimbulkan oleh defisit neracaperdagangan,yang kemudian melahirkan arus pusaran harga dollar yang terusmeningkat dan rupiah yang melemah.

Keduaarus pusaran utama itu telah mengganggu kehidupan rumah tangga dan disana sinitelah menyentuh sendi sendi ketahanan ekonomi rumah tangga. Sebab kedua aruspusaran ini melahirkan arus pusaran berikutnya yakni kenaikan harga harga yangcenderung tak terkendali. Tak terkendali karena hukum supply and demand seolahtak berlaku. Meski ada intervesnsi pasokan daging atau pasokan kedelai, tetapsaja kedua komoditi itu terasa langka dan harga cenderung lebih mahal. Keduakomoditi itu merupakan barang modal bagi Pedang Rumah Makan Padang dan PedagangTahu dan Tempe. Kenaikan harga menyebabkan modal operasional terkuras daninvestasi masa depan tersendat. Terjadi aliran cashflow atau aliran dana segaryang tersendat pada level mikro di wilayah ekonomi pedagang kecil rumah tanggaseperti pedagang tahu tempe dan rumah makan padang.

Kecendrunganini melahirkan kelangkaan komoditi tahu tempe dipasar, yang ikut mempengaruhiharga semua bahan kebutuhan pokok. Semua ikutan  merangkah naik harganya.Kenaikan harga membawa aliran daya beli rumah tangga merosot kebawah. Uangbelanja menjadi semakin tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup. Ibu Ibu rumahtangga mulai pusing memikirkan cara untuk mengelola anggaran rumah tangga,sebab semua harga naik secara perlahan.

DariMinsky paling tidak kita memahami bahwa kata Strategi memiliki persfektiptentang waktu dan tumbuh berkembang dalam suatu siklus perjalanan waktu. Salahsatu variable strategi adalah waktu. Strategi boleh dibilang fungsi dari waktu.Seperti bermain catur, ada saat bidak digerakkan , ada waktu dimana benteng harusbergerak melindungi raja dari ancaman lawan. Kemana dan bilamana bidak bergerakdan pada saat sepertiapa benteng dijalankan oleh pemain catur semua adawaktunya. Keseluruhan gerak buah catur disebut strategi bermain catur. Satugerakan bidak atau benteng atau kuda akan melahirkan posisi dan kondisi berbedadipapan catur. Tiap gerakan melahirkan momentum perubahan.

Karenanyasituasi perlambatan ekonomi sebagai tanda akan menjurus pada stagnasi danresesi memerlukan suatu strategi untuk membangkitkan harapan baru. Tidak bolehdibiarkan tanpa kebijakan fiscal dan moneter yang tepat untuk membalikkanharapan dan energy. Diperlukan langkah rekayasa ulang dan restrukturisasi.Sebab jika dibiarkan terus Masyarakat akan berada pada kondisi ekonomi di levelyang lebih rendah dibanding sebelumnya. Karenanya Siklus spiral down ini perludihentikan. bagaimana caranya ?

Iniyang mungkin disebut sebagai Minsky Moment. Karenanya ada baiknya buku inidibaca ulang kembali untuk melahirkan pilihan yang lebih terbuka agar kitasemua kembali mengalami proses “stabilizing of an unstable economy”.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

People

%d bloggers like this: