//
you're reading...
Uncategorized

Ditengah Turbulensi , Jangan Mudah Menyerah : Belajar dari Albert Camus

Jusman Syafii Djamal
31 May 2015

Para pemimpin yang berhasil menunjukkan komitmen untuk tak pernah menyerah pada cita cita, pilihan strategi yang diambil dan tujuan yang ditetapkan. Albert Camus dengan tepat meanganalogikan semangat tak kenal menyerah untuk mendisiplinkan diri sendiri dengan kisah tragedy sysiphus. Seorang dewa yang dihukum untuk mengulang secara terus menerus sepanjang hayat, tak kenal jeda mendorong, mengungkit, menggelindingkan dan menarik sebuah batu bundar yang sukar dipanggul dan diangkat bahu sebah sangat jauh lebih besar dan berat dari dirinya sendiri, kepuncak sebuah gunung.

Sepanjang waktu ia belajar memahami tingkah laku, persamaan gerak batu bundar itu dalam pelbagai situasi dan kondisi medan. Tiap detik ia harus memahami kekuatan dirinya sendiri dalam upaya tak kenal henti itu. Kapan ia menggelindingkan, bilamana ia mendorong, saat mana mengungkit semua dipelajari dari action terus menerus yang dilakukannya. Melalui cara itu ia membangun disiplin diri sendiri, mengelola rasa lelah, keinginan untuk putus asa dan menyerah yang menggoda dan lain sebagainya. Tetapi karena janji ia harus membawa batu besar kepuncak gunung untuk menebus kesalahan masa lalunya menyebabkan ia selalu punya semangat untuk bangkit kembali. Tak mudah menyerah. Never Give Up. Coba lagi, Coba lagi.

Yang menarik kisah Albert Camus ini tak berheni disitu. Ketika sysiphus berhasil membawa bat kepuncak gunung setelah detik demi detik, jam demi jam dan dari bulan kebulan mendorong, menarik, mengungkit dan menggelindingkan batu itu, kutukan tak pernah berhenti. Ternyata dibalik puncak gunung itu ada pucak gunung lain yang lebih tinggi.

Seperti rangkaian bukit barisan, Ada gunung Seulawah, Gunung Sinabung dan Gunung Kerinci. Berbaris seperti tembok China. Ada ratusan puncak bukit, ada puluhan puncak gunung yang seperti berjenjang, bertingkat dan masing masing memiliki “terrain” atau landskap yang berbeda beda.Sysyphus harus memenuhi janjinya, semua puncak gunung harus ia daki dengan mendorong batu bundar kepuncaknya tertinggi. Perjalanan tak kenal henti menuju puncak.

Perjalanan menuju puncak tidaklah mudah. Membangun disiplin diri sendiri bukan jalan yang mulus tanpa rintangan. Kebosanan, kelelahan, rasa putus asa bukan soal ringan untuk ditaklukkan. Mirip seperti mendorong batu bundar. Jika kita sehat kuat dan bersemangat pasti mendorong batu yang sama sepanjang hari terasa mudah. Jika kita capai, banyak persoalan muncul, mendorong batu bundar bukan sederhana.

Karenanya jalan menuju puncak sering digambarkan oleh Al Quran sebagai jalan mereka yang beriman. Yang menaruh kepercayaan pada Kebesaran Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Digambarkan ada jalan kanan ada jalan kiri. Kita bisa memilih. Jalan kanan adalah jalan yang sukar yang mendaki , bertingkat dan berliku banyak godaan. Jalan menguji kesetiaan kita pada Taqwa. Sementara jalan kiri adalah jalan mudah, jalan meluncur turun dari puncak gunung kelembah. Terasa lebih cepat , terasa nikmati ikuti flow tanpa usaha dan kerja keras untuk menahan diri sendiri, terasa mudah karena ikuti semua alur godaan meluncur turun dari puncak gunung kelembah kesombongan hawa nafsu. Talent is God given. Be humble. Fame is man-given. Be grateful. Conceit is self-given. Be careful. — Begitu kata John Wooden.

Dalam hal ini dua kutipan berikut mungkin menarik untuk disimak : “Let your hopes, not your hurts, shape your future”. kata Robert H. Schuller dan “It is during our darkest moments that we must focus to see the light” kata Aristotle Onassis

Mohon Maaf Jika Keliru. Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: