//
you're reading...
Creativity, Entrepreneurship, Human being, Kemandirian, Lingkungan, Motivasi, Perubahan

Kunci Sukses Dalam Melakukan Gerakan Perubahan Sosial

Imam Suprayogo
May 20, 2015

Dalam sejarah kemanusiaan telah banyak gerakan perubahan sosial yang dilakukan orang. Tidak terkecuali, di antaranya adalah oleh para rasul atau utusan Tuhan. Bagi umat Islam, perubahan untuk membangun peradaban dilakukan oleh Muhammad, ia diakui sebagai utusan Tuhan. Oleh karena itu siapa saja yang ingin melakukan perubahan, termasuk mengubah masyarakat menjadi semakin adil, makmur, dan sejahtera, maka kuncinya adalah mengikuti prinsip-prinsip yang dilakukan oleh utusan Tuhan itu.

Boleh-boleh saja orang tidak percaya, terapi beresiko tidak akan berhasil. Keberhasilan yang dimaksud bukan sebatas tercukupinya kebutuhan ekonomi dan atau terpenuhinya fasilitas hidup, melainkan keberhasilan yang bersifat komphrehensif atau menyeluruh, yaitu menyangkut berbagai aspek kehidupan. Manusia terdiri atas aspek jasmani dan ruhani. Keduanya harus dilihat secara utuh dan menyeluruh. Mementingkan satu di antara dua aspek itu tidaklah cukup.

Membangun manusia yang hanya menyangkut aspek fisik, misalnya sekedar memenuhi kebutuhan ekonomi dan fasilitas kehidupannya, adalah belum komplit. Terbukti banyak orang yang dari aspek dimaksud terpenuhi tetapi masih gelisah, dan merasa berkekurangan. Sepanjang hidupnya masih kebingungan, mereka tidak sadar bahwa kebutuhan fisiknya sudah tercukupi. Orang yang mengalami keadaan seperti itu menggambarkan bahwa kebutuhan hidup yang sebenarnya belum tercukupi. Secara fisik telah terpenuhi, tetapi ada aspek lainnya masih gagal diperoleh.

Sebaliknya, terdapat orang yang secara ruhani terpenuhi, tetapi secara jasamani masih berkekurangan. Keadaan seperti itu dikatakan, bahwa yang bersangkutan masih miskin. Akibat kemiskinannya itu, berbagai kebutuhan yang seharusnya dilakukan masih gagal dipenuhi oleh karena kterbatasan ekonomi. Oleh karena ekonominya lemah, maka perintah agar berkeliling di muka bumi, naik haji, bersedekah, menolong orang lain, menjadi juru damai tatkala terjadi konflik antar bangsa, dan seterusnya, terpaksa tidak berhasil dilakukan. Padahal Islam menganjurkan agar dalam hidup ini selalu memberi manfaat bagi orang lain.

Manakala ukuran sukses dalam kehidupan itu meliputi kedua hal tersebut, maka meraihnya tidak mudah. Boleh-boleh saja orang mengatakan bahwa beberapa negara telah dinyatakan sukses. Tetapi sebenarnya masih perlu dipertanyakan tentang ukuran sukses yang digunakannya itu.Ukuran yang lebih komplit, tentu memperhatikan kedua aspek kebutuhan manusia itu sendiri, yaitu meliputi aspek fisik maupun non fisik. Secara batin, jiwa, dan ruh terpenuhi, tetapi secara fisik juga tercukupi. Itulah sebabnya seorang muslim selalu merindukan kebahagiaan lahir maupun batin.

Kembali pada persoalan perubahan, dalam al Qur’an terdapat petunjuk yang bersifat komprehensif itu. Setiap gerakan hendaknya dimulai dari membaca, atau memahami tentang siapa dan kearah mana gerakan perubahan itu dilakukan. Pencetus dan penggerak perubahan harus mengetahui berbagai aspek yang terkait dengan apa yang akan dilakukan. Ingin mengubah masyarakat menjadi lebih makmur, lebih adil, lebih damai, dan lebih sejahtera, maka harakteristik masyarakat yang akan diubah itu harus dipahami secara benar.

Pada fase awal turunnya ayat al Qur’an terdapat konsep menarik yang diperkenalkan, terkait dengan masyarakat, yaitu al-mudatsir atau orang-orang yang berselimut. Dari konsep itu terbayang bahwa Islam datang ingin membangitkan oreang yang sedang berselimut itu. Berselimut seharusnya dimaknai sebagai orang yang sedang tertutupi sesuatu atau terbungkus oleh sesuatu yang menghanagi aktivitas atau ruang geraknya, sehingga yang bersangkutan menjadi pasif, atau terbelenggu.

Orang yang sedang berselimut atau artinya orang yang terbelenggu oleh berbagai hal, misalnya tradisi, kepercayaan, adat istiadat atau pemikiran yang mengekang, dan bahkan juga peraturan atau undang-undang yang dibuatnya sendiri, maka kemudian diingatkan oleh al Qur’an dengan sebutan berselimut itu, agar belenggu itu segera dibuka dan selanjutnya bergerak atau beraktivitas. Islam adalah ajaran yang menjadikan pemeluknya mau bergerak, terbebas dari berbagai macam belenggu, dan selanjutnya menyatakan keimanan dan selalu beramal shaleh.

Keadaan masyarakat yang tidak berhasil meraih kemakmuran bersama, tidak adil, dan tidak sejahtera adalah oleh karena belenggu yang diciptakan sendiri itu. Akibatnya tidak saja gagal meraih kesejahteraan lahir dan batin, tetapi disadari atau tidak, juga memproduk ketidak adilan yang mengakibatkan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan sebagian masyarakat atas sebagian yang lain. Orang yang mampu memahami dan sadar atas kenyataan itu maka pada dirinya akan tumbuh semangat untuk berbuat dan bahkan berjuang untuk melakukan perubahan kondisi masyarakat itu

Sebuah kasus dalam skala kecil, ialah tentang kehidupan seorang ustadz, bernama Abdullah Sam,———-sebagaimana beberapa tulisan sebelumnya, ternyata berhasil menemukan kesadaran tentang perlunya melakukan gerakan perubahan sosial itu, agar masyarakat menjadi lebih makmur, adil, dan sejahtera. Apa yang dilakukannya cukup menarik. Semula, melalui ketajaman mata kepala dan sekaligus mata hatinya, ia melihat ada persolan masyarakat yang serius. Hasil penglihatannya itu menjadi pemicu semangat dan rumusan tentang pendekatan serta arah gerakan perubahan yang dilakukannya. Sementara ini usahanya itu belum sepenuhnya berhasil, tetapi sekalipun baru berjalan beberapa tahun, ternyata perubahan itu sudah bisa dilihat dengan jelas.

Mengamati apa yang dilakukan oleh Ustad Abdullah Sam, terhadap masyarakat yang semula digambarkan sebagai terbelakang, miskin, banyak penganguran, menyukai perjudian, minuman keras, dan bahkan juga dikenal sebagai tempat prostitusi, pada ukuran-ukuran tertentu, ternyata berhasil diubah. Jika diamati secara saksama, kunci keberhasilan itu terletak pada beberapa hal berikut, yaitu : (1) Tamatan pesantren dan sarjana psikologi itu berhasil membaca keadaan masyarakatnya secara tepat, (2) yang bersangkutan memiliki etos juang yang amat tinggi dan sekaligus kesediaan berkorban untuk masyarakat (3) kemampuan menjalin komunikasi untuk membangun jaringan kerjasama, dan (4) memiliki sosok anutan yang jelas sebagai acuan perjuangannya, ialah manusia yang dianggap paling ideal, yaitu Rasullah. Setidaknya empat hal ituah yang menjadi kunci keberhasilannya dalam usahanya melakukan perubahan masyarakatnya.

Wallahu a’lam.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: