//
you're reading...
Lingkungan, Pendidikan, Perubahan, Review

Catatan Tentang Kegagalan Perguruan Tinggi

Imam Suprayogo
February 23, 2015

Siapun menganggap bahwa perguruan tinggi akan memberikan sumbangan besar terhadap kehidupan masyarakat. Perguruan tinggi mendidik para mahasiswa agar mampu berpikir kritis, rasional, obyektif, terbuka, dan bertanggung jawab. Kemampuan seperti itu diperlukan sebagai bekal menjalani hidup di masyarakat.

Selain itu, bagi orang pedesaan sekalipun, perguruan tinggi juga dirasakan telah banyak berhasil mengantarkan generasi mudanya untuk melakukan mobilitas vertikal. Tidak sedikit anak petani, bahkan juga petani miskin, atas jasa institusi modern tersebut, menjadi politikus, pengusaha, pejabat pemerintah, tentara, polisi, hakim, jaksa, dan lain-lain. Maka artinya, sumbangan lembaga pendidikan tersebut terhadap kehidupan masyarakat desa luar biasa besarnya.

Catatan keberhasilan tersebut, menjadikan orang desa sedemikian percaya terhadap institusi pendidikan itu. Mereka sanggup membayar berapa saja untuk membiayai anak-anaknya belajar di kota. Akhirnya pendidikan tinggi, bagi masyarakat desa diyakini telah berperan sebagai dewa penolong bagi anak-anaknya yang berkeinginan menjadi pejabat, pegawai pemerintah, pekerja di bank, dan seterusnya.

Akan tetapi di balik keberhasilan itu, juga terdapat orang-orang desa yang justru amat kecewa dari kegagalan anak-anaknya setelah lama belajar di kota. Pada awalnya sedemikian optimis, anaknya akan berhasil. Namun yang diperoleh justru sebaliknya. Dalam kunjungan ke sebuah pesantren di pedesaan, saya ditemui oleh seseorang yang mengaku amat kecewa oleh karena telah terlanjur mengirimkan anaknya belajar ke perguruan tinggi.

Orang yang menemui saya dimaksud mengaku telah menjual apa saja yang dimiliki untuk mencukupi kebutuhan anaknya kuliah di kota. Dia mengaku, bahwa semua ternak dan bahkan tanah pertanian sebagai tumpuan hidup keluarganya telah habis dijual untuk membiayai kuliah anaknya. Semula dia berkalkulasi, bahwa semua yang dibayarkan akan kembali tatkala nanti anaknya nanti sukses dan memperoleh pekerjaan.

Akan tetapi, apa yang dibayangkan sedemikian indah itu ternyata tidak terwujud. Setelah selesai kuliah dan dinyatakan lulus, ijazah yang diperoleh oleh anaknya, sekalipun sudah berkirim surat lamaran ke mana-mana, ternyata belum berhasil mendapatkan pekerjaan. Ternak dan kebunnya sudah terjual semuanya, sementara itu anaknya, setelah lama di kota, menjadi tidak terbiasa bertani. Akibatnya, ia menjadi tidak jelas, sebagai pegawai bukan, petani pun juga tidak.

Orang dimaksud mengaku, akibat mengirim anaknya belajar ke kota, ia menjadi kehilangan segala-galanya. Baginya, perguruan tinggi bukan mensejahterakan orang, melainkan justru menjadikan orang desa jatuh miskin. Sepengetahuannya, ia tidak sendirian. Beberapa tetangganya juga mengalami hal serupa.

Hal yang memprihatinkan lagi, ia mengaku, kegagalan anaknya mendapatkan pekerjaan, sekalipun telah menghabiskan hampir semua hartanya, tidak terlalu dirisaukan. Justru yang ia gelisahkan adalah, ternyata sepulang dari kota, perilaku anaknya menjadi berubah.

Dahulu, sebelum belajar ke perguruan tinggi, sebagai buah pendidikan pesantren, sikap anaknya kepada orang tua sedemikian tawadhu’, rajin mengaji, selalu shalat berjama’ah, dan lain-lain. Akan tetapi semua kebiasaan berharga itu ternyata menjadi hilang bersamaan dengan hilangnya harta kekayaan yang selama ini dimiliki.

Sementara itu, yang tersisa hanya sebuah gitar, bawaan dari kota, yang tidak dipahami apa manfaatnya. Ia merasa telah kehilangan segalanya, mulai dari harta, akhlak, dan bahkan juga masa depan anaknya. Keluhan seperti ini, kiranya penting diperhatian secara serius, agar perguruan tinggi ke depan tidak kehilangan kepercayaan yang disandangnya. Wallahu a’lam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: