//
you're reading...
Human being, Life style, Motivasi, Pendidikan, Perubahan

Membiasakan Membaca : Program dan Gerakan Membaca 2

Oleh Hernowo

 

 

“Membaca itu seperti melatih otot, semakin sering dilakukan maka otot membaca kita akan semakin kuat. Oleh karena itu, mulailah membaca buku-buku yang membuat diri kita tertarik untuk membaca dan merasakan manfaatnya. Bila otot membaca kita sudah menguat, kita tentu akan dapat membaca dengan variasi tema dan bobot yang berbeda. Dengan begitu, minat membaca akan meningkat seiring dengan banyaknya materi bacaan yang dapat kita olah.”

—Dee, pengarang novel Supernova

 

Kunci utama untuk membangkitkan minat membaca dan meningkatkan kemampuan membaca di dalam masyarakat adalah habit atau pembiasaan. Ada banyak cara membaca dan bahan-bahan untuk dibaca (baik  bahan bacaan yang dapat diperoleh lewat online [internet] maupun offline [di perpustakaan misalnya]). Namun, tanpa kemauan-kuat untuk melakukan pembiasaan membaca (reading habit), agak sulit membangun reading society (masyarakat yang membaca). Oleh karena itu, kunci utama keberhasilan program dan gerakan membaca salah satunya bertumpu pada terbangunnya reading habit.

 

Di mana masyarakat dapat menyelenggarakan reading habit? Pertama, yang paling mudah, adalah di rumah. Program dan gerakan home reading dapat membantu pelaksanaan reading habit. Home reading adalah kegiatan membaca di rumah atau membaca bersama anggota keluarga di rumah. Orangtua dan anggota keluarga yang mampu membaca dapat menjadi teladan-membaca bagi anggota keluarga yang lain, terutama yang masih berusia kanak-kanak—bahkan bayi. Kegiatan membaca lantang (read aloud) dapat dibiasakan setiap hari minimal 10 hingga 15 menit. Read aloud juga dapat dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok. Dan read aloud dapat dilakukan dengan cara membaca teks apa saja—teks itu bisa buku atau tulisan-tulisan di koran dan majalah.

 

 

Kedua, di sekolah. Sekolah adalah tempat terbaik untuk menjalankan reading habit. Guru dapat menjadi pusat gerakan membaca di sekolah. Guru yang mau dan mampu menjadi teladan-membaca akan memiliki dampak luar biasa bagi lahirnya murid-murid yang bisa dan gemar membaca. Guru bidang apa saja dan mengajar di kelas tingkat apa saja dapat menjalankan gerakan-penting ini: Memanfaatkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit SETIAP KALI MENGAJAR (sebelum menyampaikan mata pelajaran yang diampunya) untuk membaca lantang (read aloud) di depan kelas dengan memegang buku atau lembaran yang berisi tulisan.

 

Pada hari-hari lain pengajaran di kelas, setiap guru dapat menunjuk murid-muridnya secara bergiliran untuk membaca lantang di depan kelas. Setiap murid yang ditunjuk diberi tanggung jawab untuk menyiapkan bahan yang dibaca secara lantang di depan kelas sesuai keinginan si murid tersebut. Ingat, hanya 10 hingga 15 menit setiap hari untuk program dan gerakan reading habit di sekolah. Apabila pembiasaan membaca lantang di depan kelas ini dapat dilakukan secara kontinu dan konsisten, anak didik dan juga, tentunya, para pengajar di bidang mata pelajaran apa pun akan terbiasa membaca.

 

Ketiga, di perpustakaan. Perpustakaan adalah tempat paling ideal untuk menjalankan program dan gerakan reading habit. Para pustakawan dan orang-orang yang bekerja di perpustakaan—apa pun bidang pekerjaannya dan di mana pun tempat bekerjanya—dapat menjadi teladan-membaca dan bahkan pelopor membaca. Orang-orang yang berada dan bekerja di perpustakaanlah tentu saja adalah orang-orang yang tahu tentang buku dan perkembangannya. Bukan saja mereka paling dekat dengan buku melainkan juga tahu benar manfaat buku dan dampak membaca buku.

 

Perpustakaan perlu menyediakan ruang khusus untuk membaca lantang (read aloud). Ruang khusus ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat pelatihan membaca lantang bagi siapa saja yang memerlukan—terutama para orangtua dan guru. Setelah perpustakaan, program dan gerakan reading habit dapat ditularkan ke tempat-tempat lain: kantor, lembaga, dan di mana saja yang di tempat itu ada orang-orang yang setiap hari berkumpul dan berorganisasi. Reading habit perlu dijalankan di mana saja dan kapan saja serta oleh siapa saja yang peduli akan terbangunnya masyarakat yang mampu dan gemar membaca.[]

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

People

%d bloggers like this: