//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Pendidikan

Home Reading Bersama Bayi?

Oleh Hernowo

 

 

Home reading—merujuk ke pengalaman Ibu Pratiwi (lihat: https://www.facebook.com/notes/hernowo-hasim/pengalaman-home-reading-ibu-pratiwi-retnaningdyah-di-australia/10152981505764333?pnref=story)—adalah kegiatan membaca bersama anak di rumah. Kegiatan membaca ini dibangun oleh kedua orangtua dengan tujuan untuk membiasakan anak membaca sejak dini secara nyaman dan menyenangkan. Menurut Bu Pratiwi, sekolah-sekolah pra-SD di Australia sangat mendorong agar home reading dilakukan secara teratur. Sekolah senantiasa membekali anak dengan buku cerita untuk dibaca bersama orangtua di rumah. Sekolah juga meminta orangtua untuk mengisi jurnal home reading—misalnya, menuliskan hasil-hasil yang diperoleh anak dan orangtua dari kegiatan tersebut.

 

Apakah home reading dapat dilakukan bersama bayi? Bu Pratiwi memang hanya mengisahkan pengalaman menjalankan home reading bersama anak lelakinya, Adzra, yang baru mau masuk SD. Menurut saya, home reading dapat dilakukan bersama bayi yang baru saja lahir. Petunjuk beserta langkah praktis home reading bersama bayi ini saya temukan dalam buku The Learning Revolution karya Gordon Dryden dan Dr. Jeannette Vos. Saya menemukannya di “Bab 7: Tahun-tahun Amat Penting: Kiat Meningkatkan Kecerdasan Anak Sejak Lahir hingga Usia Sepuluh Tahun”.

 

Di bawah ini, saya meringkaskannya untuk Anda berikut sumber-sumbernya. Apabila Anda ingin mengetahui lebih jauh, silakan meminta bantuan mesin pencari Google—dengan mengetikkan nama atau buku yang disebut di dalam sumber tersebut. Selamat menjalankan home reading bersama buah hati Anda:

 

 

LANGKAH PERTAMA:  Tunjukkan buku berwarna cerah kepada bayi Anda sejak pertama kali Anda membawa dia ke rumah. Dan bacakanlah cerita setiap hari. (Catatan saya: Apabila belum sempat melakukannya pas saat bayi Anda pulang ke rumah, Anda tetap dapat melakukannya pada saat ini juga). Sumber: Dorothy Butler, Babies Need Books, Penguin, London.

 

LANGKAH KEDUA: Apabila Bayi Anda sudah dapat melihat, menyentuh, merasakan sesuatu, dan memperhatikan kata, mulailah mengajaknya untuk belajar membaca dan mengatakannya. Caranya adalah dengan menuliskan kata tersebut secara besar dan sertakan pula benda yang disebutkan oleh kata tersebut. Misalnya kata APEL dan buah apelnya. Sumber: Gordon Dryden (dari presentasi slide tentang The Learning Revolution untuk Konferensi World Book International Achievers, Barcelona, Spanyol, Agustus 1996).

 

LANGKAH KETIGA:  Namai benda yang dapat dilihat. Langkah ini sama dengan langkah ketiga, hanya diperluas sesuai tahapan usia. Misalnya kata HIDUNG (dan tunjukkan hidung Anda atau hidung si anak), SEPATU, KUNCI, dst. Sumber: Glenn Doman, Teach Your Baby to Read Kit.

 

LANGKAH KEEMPAT: Beri nama untuk hal-hal yang dapat dilakukan si anak. Contoh: kata BERJALAN (tunjukkan atau mintalah si anak untuk berjalan), DUDUK, MENARI, dsb.

 

LANGKAH KELIMA:  Bermain permainan fonetik. Contoh dalam bahasa Inggris: Kelompok 1—bat, cat, sat; Kelompok 2—train, brain, drain. Dalam bahasa Indonesia, misalnya: kucing, kambing, belimbing atau datang, utang, pedang. Sumber: Gordon Dryden dan Colin Rose, Fundamentals, Accelerated Learning Systems.

 

LANGKAH KEENAM: Bermain dengan kata sehari-hari yang paling sering digunakan. Contoh: makan, minum, pulang, pergi, bangun, tidur, dapat, cepat, lambat, baik, buruk, dst.

 

Setelah keenam langkah itu, ada pesan menarik yang diberikan oleh Carolyn Hooper: “Pekerjaan anak-anak adalah bermain. Anak-anak belajar dari segala kegiatan yang mereka lakukan.” Ketika Anda mencoba membiasakan putra-putri Anda membaca sejak dini, bangunlah kegiatan membaca sebagai sebuah permainan: Pertama, menyenangkan (fun); kedua, jangan dipaksakan dan jangan menekan (lakukan sedikit demi sedikit asal kontinu dan konsisten setiap hari), dan ketiga, kontekstual (anak benar-benar dilibatkan sesuai kebutuhannya).

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: