//
you're reading...
Human being, Pendidikan, Renungan

Memanfaatkan Setiap Moment

Ines Setiawan

Salah satu hal yang menyenangkan dalam homeschooling adalah meskipun kita sedang mengalami musibah atau hal-hal yang tidak mengenakkan, kita mempunyai daya untuk menggunakan hal-hal yang terasa negatif tersebut menjadi sumber belajar yang mengasyikkan. Setiap momen menjadi ajang untuk belajar, termasuk momen yang tidak mengenakkan yang terjadi di dalam keluarga kita.

Ketika kebun kami terserang hama serangga, kami belajar mengenai rantai makanan dan membasmi hama tersebut secara natural dengan menangkap beberapa kadal dan meletakkannya di kebun kami.

Ketika membeli mangga kweni dan mendapatinya berulat, kami sengaja memelihara ulat tersebut untuk mengamati metamorphosisnya. Akhirnya kami tahu serangga apa yang memilih mangga kweni sebagai inangnya.

Ketika tanpa sengaja kami melanggar rambu lalu lintas dan ditangkap polisi, kami belajar untuk tidak menyuap. Waktu kita ditilang dan harus ke pengadilan, kami menganggapnya sebagai ‘field trip’ ke pengadilan. Setelah membayar denda, kami hadir dalam suatu sidang terbuka kriminal dan belajar mengenai tata cara persidangan.

Ketika secara tiba-tiba saluran pembuangan bathtub kami jebol dan beberapa bagian tembok dan plafon rumah harus dijebol, kami belajar banyak tentang konstruksi dan bagaimana membaca ‘blue print’ rumah.

Ketika musim kemarau berkepanjangan, kebakaran kecil terjadi di sekitar tempat tinggal kami, sungai-sungai mengering dan semuanya kepanasan. Kami memanfaatkannya untuk belajar mengenai ‘el nino’ dan pemanasan global. Belajar mengenai isu ini sungguh mengesankan karena pada saat itu pula kami sedang mengalami dampaknya.

Ketika sehabis belanja kami mendapati bahwa salah satu produk olahan yang kami beli dari supermarket sudah kedaluarsa, kami belajar bagaimana mengetahui tanggal kedaluarsa suatu produk dan bagaimana menyampaikan keluhan kepada pihak supermarket.

Ketika tiba-tiba listrik padam, kami belajar sejarah tentang bagaimana orang hidup tanpa listrik di masa lalu.

Ketika salah satu kerabat kami terkena kanker paru-paru dan harus dikemoterapi, kami melihat bagaimana fisik paru-paru yang terkena kanker dari gambar. Kami menjadi tahu mengenai tahapan-tahapan kemoterapi.

Terkadang kita tidak bisa mencegah atau menghindari kejadian-kejadian buruk yang menimpa kita. Tetapi dengan cara pandang yang berbeda, kita bisa merubah kejadian-kejadian buruk tersebut menjadi sumber belajar yang kaya. Kehidupan kita menyediakan sarana belajar yang luar biasa buat anak-anak kita.

Dengan demikian kita bisa hidup dan belajar dengan suka cita hampir setiap saat, dalam segala kondisi.

Sumber : sekolahrumah.com

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: