//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Pendidikan, Perubahan, Renungan

Renungan Pendidikan #44

Harry Santosa – Millenial Learning Center

Adalah Wright Bersaudara, kakak beradik miskin dan sederhana, tidak bersekolah di perguruan tinggi, bekerja dalam sepi tanpa diliput media, tidak didukung oleh negara dan sponsor, bahkan hanya bermodalkan bengkel sepeda namun mampu menciptakan pesawat terbang pertama di dunia modern.

Pada zaman yang sama, ratusan mil dari tempat Wrigth Bersaudara, ada seorang bernama Samuel P. Langley, seorang Professor yang ambisius menciptakan pesawat terbang, dikucuri dana besar oleh pemerintah, mampu membayar orang terpandai seAmerika, diliput media dsbnya ternyata gagal menciptakan pesawat terbang. Bahkan dunia tidak pernah mengenal namanya.

Tahukah anda, Langley berhenti melanjutkan proyek menciptakan pesawat terbang, tepat di hari ketika Wright berhasil menerbangkan pesawatnya. Seharusnya Langley memuji capaian Wright Bersaudara dan menyempurnakan pesawat terbang buatan Wright Bersaudara. Kenyataannya tidak.

Bagi Langley semuanya sudah berakhir, usahanya menciptakan pesawat terbang dilandasi keinginan popularitas yaitu untuk menjadi yang pertama. Ternyata menciptakan pesawat terbang baginya bukanlah panggilan hidupnya, tapi popularitas yang dicarinya.

Sementara bagi Wright Bersaudara, membuat pesawat terbang adalah kecintaannya, panggilan hidup mereka sejak anak anak, gairah dan passion mereka sepenuhnya tertumpah di sana, mereka merasakan bahwa dunia menunggu mereka untuk membuat pesawat terbang.

Hari ini, dunia modern belakangan baru menyadari bahwa banyaknya pengetahuan, dukungan orang terpandai, dukungan materi dan publisitas adalah bukan segalanya, bukan yang utama yang bisa membuat peradaban menjadi lebih baik. Yang membuat dunia lebih baik adalah orang orang yang menjalani kehidupannya karena panggilan jiwanya, karena panggilan Tuhannya.

Benarlah kaidah yang mengatakan bahwa Allah swt tidak akan memanggil mereka yang mampu, namun Allah swt akan memampukan mereka yang terpanggil.

Fenomena Wright Bersaudara ini bukan hal yang pertama dan terakhir, sepanjang sejarah kita bisa menemukan bagaimana orang orang yang terpanggil dengan perannya memberikan begitu banyak karya dan manfaat bagi dunia. Peran mereka tidak selalu sama, namun manfaat besar yang dihasilkan peran mereka selalu sama.

Fenomena Langley juga bukan yang pertama dan bukan yang terakhir, banyak orang orang pandai ternyata menjadikan popularitas dan prestise dunia sebagai orientasi hidupnya. Mereka tidak pernah punya karya bagi peradaban, namanya dilupakan orang sebagaimana mereka melupakan panggilan hidupnya.

Banyak orangtua yang mendorong anak anak nya untuk menjalani sisi yang tidak sejati ini. Anak anak kita digiring untuk pandai menjawab “What” dan “How”, namun tidak pernah mampu menjawab “Why”

Jika kita menggambarkan tiga lapis lingkaran dengan pusat yang sama, dimana lingkaran lapis terdalam kita tulis “WHY”, lingkaran lapis kedua kita tulis “HOW” dan lingkaran lapis terluar kita tulis “WHAT”, maka umumnya manusia bergerak dari lingkaran luar ke dalam.

Umumnya 100% manusia tahu apa itu “manusia” secara umum (WHAT), 90% manusia tahu bagaimana “manusia” harus hidup (HOW), namun nyaris hanya segelintir manusia yang mampu menjawab mengapa (WHY) mereka harus ada di muka bumi.

Seharusnya dalam 3 lapis lingkaran tadi, kita bergerak dari lingkaran terdalam baru keluar. Kita harus menjawab lebih dahulu WHY, baru bergerak ke lingkaran terluar. Sayangnya kebanyakan kita langsung meloncat ke teknis, pandai menjawab HOW dan WHAT, namun tidak pernah tahu WHY, mengapa dia ada di muka bumi atau apa sesungguhnya “purpose” penciptaannya.

Tentu jawaban atas WHY yang diminta bukan jawaban normatif spt agar bahagia, agar kaya, agar sholeh, agar hebat, agar menang dsbnya, namun jawaban dari “Why” yang diminta adalah yang lebih mengakar, menyangkut esensi kehadiran dan misi apa yang Allah swt takdirkan kepada kita di muka bumi, apa peran spesifik yang Allah kehendaki dari kita, apa panggilan hidup kita sesungguhnya.

Mari kita ajak anak anak kita untuk mampu menjawab WHY, yaitu mengapa mereka ada di muka bumi. Why bukan sekedar cita cita, namun panggilan hidup yang berangkat dari kesejatian diri.

Maka kenalkan tokoh2 besar sepanjang sejarah, ajak anak anak kita untuk mengamati bagaimana para tokoh ini mampu menjawab WHY, mampu menjawab panggilan hidupnya lalu konsisten menjalani panggilan hidupnya itu.

Jangan biarkan fitrah anak anak kita menyimpang karena obsesi dan dominasi kita atau siapapun yang berorientasi dangkal, yang ingin menyeragamkan atau mencetak anak kita menjadi versi kedua orang lain yang dianggap hebat.

Satu satunya perangkat yang bisa membantu anak anak kita untuk menggali jawaban atas WHY ini dalam semua perspektif, baik dimensi panggilan ilahi atau aspek fitrah keimanan, dimensi panggilan merawat bumi atau aspek fitrah belajar dan nalar maupun dimensi panggilan peran hidup atau aspek fitrah bakat adalah pendidikan.

Bukan sembarang pendidikan, namun pendidikan yang mampu berinteraksi dengan fitrah manusia, mampu mengembalikan, merawat dan menumbuhkan fitrah keimanan, fitrah belajar dan fitrah bakat anak anak kita sesuai tahap fitrah perkembangannya, sehingga mereka tahu dan meyakini purpose kehadirannya di muka bumi yang merupakan peran peradaban. Inilah panggilannya, inilah fitrahnya.

Begitulah hendaknya pendidikan yang sejati, pendidikan yang menjadikan anak anak kita subyek peradaban yang menyadari peran dan panggilan hidup spesifiknya sebagai misi penciptaannya dari Tuhannya..

Bukan pendidikan yang menjadikan anak anak kita hanya obyek dan target pengisian, target penjejalan dan pengajaran, obyek yang dicetak seperti pahlawan anu pada masa anu, obyek dan target lomba ini itu, obyek dan target kurikulum seragam, bahkan itu semua dilakukan dengan memanipulasi potensi keunikan atau kecerdasan majemuk mereka. Sungguh terlalu.

Salam Pendidikan Peradaban

‪#‎pendidikanberbasispotensi‬
‪#‎pendidikanberbasisfitrahdanakhlak

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: