//
you're reading...
Creativity, E - Learning, Human being, Information Technology, Pendidikan, Perubahan

Mendidik Generasi You Tube

Imam Suprayogo
May 10, 2015

Para praktisi pendidikan, seperti guru, dosen, kyai, dan siapa saja yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran pada saat sekarang ini sedang dihadapkan pada tantangan yang amat berbeda dari beberapa tahun yang lalu. Dahulu, 20 atau 30 tahun yang lalu, para siswa dan bahkan mahasiswa di perguruan tinggi, belum mengenal apa yang disebut dengan komputer, foto copy, dan atau TV saja masih hitam putih, dan tidak semua orang memilikinya.

Pada waktu itu, buku-buku literatur juga amat terbatas jumlahnya. Di kota Malang hanya terdapat satu atau dua toko buku, dan itupun juga berukuran kecil. Mencari buku literartur pada waktu itu amat sulit. Memang para dosen mewajibkan mahasiswa agar membaca berbagai macam literatur, tetapi jangankan para mahasiswanya, dosennya sendiri pun kelihatannya juga belum tentu memilikinya.

Keterbatasan buku literatur seperti yang digambarkan itu menjadikan kuliah di perguruan tinggi tidak seperti sekarang ini. Para dosen, oleh karena mengerti bahwa para mahasiswanya tidak memiliki buku literatur, maka yang dilakukan sehari-hari hanya mendekte. Di ruang-ruang kuliah, dosen membaca buku yang dimilikinya itu pelan-pelan, sementara itu para mahasiswanya mendengarkan dan mencatat apa saja yang disampaikan oleh dosennya. Hanya sekali-kali, mungkin saja oleh karena capek mendekte, dosen mengomentari apa yang telah dibacanya itu.

Sekarang keadaannya sudah berubah secara total. Telah disadari atau belum, pada saat sekarang ini sedang dan telah terjadi revolusi informasi dan komunikasi yang luar biasa. Apa saja yang dahulu belum terbayangkan, sekarang sudah tersedia dan mendapatkannya benar-benar mudah. Jangankan sekedar foto copy, mesin ketik, dan TV, yang dulu sedemikian mahal harganya, maka sekarang komputer, laptop, HP, IPAD, internet, dan apa saja telah tersedia dengan amat mudah. Siapapun di segala umur telah memiliki dan menggunakannya dengan mudah.

Ketersediaan berbagai peralatan elektronik seperti tersebut itu menjadikan informasi sangat mudah diperoleh dengan cepat dan murah. Berbagai buku, tulisan, foto, vidio, dan gambar-gambar apa saja dapat diperoleh dengan cepat. Bahkan, lewat fasilitas HP yang dimiliki oleh siapa saja, maka berbagai informasi bisa dibagi dengan amat cepat. Jika 20 atau 30 tahun yang lalu, orang kesulitan mendapatkan buku, maka sekarang ini buki dimaksud dapat segera diperoleh lewat peralatan modert tersebut.

Melalui HP pula, dengan cara membuka You Tube atau program lainnya, siapapun bisa mendapatkan informasi terkait apa saja, misalnya tentang ekonomi, politik, agama, pendidikan, filsafat, seni, ilmu pengetahuan, berbagai aliran idiologi, dan bahkan apa saja. JIka dahulu, sekedar mendapatkan bahan kuliah, mahasiswa harus mencari dan menunggu dalam waktu lama, maka sekarang ini lewat You Tube, semua orang tanpa terkecuali sedemikian mudah mendapatkannya. Tatkala ingin mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan sekarang ini orang tinggal membuka internet.

Membanjirnya informasi seperti itu, maka jika pendidikan dan pengajaran hanya dimaknai sekedar menyampaikan dan menerangkan bahan pelajaran kepada para siswa, maka sebenarnya tugas dimaksud sudah digantikan oleh Google dan You Tube, dan sejenisnya itu. Informasi selain datangnya bisa cepat bagaikan kilat, maka jumlahnya juga bagaikan banjir, artinya sedemikian banyak. Sebagai contoh, bidang agama misalnya, bahwa dulu untuk mencari al Qur’an saja sedemikian sulit. Sekarang ini, HP para siswa sudah terisi dengan al QAur’an secara komplit. Dan, sekarang ini, semua orang telah memiliki alat komunikasi itu.

Menyadari terhadap revolusi informasi seperti sekarang ini, seharusnya diciptakan model pembelajaran yang sesuai dengan keadaan dan tantangan itu. Jika para guru atau dosen di kelas atau di ruang kuliah hanya melakukan kegiatan sama dengan apa yang dilakukan oleh para guru dan dosen dua puluh dan bahkan tiga puluhan tahun yang lalu, maka ruang kelas atau kuliah akan dirasakan sebagai penyiksaan terhadap para siswa dan mahasiswa. Bisa jadi apa yang diterangkan oleh guru dan dosen sebenarnya sudah lama dibaca oleh murid atau mahasiswanya.

Maka, kehadiran internet, You Tobe, dan semacamnya seharusnya direspon secara tepat oleh para guru dan dosen sekarang ini. Jika sekarang ini, para pejabat yang menangani pendidikan masih berbicara tentang kurikulum, bahan pelajaran, dan apalagi juga tentang cara mengajarkannya, maka sebenarnya sudah ketinggalan zaman. Informasi dan ilmu pengetahuan, selain cepat datang juga cepat berganti. Datangnya informasi itu bukan lagi bertahap, tetapi juga berbarengan bagaikan banjir itu. Orang tidak lagi mencari sesuatu yang awet, tetapi adalah yang bekualitas dan produk mutakhir. Berhenti sebentar saja , maka akan segdra tertinggal jauh.

Oleh karena itu, para ahli dan praktisi pendidikan, serta tidak terkecuali para pengambil keputusan di bidang pendidikan, seharusnya mencari dan menemukan pendekatan baru untuk mendidik generasi You Tube. Jika mereka itu tidak cepat memahami dan merespon secara tepat, maka pendidikan tidak akan relevan dengan zaman. Selain itu lulusan yang dihasilkan, atau bahkan bangsa ini secara keseluruhan, disadari atau tidak, akan ketinggalan zaman. Wallahu a’lam.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: