//
you're reading...
Human being, Kemandirian, Lingkungan, Motivasi, Pendidikan, Perubahan

Bagaimana menumbuhkan Daya Juang Anak.

Oleh: Bunda Asih beserta orang tua SD 4 Sekolah Alam Tangerang Full

Daya juang merupakan hal yang penting bagi seseorang untuk dapat sukses dalam hidupnya. Penumbuhan daya juang tidak bisa instan. Perlu stimulasi terus menerus sejak usia kanak-kanak agar saat dewasa kelak menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah.

FGD minggu ini kami membahas mengenai bagaimana menumbuhkan daya juang anak. “Wah asik nih bahasannya,”kata bunda Nia (bundanya Nayla). “Itu pula yang menjadi diskusi saya dan bunda Tasya kemarin. Sepertinya Nayla dan Sepupu-sepupunya memiliki daya juang yang masih perlu ditingkatkan. Apakah yang lain juga begitu?

Menurut bunda Tsamarah, kalau saya biasanya memberikan kesempatan Tsamarah menyelesaikan masalah yang di hadapi. Walaupun kadang-kadang hasil yang di peroleh tidak sempurna…Tapi saya berusaha untuk selalu meyakinkan Tsamarah kalau dia mampu menyelesaikan permasalahan sendiri.

Beberapa anak biasanya mengeluh dulu padahal belum mencoba. Misalnya saat diminta menulis apa yang dia baca, belum-belum ia mengatakan “satu baris aja ya bun.” Itu jg yg masih di hadapi,” kata Bunda Tsamarah. “Seperti ketika mendapat home challenge menulis cerita. Bila home challengenya tentang hal yang imajinasi, maka Tsamarah tidak memerlukan bantuan saya dalam menulis ceritanya karena dia yakin bisa, tapi kalau tugasnya adalah sejarah maka Tsamarah minta bantuan untuk mencari tulisan yang berkaitan…dan kalau sudah bosan membacanya maka keputusannya adalah menyalin cerita tersebut,”tambah bunda Tsamarah.

Alhamdulillah progress kemampuan menulis anak-anak semakin bagus,”tambah bunda Asih. Walau masih juga ada yang tertinggal dan perlu terus di motivasi. Saya rasa salah satu hal yang mendukung daya juang anak adalah perhatian orang tua. Pendampingan sampai komentar positif dari orang tua menjadi daya dukung agar anak semakin semangat.

Kita bisa belajar bahwa untuk mendidik anak yang memiliki daya juang di butuhkan “kesempatan untuk merasakan kesulitan.” Kesempatan ini adalah sarana belajar bagi anak-anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan masalahnya. Jika anak bercerita atau mengadu kepada orang tua, dorong ia untuk mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalahnya. Ribet sih pasti, karena anak biasanya merengek atau menangis, atau terus merajuk. Namun, ini adalah proses untuk belajar menghadapi kesulitan. Ketika anak ada masalah dengan temannya sering kali ia bercerita kepada kita, hal itu sesungguhnya harus di pahami sebagai curhatnya seorang anak karena ia sedang berusaha mengobati luka hatinya. Ceritanya seorang anak dalam hal ini bukan minta di bantu untuk menyelesaikan masalahnya, tapi di anak sedang berusaha untuk mengobati perasaannya yang terluka.

Ketika sedang berusaha, seringkali orang tua tidak sabar karena hasil yang di tunjukkan oleh anak tidaklah sempurna. Oleh karena itu orang tua perlu untuk terus bersabar dengan hasil yang anak kerjakan walau nggak sempurna yang penting anak sudah usaha maksimal. Usaha maksimal itulah yang menjadi titik point pentingnya.

Bunda Khusnul, umminya Hilmi menambahkan, “Bunda Nia, kasusnya sama nih. Daya juang anak-anak perlu dipancing-pancing dan ditingkatkan. “Kalau kami di rumah, daya juang anak-anak “dipancing,” dengan menunda keinginan mereka, berusaha dulu kalau mau sesuatu, tidak ada hal yang instant. “Beberapa waktu yang lalu, Hilmi ribut minta ganti sepeda karena melihat rayhan punya sepeda baru sementara sepeda Hilmi suka ‘rewel’ dan sudah kekecilan. Kami menggunakan moment itu untuk memotivasi daya juang Hilmi memperbaiki tahsin alqur’an nya.” Abi akan beri hadiah Hilmi sepeda kalau Hilmi sudah bersungguh-sungguh belajar dan lancar membaca Alqur’an.” Alhamdulillah, Allah sendiri yang mendatangkan rizqi doorprice sepeda dalam sebuah acara yang diikuti abi.””Kami juga selalu menerapkan “belajar menunda keinginan” dan ada satu sisi positif yg keluar walau harus tetap di arahkan, yaitu Fathiya akan berusaha berjualan. Dari hasil jualan itu dia bisa membeli apa yg dia mau,”tambah bunda Rinrin bundanya Fathiya.

Menunda keinginan adalah salah satu cara untuk melatih daya juang anak. Anak yang mendapatkan keinginannya dengan berjuang juga akan menghargai hasil perjuangannya. Anak yang mendapatkan sepeda dengan berjuang, akan lebih peduli dalam merawat sepedanya. Selain itu anak juga belajar menunda kepuasan. Motivasi dari orang tua menjadi hal yang sangat penting bahwa kamu harus berusaha untuk lebih baik… dan lebih baik lagi… jangan pernah puas dengan hasil yang belum maksimal.Dalam sebuah obrolan bunda Asih di kelas, seorang anak meminta menulisnya satu baris.aja ya. Lalu bunda Asih meminta anak tersebut untuk memegang kepalanya. Lalu bunda Asih bertanya,” apakah kepalamu masih ada?” Anak tersebut menjawab, “masih.” Lalu bunda Asih bertanya lagi, “Kalau masih ada kepalanya kita-kita otak di dalam kepalanya masih ada nggak?” Anak tersebut menjawab “masih.” Lalu bagaimana caranya kita bersyukur atas otak pemberian Allah?”tanya bunda Asih lagi. “Dengan berfikir bun,” jawab anak tersebut. Lalu bunda Asih menyampaikan bahwa “betul sekali bahwa untuk dapat bersyukur kita harus menggunakan otak kita untuk berfikir dan salah satu cara untuk berfikir adalah menulis dengan maksimal, jangan pernah puas hanya dengan satu baris.

“Menurut bunda Lucy (bundanya Rayhan), daya juang pada anak-anak menjadi PR orang tua, anak-anak terus dilatih untuk menghadapi masalah-masalahnya serta menyelesaikan tugas-tugasnya. Raihan harus bersabar untuk mendapatkan mainan/benda yang diinginkannya. Karena kami menerapkan aturan untuk beli mainan, Ayah Bunda membelikan mainan hanya saat anak ulang tahunnya sebagai hadiah, jika Raihan ingin membeli mainan diluar ultah, harus menggunakan uang tabungannya sendiri, dengan memperhatikan 3 hal dalam belanja, 1. Kebutuhan, 2. Anggaran, 3. manfaat. Jadi anak-anak belajar bersabar dan berjuang untuk mendapatkan benda yang diinginkannya dengan menabung uang jajan. Untuk level kakak Firdaus yang sudah kami beri tugas menyapu, mengepel dan membrsihkan kamarnya, menyikat kamar mandi, merendam dan mengganti spreinya sendiri. Saya ceritakan filosofi dari bersih-bersih, yaitu butuh kesabaran dan ketekunan, step by step melakukannya sehingga bersih. Begitupun kehidupan, kita berjuang step by step untuk meraih cita-cita karena kesuksesan adalah buah dari proses perjuangan tidak ada yang instan. Seperti ayah bunda dengan bisnis Queena dan keluarga, begitupun anak-anak dengan cita-citanya.

Bunda Nayla kembali menambahkan, kami berusaha tidak memberikan fasilitas full untuk Nayla. Selain membiasakan untuk sederhana, juga supaya ketika ada keinginan merasakan sesuatu yg lebih baik dan mau berusaha mencapainya. Kami juga senantiasa bercerita pengalaman-pengalaman kami dulu, berjuang untuk menjadi seperti saat ini.”Terima kasih banyak utk para bunda atas ilmunya. PR berat buat saya untuk menjadikan anak yang memiliki daya juang, tidak mudah menyerah saat menghadapi masalah dan bisa menerima kenyataan saat belum berhasil, tidak sombong saat sukses karena perjuangannya dan tidak putus asa saat masalah menghadang perjuangannya. Semoga Allah swt senantiasa membimbing kita semua agar mampu terus berusaha menjadi orang tua yang lebih baik bagi anak,”kata bunda FadhlanHidup sederhana untuk melatih daya juang anak adalah hal yang penting. Anak yang biasa di layani pembantu, ia nggak akan belajar bahwa hidup itu perlu berusaha, perlu berjuang. Sehingga jangan heran karena inisiatif dalam dirinya nggak akan tumbuh. Dia akan selalu terus untuk di dorong, karena motivasi mengerjakan sesuatu tidak lahir dari dirinya.Aturan di rumah maupun di sekolah serta konsistensinya sangatlah penting. Seperti kata bunda Lucy, anak boleh mendapatkan keinginannya berupa mainan hanya di hari ulangtahunnya, jika ia mau beli di luar itu maka ia harus menggunakan uang pribadinya. Begitupun saat anak menghilangkan atau merusak.sebuah barang. Ia harus belajar ganti rugi dengan membelikan atau memperbaiki dengan uang pribadinya. Kemudahan mendapatkan uang mempengaruhi daya juang anak juga. Jika anak selalu mudah mendapatkan uang saku dari orang tua maka, ia tidak akan belajar menghargai bahwa untuk.mendapatkan uang membutuhkan perjuangan.Selanjutnya bunda Ali berbagi pengalaman. “Jadi inget Ali bun, Ali untuk dapat uang jajan saya minta untuk makan sayur dalam 5 hari, trus klo saya suruh ke warung kadang saya kasih upah. Untuk beli sesuatu yg dia ingin sebagian dari uang jajannya, sisa baru saya yang tambahkan. Ini hanya sedikit upaya utk melatih. Ali masih musti banyak belajar.”Penghargaan menjadi hal yang sangat penting juga dalam melatih daya juang. “Ucapan terimakasih, pelukan hangat, adalah reward atas apa yang anak lakukan untuk yang menjadi kewajiban nya. Anak merasa di hargai, perasaan di hargai ini juga penting dalam memupuk daya juang. Pemberian reward dalam bentuk uang untuk kewajiban yang memang seharusnya anak lakukan bisa membuat anak berorientasi pada uang. Sehingga anak tidak memahami bahwa itu memang tugasnya,” tambah bunda Asih.Kalau kita belajar dari Rasulullah SAW kita bisa mendapatkan hikmah bahwa masa.kecil beliau di lalui dengan kesulitan. Beliau harus menggembala kambing dan belajar berdagang. Kegiatan menggembala sesungguhnya traning untuk melatih daya juang. Begitupun latihan berdagang.Dukungan dan konsistensi dari orang tua sangatlah penting, karena dukungan dan motivasi adalah bahan bakar yang selalu di butuhkan anak dalam berjuang. Oleh karena itu kesibukan orang tua jangan sampai melalaikan amanah anak yang menjadi tanggung jawab orang tua. Di luar rumah, anak-anak berjuang untuk menghadapi hidupnya. Bekerjasama, bermain, berkonflik bahkan berantem dengan teman. Rumah adalah tempat kembali sepulang berjuang. Sehingga perhatian dan dukungan adalah obat paling mujarab untuk anak menyembuhkan luka hatinya. Maka sudah seharusnya perhatian orang tua menjadi hal yang sangat penting dalam mendidik anak yang tangguh dan memiliki semangat juang yang tinggi.‪#‎FGD‬#‪#‎SCOPE‬#

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: