//
you're reading...
Human being, Pendidikan, Perubahan

Skema Pendidikan Peradaban – Pendidikan berbasis Fitrah dan Akhlaq

Skema Pendidikan Peradaban – Pendidikan berbasis Fitrah dan Akhlaq
Oleh Harry Santosa – Millenial Learning Center

Teman2 pendidik peradaban yg baik,

1. Cara membacanya dari tengah berjenjang terus sampai lingkaran terluar. (Inside Out)
2. Misi nabi2 sepanjang sejarah termasuk kita di muka bumi adalah menegakkan peradaban yg penuh rahmat bagi semesta. Karenanya Allah menugaskan kita menjadi khalifah dan memberi bekal2 fitrah menuju peran peran peradaban, termasuk nilai2 ilahiah berupa sistem hidup (warna oranye)
3. Maka lingkaran yg paling tengah (paling dalam adalah fitrah), dan lingkaran terluar adalah peran peradaban.
4. Potensi2 Fitrah, Allah instal pd Manusia, Alam (Bumi), dan Kehidupan (Waktu).
5. Potensi fitrah pada manusia disebut fitrah personal, yang pokok terdiri dari fitrah iman, fitrah bakat, fitrah belajar, fitrah perkembangan)
6. Potensi fitrah pd Alam dan Kehidupan, disebut fitrah komunal (fitrah Alam, fitrah Kehidupan)
7. Semua potensi fitrah dilingkupi Sistem Nilai/ Agama agar mencapai Kemuliaan Akhlak
8. Pendidikan Peradaban (home based education dan community based education) adalah proses menumbuhkan fitrah2 itu menuju Peran2 Peradaban.
9. Peran Peradaban ada peran peradaban personal, yang berangkat dari fitrah2 personal dan peran peradaban komunal, yang berangkat dari fitrah2 komunal.
10. Peran peradaban personal adalah rahmatan lil alamin dan bashiro wa nadziro. Peran peradaban komunal adalah (ummatan wasathon dan khoiru ummah)

Catatan bahwa gambar ini adalah big picture, gambar besar pendidikan peradaban, atau pendidikan berbasis fitrah, sehingga kita bisa melihat keseluruhan misi kita di muka bumi.

Salam Pendidikan Peradaban
#‎pendidikanberbasisfitrah‬danakhlak
‪#‎pendidikanberbasispotensi‬

Sumber

Tentang Peradaban

LANDSEKAP PERADABAN MENURUT ALQURAN

Tema Peradaban

Tema-tema peradaban yang diusung oleh al Qur’an tersebar dalam beberapa dimensi.

Pertama adalah dimensi visi peradaban (ru’yah hadhari). Pada dimensi ini pokok bahasan yang diungkap al Qur’an adalah tentang manusia, makna kehidupan, posisi alam dan signifikansi agama sebagai penata hubungan interaktif antara ketiga anasir di atas.

Dimensi kedua adalah dimensi pendidikan peradaban (tarbiyah hadhariyah). Pada dimensi ini al Qur’an menekankan pada kaidah-kaidah dasar yang menghubungkan peristiwa, hukum tetap pengendali gerak sejarah bukan pada ruang dan waktunya, ketika ia memaparkan sejarah. Al Qur’an juga mengomentari peristiwa-peristiwa yang dialami oleh kaum muslim generasi pertama. Misal peristiwa kekalahan di perang Uhud.

Komentar al Qur’an mengajak untuk melakukan pembacaan peristiwa, sejarah dengan penuh analisa (sair fil ardh dan nazhar). Dengan demikian (pembacaan) itu bisa menyeimbangan kondisi psikologis kekalahan yang ada; karena adanya kesadaran akan sunnah pergiliran kemenangan dan penilaian yang diberikan Allah tidak terletak pada posisi kalah menang, tetapi pada konsistesi keimanan dalam dua kondisi itu.

Tujuan pendidikan peradaban ini adalah munculnya generasi peradaban (jail hadhari). Dimensi ketiga dalam pembahasan tematik al Qur’an tentang peradaban adalah dimensi peran peradaban (daur hadhari).

Visi dan pendidikan peradaban ditujukan secara khusus untuk strategi tertentu, peran peradaban. Peran peradaban ini tersebar pada tataran individu dan kolektif. Pada tataran individu peran itu adalah peran menjadi rahmat bagi semesta alam, pemberi kabar gembira dan peringatan. Pada tataran kolektif adalah peran untuk menjadi umat terbaik, umat pertengahan yang menjadi saksi bagi kemanusiaan.

Visi Peradaban

Sebagai sebuah landscape pemikiran al Qur’an menguraikan visi peradaban. Semua peradaban terdiri dari tiga kerangka dasar; manusia, tanah dan waktu. Pembeda antar peradaban terletak pada unsur ke-empat, dimensi sistem (agama) yang menjadi perangkat lunak penentu muatan dan performance peradaban.

Bumi. Tempat aktualisasi misi ibadah, khilafah dan imarah. Bumi telah ditata sedemikian rupa sehingga laik huni dan serasi untuk pentas hidup manusia. Bumi juga dibentuk (ditundukkan oleh Allah) untuk lentur, bisa direkayasa oleh manusia. Pola hubungan manusia dan bumi adalah pendayagunaan, bukan penguasaan.

Manusia. Struktur eksistensi manusia dibentuk Allah secara sempurna, baik dan indah, sehingga siap untuk menjalankan peran khilafah. Manusia diberikan potensi fisi, ruh dan akal, yang mampu memikul beban amanah itu.

Waktu. Waktu adalah kehidupan. Ini adalah konsep kesementaraan, ada batasan. Waktu terdistribusi ke dalam tiga lapisan, waktu individu, waktu sosial (umur peradaban) dan waktu sejarah (hingga kiamat). Konsekuensi dari distribusi waktu ini adalah distribusi beban amanah (kewajiban).

Agama. Agama adalah sistem kehidupan universal. Ini adalah sistem yang merangkai ketiga faktor tadi bekerja secara harmonis. Ini adalah kalimat, petunjuk untuk menyelesaikan misi yang dibebankan pada manusia.

Perubahan Sosial

Islam mesti muncul dalam kenyataan. Oleh karena itu ia mesti memanusia, memasyarakat, dan menegara. Pertumbuhan Islam dalam sejarah ada dalam manusia, negara dan peradaban. Manusia sebagai subjek. Negara sebagai institusi. Peradaban sebagai karya.

Karenanya mekanisme perubahan sosial bermula dari membangun ulang struktur kepribadian individu (dari cara berpikir hingga cara berprilakunya) kemudian individu-individu itu dihubungkan dengan jaringan yang baru. Tahapan rekonstruksi manusia muslim itu dapat dipetakan ke dalam tiga tahap. Pertama, memperbaiki afiliasi manusia muslim dengan Islam. Kedua, kemudian membawa individu-individu itu ke dalam masyarakat untuk berpartisipasi membangun masyarakat. Ketiga, menjamin orang yang berpartisipasi itu benar-benar dapat berkontribusi secara optimal.

Satu hal penting dalam proses menata ulang kepribadian muslim adalah merekonstruksi pemikirannya. Kemunduran peradaban ada pada latar pemikirannya. Kemunduran tersebab pada stagnasi, ke-mandeg-an pemikiran.

Sehingga proses kebangkitan dimulai dari rekonstruksi pemikiran. Kerja rekonstruksi pemikiran ini dilakukan pada level individu. Karena gagasan-gagasan besar lahir dari akal-akal raksasa. Kerja merekayasa akal (shina’atul ‘uqul) dilakukan dengan memperbaiki pemahaman terhadap sumber-sumber pemikiran Islam; al Qur’an, as Sunnah dan warisan Intelektual peradaban Islam, hingga memunculkan metodologi yang mampu berinteraksi dengan problematika peradaban yang dihadapi.

Secara metodologis langkah rekayasa akal ini memadukan dua tsaqafah (intelektualitas, ilmu), tsaqafah ‘ashalah (orisinal) dan mu’asharah (kontemporer). Mengutip pendapat Muhammad Al Ghazali, tsaqafah ‘ashalah ini tercakup dalam tsaqafah dzatiyah yang tercakup dalam ilmu-ilmu keislaman.

Tsaqafah dzatiyah ini adalah tsaqafah yang memberi ciri identitas kultural, pemikiran, jiwa dan emosi umat. Tsaqafah dzatiyah ini juga yang menjamin kebenaran orientasi tsaqafah mu’ashirah (kontemporer); politik, sosiologi, dsb.

Bagian penting lainnya dalam menata ulang kepribadian muslim adalah terkait dengan masalah akhlaq, karakter.

'Skema Pendidikan Peradaban - Pendidikan berbasis Fitrah dan Akhlaq Teman2 pendidik peradaban yg baik, 1. Cara membacanya dari tengah berjenjang terus sampai lingkaran terluar. (Inside Out) 2. Misi nabi2 sepanjang sejarah termasuk kita di muka bumi adalah menegakkan peradaban yg penuh rahmat bagi semesta. Karenanya Allah menugaskan kita menjadi khalifah dan memberi bekal2 fitrah menuju peran peran peradaban, termasuk nilai2 ilahiah berupa sistem hidup (warna oranye) 3. Maka lingkaran yg paling tengah (paling dalam adalah fitrah), dan lingkaran terluar adalah peran peradaban. 4. Potensi2 Fitrah, Allah instal pd Manusia, Alam (Bumi), dan Kehidupan (Waktu). 5. Potensi fitrah pada manusia disebut fitrah personal, yang pokok terdiri dari fitrah iman, fitrah bakat, fitrah belajar, fitrah perkembangan) 6. Potensi fitrah pd Alam dan Kehidupan, disebut fitrah komunal (fitrah Alam, fitrah Kehidupan) 7. Semua potensi fitrah dilingkupi Sistem Nilai/ Agama agar mencapai Kemuliaan Akhlak  8. Pendidikan Peradaban  (home based education dan community based education) adalah proses menumbuhkan fitrah2 itu menuju Peran2 Peradaban.  9. Peran Peradaban ada peran peradaban personal, yang berangkat dari fitrah2 personal dan peran peradaban komunal, yang berangkat dari fitrah2 komunal. 10. Peran peradaban personal adalah rahmatan lil alamin dan bashiro wa nadziro. Peran peradaban komunal adalah (ummatan wasathon dan khoiru ummah)  Catatan bahwa gambar ini adalah big picture, gambar besar pendidikan peradaban, atau pendidikan berbasis fitrah, sehingga kita bisa melihat keseluruhan misi kita di muka bumi. Salam Pendidikan Peradaban  #pendidikanberbasisfitrah dan akhlak #pendidikanberbasispotensi Sumber Tentang Peradaban LANDSEKAP PERADABAN MENURUT ALQURAN Tema Peradaban Tema-tema peradaban yang diusung oleh al Qur’an tersebar dalam beberapa dimensi.  Pertama adalah dimensi visi peradaban (ru’yah hadhari). Pada dimensi ini pokok bahasan yang diungkap al Qur’an adalah tentang manusia, makna kehidupan, posisi alam dan signifikansi agama sebagai penata hubungan interaktif antara ketiga anasir di atas.  Dimensi kedua adalah dimensi pendidikan peradaban (tarbiyah hadhariyah). Pada dimensi ini al Qur’an menekankan pada kaidah-kaidah dasar yang menghubungkan peristiwa, hukum tetap pengendali gerak sejarah bukan pada ruang dan waktunya, ketika ia memaparkan sejarah. Al Qur’an juga mengomentari peristiwa-peristiwa yang dialami oleh kaum muslim generasi pertama. Misal peristiwa kekalahan di perang Uhud.  Komentar al Qur’an mengajak untuk melakukan pembacaan peristiwa, sejarah dengan penuh analisa (sair fil ardh dan nazhar). Dengan demikian (pembacaan) itu bisa menyeimbangan kondisi psikologis kekalahan yang ada; karena adanya kesadaran akan sunnah pergiliran kemenangan dan penilaian yang diberikan Allah tidak terletak pada posisi kalah menang, tetapi pada konsistesi keimanan dalam dua kondisi itu.  Tujuan pendidikan peradaban ini adalah munculnya generasi peradaban (jail hadhari). Dimensi ketiga dalam pembahasan tematik al Qur’an tentang peradaban adalah dimensi peran peradaban (daur hadhari).  Visi dan pendidikan peradaban ditujukan secara khusus untuk strategi tertentu, peran peradaban. Peran peradaban ini tersebar pada tataran individu dan kolektif. Pada tataran individu peran itu adalah peran menjadi rahmat bagi semesta alam, pemberi kabar gembira dan peringatan. Pada tataran kolektif adalah peran untuk menjadi umat terbaik, umat pertengahan yang menjadi saksi bagi kemanusiaan. Visi Peradaban Sebagai sebuah landscape pemikiran al Qur’an menguraikan visi peradaban. Semua peradaban terdiri dari tiga kerangka dasar; manusia, tanah dan waktu. Pembeda antar peradaban terletak pada unsur ke-empat, dimensi sistem (agama) yang menjadi perangkat lunak penentu muatan dan performance peradaban. Bumi. Tempat aktualisasi misi ibadah, khilafah dan imarah. Bumi telah ditata sedemikian rupa sehingga laik huni dan serasi untuk pentas hidup manusia. Bumi juga dibentuk (ditundukkan oleh Allah) untuk lentur, bisa direkayasa oleh manusia. Pola hubungan manusia dan bumi adalah pendayagunaan, bukan penguasaan. Manusia. Struktur eksistensi manusia dibentuk Allah secara sempurna, baik dan indah, sehingga siap untuk menjalankan peran khilafah. Manusia diberikan potensi fisi, ruh dan akal, yang mampu memikul beban amanah itu. Waktu. Waktu adalah kehidupan. Ini adalah konsep kesementaraan, ada batasan. Waktu terdistribusi ke dalam tiga lapisan, waktu individu, waktu sosial (umur peradaban) dan waktu sejarah (hingga kiamat). Konsekuensi dari distribusi waktu ini adalah distribusi beban amanah (kewajiban). Agama. Agama adalah sistem kehidupan universal. Ini adalah sistem yang merangkai ketiga faktor tadi bekerja secara harmonis. Ini adalah kalimat, petunjuk untuk menyelesaikan misi yang dibebankan pada manusia. Perubahan Sosial Islam mesti muncul dalam kenyataan. Oleh karena itu ia mesti memanusia, memasyarakat, dan menegara. Pertumbuhan Islam dalam sejarah ada dalam manusia, negara dan peradaban. Manusia sebagai subjek. Negara sebagai institusi. Peradaban sebagai karya. Karenanya mekanisme perubahan sosial bermula dari membangun ulang struktur kepribadian individu (dari cara berpikir hingga cara berprilakunya) kemudian individu-individu itu dihubungkan dengan jaringan yang baru. Tahapan rekonstruksi manusia muslim itu dapat dipetakan ke dalam tiga tahap. Pertama, memperbaiki afiliasi manusia muslim dengan Islam. Kedua, kemudian membawa individu-individu itu ke dalam masyarakat untuk berpartisipasi membangun masyarakat. Ketiga, menjamin orang yang berpartisipasi itu benar-benar dapat berkontribusi secara optimal. Satu hal penting dalam proses menata ulang kepribadian muslim adalah merekonstruksi pemikirannya. Kemunduran peradaban ada pada latar pemikirannya. Kemunduran tersebab pada stagnasi, ke-mandeg-an pemikiran.  Sehingga proses kebangkitan dimulai dari rekonstruksi pemikiran. Kerja rekonstruksi pemikiran ini dilakukan pada level individu. Karena gagasan-gagasan besar lahir dari akal-akal raksasa. Kerja merekayasa akal (shina’atul ‘uqul) dilakukan dengan memperbaiki pemahaman terhadap sumber-sumber pemikiran Islam; al Qur’an, as Sunnah dan warisan Intelektual peradaban Islam, hingga memunculkan metodologi yang mampu berinteraksi dengan problematika peradaban yang dihadapi. Secara metodologis langkah rekayasa akal ini memadukan dua tsaqafah (intelektualitas, ilmu), tsaqafah ‘ashalah (orisinal) dan mu’asharah (kontemporer). Mengutip pendapat Muhammad Al Ghazali, tsaqafah ‘ashalah ini tercakup dalam tsaqafah dzatiyah yang tercakup dalam ilmu-ilmu keislaman.  Tsaqafah dzatiyah ini adalah tsaqafah yang memberi ciri identitas kultural, pemikiran, jiwa dan emosi umat. Tsaqafah dzatiyah ini juga yang menjamin kebenaran orientasi tsaqafah mu’ashirah (kontemporer); politik, sosiologi, dsb. Bagian penting lainnya dalam menata ulang kepribadian muslim adalah terkait dengan masalah akhlaq, karakter.'

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: