//
you're reading...
Kajian, Leadership, Motivasi, Perubahan

Execution Power : Fokus pada Paradigma Baru

Jusman Syafii Djamal
2 February 2015

Setiap Pemimpin perusahaan selalu memiliki keinginan membangun kekuatan untuk memenangkan persaingan. Fokus mereka selalu pada upaya sistimatis berkelanjutan menemukan peta jalan dan orbit kinerja perusahaan yang memiliki energi amat besar sehingga dapat memaksimumkan kecepatan pertumbuhan sumber daya yang dikuasainya mampu keluar kendala orbit kinerja buruk masa lalu.Untuk maksud tersebut, mereka harus membingkai kembali dan menemukan persfektip baru dalam menempatkan semua kekuatan jaringan hubungan bisnis yang ada dalam peta kekuatan baru yang berubah secara dramatis dibanding masa lalu.

Dalam konteks ini Goffrey dalam bukunya Escape Velocity berbicara bukan tentang tatacara eksekusi visi dan misi secara apa adanya melainkan rekomendasi untuk membangun kemampuan eksekusi sebagai aktivitas sistimatis terencana untuk merubah peta kekuatan persaingan dengan mengubah playing field dan medan kompetisi sebagai prioritas operasi. Disini Ia menyebut kemampuan eksekusi masa lalu yang tradisional dan tidak sistimatis berdasarkan emosi semata mungkin lebih menjadi bagian dari masalah bukan sebagai solusi.

Tugas Pemimpin adalah harus fokus pada upaya sistimatis untuk menemukan cara untuk a New Paradigm Shift. Geoffrey Moore menyebutnya dengan istilah “Escape Velocity Strategy”. Dimana kekuatan Eksekusi adalah seperangkat keahlian dan kemampuan untuk mengungguli pesaing dengan cara menciptakan ekosistem baru di perusahaan yang berorientasi pada proses pencipta nilai tambah (value creation) dan hubungan tatakelola yang efisien (cost efficiency).Berarti Daya Eksekusi harus difokuskan pada upaya menemukan kelemahan dan memangkas mata rantai proses yang membawa perusahaan kelubang kubur inferioritas produk dan proses produksi. Ini berarti pula meninjau ulang segala jenis jaringan dan mata rantai keterkaitan hubungan bisnis yang membawa pada kegagalan penguasaan pasar dimasa lalu. Pasar berubah cepat, kekuatan pesaing tumbuh berkembang dengan cepat, semuanya memerluka daya adaptasi dan mitigasi.

Dengan demikian fokus “Escape Velocity Strategy” adalah ebih tentang bagaimana mengeluarkan roda perusahaan dari jebakan lumpur masalah masa lalu. Dan membangun kembali keunggulan daya saing dimasa kini daripada terus menerus mengimpikan masa depan yang belum diketahui wujutnya.

Kinerja yang jelek pada umumnya terjadi jika eksekusi sering seolah bertentangan dengan strategi, praktek berlawanan dengan visi misi atau dunia nyata menjadi harapan kosong tanpa kenyataan.

Arah kinerja bagus adalah membawa perusahaan mampu beradaptasi dengan perubahan peta persaingan pasar, bukan sebaliknya. Arah kinerja bagus adalah membuat wujut perbedaan mencolok antara masa kini dan masa lalu akibat perencanaan, eksekusi dan kinerja yang baik. Eksekusi make a difference. Eksekusi yang tepat sasaran dipastikan akan menjadikan pengorbanan-yang tak terelakkan dalam mengeksekusi strategi menghasilkan pertumbuhan signifikan.

Dengan kata lain strategy “Escape Velocity”, adalah upaya menemukan kecepatan eksekusi yang bertumpu pada prinsip ” LEAD FIRST and MANAGE SECOND”.

Seperti kata Harry Truman “Lead First berarti Memimpin perubahan pembuat sejarah dan bukan sebaliknya. Sejarah dimasa lalu memperlihatkan bahwa dalam periode di mana tidak ada kepemimpinan, masyarakat tidak akan pernah berubah menjadi sejahtera. Kemajuan hanya jika dan hanya jika ada Pemimpin yang berani dan berada didepan untuk memimpin. Tak mungkin ada perubahan jika Pemimpin berubah menjadi Manajer yang semata mata sibuk dengan prosedur tata kelola. Pemimpin yang terampil merebut kesempatan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.Bukan menunggu kesempatan memperoleh keadaan lebih baik ”

Semantara yang tidak menggunakan strategy “Escape Velocity” selalu terjebak dalam lumpur masalah masa lalu. Roda aktivitas berputar putar sepanjang waktu tanpa kemampuan mencapai kecepatan lepas dari kendala kinerja masa lalu. Dan selalu jatuh ke dalam irama pendekatan kepemimpinan yang berlawanan yakni Manage First and Lead Second.

Seperti kata Brian Tracy “Manajer dan Pengikut selalu berpikir dan berbicara tentang problems. serta masalah masalah rumit yang menjadi kendala. Ini tidak bisa, itu sukar, disana tembok disini jurang. Sementara arah pola fikir Pemimpin adalah berfokus selalu tentang solusi dan kecepatan bertindak tanpa mengulur waktu”.

Pendekatan paradigma kepemimpinan Manage First and Lead Second, selalu terjebak ke dalam skenario jebakan definsi masalah dan permainan tarik menarik kekuatan penyebab kegagalan di masa lalu. Mudah jatuh ke sikap Inward Looking. Mencari kelemahan diri sendiri yang tak kunjung henti. Dan terus menerus mencabik cabik kekuatan yang masih tersisa untuk bangkit kembali.

Jadi apa yang dibutuhkan untuk mengeksekusi strategi Escape Velocity Strategy yang disebut oleh Geoffrey A Moore itu ? Pada dasarnya, ada tiga hal:

1. Pemimpin Harus fokus pada kekuatan inovasi. Agar tercipta sistem, mekanisme dan proses produksi barang dan jasa yang “out of the box” serta produk unggulan yang mampu membawa perusahaan bangkit kekuatan daya saingnya. We must innovate sufficiently to achieve competitive separation. This is the domain of invention.

2. Pemimpin harus melembagakan keahlian “core competency” serta keunggulan daya saing baru yang berbasis pada daya inovasi produk dan proses produksi. Agar tercipta ecosystem baru yang memisahkan orbit kinerja masa lalu dengan orbit pertumbuhan perusahaan masa depan. We must institutionalize the activities that underlie that separation of old orbit without innovation into sustainable growth in profit. This is the domain of deployment.

3. Pemimpin harus mendorong proses transformasi agar perusahaan yang sebelumnya tidak berbasis pada kekuatan keunggulan inovasi menjadi perusahaan yang selalu mengalami “Sustainanble Growth of profit” dengan fondasi kekuatan inovasi dan daya saing. We must drive the transition from invention to deployment to a tipping point such that the company will go forward as newly aligned and not fall back into its old ways.”

Tulisan ini adalah catatan ketika membaca buku. “Moore, Geoffrey A.”Escape Velocity “. Dishare di fb untuk bahan dialog dan food for thought. Lebih kurangnya mohon dimaafkan.

Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: